Breaking

SDN 4 Sukowilangun Mengungsi Sementara, Aktivitas Belajar Tetap Berjalan

SDN 4 Sukowilangun Mengungsi Sementara, Aktivitas Belajar Tetap Berjalan
Aktivitas belajar siswa SDN 4 Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, tetap berlangsung meski tiga ruang kelas sekolah tersebut ambruk.

Infomalangcom – Aktivitas belajar siswa SDN 4 Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, tetap berlangsung meski tiga ruang kelas sekolah tersebut ambruk.

Sebagian siswa sementara mengikuti pembelajaran di rumah warga setelah bangunan sekolah mengalami kerusakan.

Kondisi SDN 4 Sukowilangun Setelah Ruang Kelas Ambruk

Peristiwa terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026, setelah wilayah Kalipare diguyur hujan deras sepanjang hari.

Berdasarkan keterangan Kepala SDN 4 Sukowilangun, kondisi atap tiga ruang kelas sebenarnya telah melengkung sejak September 2025 dan kemudian semakin memburuk.

Ruangan tersebut dikosongkan sebelum akhirnya ambruk. Kerusakan membuat tiga kelas tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat seluruh kegiatan sekolah berhenti. Pemerintah Kabupaten Malang mencatat sebagian siswa masih dapat belajar di tiga ruang kelas lain yang tidak mengalami kerusakan.

58 Siswa Belajar di Rumah Warga

Sebanyak 58 siswa dari kelas III, IV, dan V dipindahkan sementara ke rumah warga di sekitar sekolah.

Pemindahan dilakukan untuk menjaga keselamatan peserta didik karena ruang kelas yang terdampak tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Rumah warga kemudian dimanfaatkan sebagai ruang belajar sementara.

Guru dan siswa harus menjalankan kegiatan pembelajaran dalam lingkungan yang berbeda dari sekolah.

Meski fasilitasnya tidak sama dengan ruang kelas, proses belajar tetap dilakukan agar siswa tidak kehilangan kesempatan mengikuti kegiatan pendidikan.

Laporan mengenai aktivitas belajar menunjukkan siswa tetap mengikuti pelajaran dan berinteraksi dengan guru selama berada di lokasi sementara.

Aktivitas Belajar Tetap Berjalan

Pemindahan lokasi tidak berarti kegiatan pendidikan dihentikan.

Guru tetap memberikan pembelajaran kepada siswa kelas III, IV, dan V di tempat sementara. Kegiatan belajar disesuaikan dengan kondisi ruangan yang tersedia, termasuk keterbatasan fasilitas dibandingkan ruang kelas sekolah.

Studi mengenai keberlanjutan pendidikan dalam situasi bencana menunjukkan bahwa gangguan terhadap fasilitas sekolah dapat memengaruhi proses pendidikan sehingga diperlukan penyesuaian dan strategi agar kegiatan belajar tetap berlangsung.

baca juga : Unikama dan Pemkot Malang Perbarui Kerja Sama untuk Perkuat Kontribusi Pendidikan

Siswa yang Tidak Terdampak Tetap Belajar di Sekolah

Tidak seluruh siswa SDN 4 Sukowilangun dipindahkan. Siswa kelas I, II, dan VI tetap mengikuti pembelajaran di gedung sekolah karena ruang yang digunakan tidak mengalami kerusakan.

Sekolah melakukan pengaturan ulang ruang berdasarkan kondisi bangunan dan kebutuhan pembelajaran.

Pembagian lokasi tersebut menunjukkan bahwa keputusan pemindahan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan.

Ruang yang masih dapat digunakan tetap dimanfaatkan, sedangkan kelas yang terdampak dipindahkan ke tempat alternatif.

Respons Pemerintah Kabupaten Malang

Pemerintah Kabupaten Malang langsung meninjau kondisi SDN 4 Sukowilangun setelah kejadian.

Bupati Malang Sanusi datang bersama jajaran perangkat daerah, Camat Kalipare, dan Forkopimcam.

Pemerintah juga memberikan bantuan paket sembako dari Baznas Kabupaten Malang kepada siswa.

Dalam perkembangan berikutnya, pemerintah daerah mendorong percepatan penanganan bangunan yang rusak. Pada 20 Januari 2026, dilakukan kerja bakti membersihkan puing-puing bangunan.

Pemerintah Kabupaten Malang menyampaikan bahwa pembangunan kembali dapat dimulai setelah proses administrasi selesai.

Keselamatan Siswa Menjadi Prioritas

Keselamatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam pemindahan kelas. Bangunan yang mengalami kerusakan tidak seharusnya digunakan sebelum dinyatakan aman melalui pemeriksaan yang sesuai.

Pemindahan sementara menjadi langkah untuk mengurangi risiko selama proses penanganan berlangsung.

Sekolah, pemerintah, guru, dan orang tua memiliki peran dalam memastikan siswa tetap mendapatkan pendidikan tanpa mengabaikan keamanan.

Pemeriksaan teknis bangunan juga diperlukan sebelum ruang kelas yang rusak digunakan kembali.

Dampak Kerusakan Fasilitas terhadap Pembelajaran

Kerusakan fasilitas tentu membawa perubahan terhadap aktivitas belajar.

Siswa harus menyesuaikan diri dengan ruang baru, sementara guru perlu mengatur pembelajaran dalam kondisi yang berbeda.

Penelitian tentang keberlanjutan pendidikan saat terjadi gangguan juga menekankan pentingnya kepemimpinan sekolah, koordinasi, dan kemampuan beradaptasi agar proses pendidikan dapat dipertahankan.

Upaya Menjaga Pendidikan Tetap Berlangsung

Penggunaan rumah warga menjadi contoh pemanfaatan lokasi alternatif ketika ruang kelas tidak dapat digunakan.

Keberadaan masyarakat sekitar turut membantu menyediakan tempat agar kegiatan belajar tetap berjalan.

Sekolah juga perlu terus berkoordinasi dengan pemerintah dan orang tua mengenai kondisi pembelajaran.

Orang tua juga perlu memperoleh informasi mengenai lokasi belajar, jadwal kegiatan, dan perkembangan perbaikan sekolah melalui komunikasi resmi agar dapat mendukung anak selama masa penyesuaian tersebut.

Dengan demikian, pemulihan sekolah dapat dilakukan tanpa mengorbankan keselamatan peserta didik.

Kasus SDN 4 Sukowilangun menunjukkan bahwa kerusakan fasilitas pendidikan dapat mengubah aktivitas sekolah, tetapi proses belajar tetap dapat dipertahankan melalui penyesuaian.

Informasi mengenai kondisi terbaru sebaiknya merujuk pada keterangan pemerintah dan pihak sekolah agar masyarakat memperoleh gambaran yang akurat.

baca juga : Mahasiswa Unikama Turun ke Lereng Gubug Klakah, Pelajari Konservasi Lahan

Author Image

Author

rizal habibi