Breaking

Rawat Malang Bersama, Warga dan Pemkot Perkuat Aksi Lingkungan

jed timo

10 August 2026

Rawat Malang Bersama, Warga dan Pemkot Perkuat Aksi Lingkungan
Infomalangcom - Menjaga lingkungan Kota Malang membutuhkan gerakan yang tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih sesaat.

Infomalangcom – Menjaga lingkungan Kota Malang membutuhkan gerakan yang tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih sesaat.

Pemerintah, warga, komunitas, sekolah, dan dunia usaha memiliki peran yang saling melengkapi.

Arah tersebut terlihat dari berbagai kegiatan dan kebijakan pengelolaan sampah yang menempatkan partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dari upaya menciptakan kota yang bersih dan berkelanjutan.

Upaya Pemkot Malang Menjaga Lingkungan

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup menjalankan fungsi pengelolaan sampah, mulai dari penampungan, pemilahan, pengolahan, hingga pemrosesan akhir.

DLH juga memiliki fungsi pembinaan dan fasilitasi pengurangan sampah melalui pembatasan, pemilahan, pendaurulangan, dan pemanfaatan sampah oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Arah kebijakan tersebut semakin terlihat dalam agenda pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir.

Pada Mei 2026, Pemkot Malang menyampaikan bahwa penanganan sampah harus melibatkan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Dalam kegiatan yang sama, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan apresiasi kepada pihak yang berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan.

Keterlibatan Masyarakat dalam Menjaga Kota

Pengelolaan lingkungan tidak akan efektif apabila hanya mengandalkan petugas pemerintah.

Kebiasaan warga di tingkat rumah tangga menjadi bagian awal yang menentukan.

Memilah sampah berdasarkan jenisnya, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan mendaur ulang merupakan tindakan yang dapat dilakukan dari sumber.

DLH Kota Malang juga mendorong masyarakat mengolah sampah sejak rumah.

Dalam pelatihan pada September 2025, pemerintah mengajak warga menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa perubahan perilaku sehari-hari memiliki posisi penting dalam sistem pengelolaan sampah kota.

Kolaborasi Pemerintah dan Warga

Kerja sama menjadi semakin penting karena persoalan lingkungan memiliki banyak sisi.

Pemerintah dapat menyediakan kebijakan, fasilitas, pembinaan, dan layanan pengelolaan sampah, sedangkan masyarakat berperan menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan pengurangan sampah dari sumbernya.

Contoh kolaborasi pernah terlihat dalam kegiatan bersih-bersih sungai yang melibatkan pemerintah, komunitas peduli lingkungan, dan masyarakat.

Pada 2023, ratusan personel gabungan mengikuti kegiatan Mudun Kali di wilayah Bunulrejo.

Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa aksi lingkungan dapat menjadi ruang pertemuan berbagai unsur untuk menangani persoalan secara bersama.

Baca juga: Program Ngalam Pinter Diperkuat, UNISMA Jalin Kerja Sama dengan Pemkot Malang

Peran Komunitas dan Generasi Muda

Komunitas dapat menjadi penggerak perubahan karena aktivitasnya dekat dengan masyarakat.

Kegiatan bersih lingkungan, edukasi pemilahan, pengolahan sampah, hingga kampanye digital dapat membantu memperluas pesan kepedulian lingkungan.

Generasi muda juga mempunyai ruang besar untuk terlibat.

Pelajar dapat membangun kebiasaan memilah sampah di sekolah, mengikuti kegiatan kebersihan, serta menyebarkan informasi lingkungan melalui media sosial secara bertanggung jawab.

Partisipasi tersebut tidak harus selalu berbentuk kegiatan besar; kebiasaan konsisten di lingkungan sekolah dan rumah juga memiliki nilai penting.

Tantangan dalam Menjaga Lingkungan Malang

Tantangan utama adalah memastikan pengelolaan sampah berjalan konsisten dari sumber hingga tempat pemrosesan akhir.

Pemerintah Kota Malang pada Mei 2026 mencatat masih adanya sampah yang belum terkelola dan menyebut tekanan terhadap TPA Supit Urang masih tinggi.

Kementerian Lingkungan Hidup juga mendorong penguatan pengelolaan dari hulu agar sampah tidak hanya ditangani ketika sudah berada di tahap akhir.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebersihan kota tidak cukup diukur dari kegiatan pengangkutan.

Pemilahan, pengurangan, pengolahan, dan perubahan perilaku perlu berjalan beriringan agar beban sistem persampahan dapat ditekan.

Langkah yang Bisa Diperkuat

Edukasi lingkungan perlu dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Program berbasis RT dan RW dapat diperkuat dengan pendampingan, fasilitas, serta mekanisme evaluasi yang jelas.

Sekolah, komunitas, pelaku usaha, dan lembaga masyarakat juga dapat dilibatkan dalam kegiatan yang memiliki tujuan terukur.

Program RT Berkelas di Tulusrejo menjadi salah satu contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Pemkot Malang melaporkan bahwa warga mengelola sampah organik secara mandiri dengan dukungan program, kemudian mengolahnya menjadi kompos dan produk turunan lainnya.

Model seperti ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat dikaitkan dengan pemberdayaan masyarakat.

Dampak yang Diharapkan

Kolaborasi yang konsisten dapat membantu membangun lingkungan kota yang lebih bersih, tertata, dan nyaman.

Manfaatnya bukan hanya terlihat pada kondisi ruang publik, tetapi juga pada terbentuknya kebiasaan baru dalam mengelola sampah.

Bagi pemerintah, keterlibatan warga dapat memperkuat pelaksanaan kebijakan.

Bagi masyarakat, pengelolaan sampah yang baik dapat menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih terawat. Sementara itu, bagi generasi muda, keterlibatan sejak dini dapat membentuk kepedulian yang berkelanjutan.

Merawat Malang pada akhirnya bukan pekerjaan satu pihak.

Pemerintah membutuhkan partisipasi warga, sementara masyarakat membutuhkan kebijakan, fasilitas, dan dukungan yang memadai.

Dengan komunikasi, tanggung jawab, serta aksi yang dilakukan secara konsisten, upaya menjaga lingkungan dapat berkembang dari kegiatan sesaat menjadi budaya bersama.

Konsistensi membuat program lingkungan berdampak nyata bagi kehidupan warga dalam jangka panjang serta memperkuat kepedulian bersama.

Baca juga: Kota Malang Perketat Penertiban Reklame untuk Menjaga Ketertiban dan Estetika Kota

Author Image

Author

jed timo