Infomalangcom – Bulan Ramadan menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Hal tersebut juga terlihat di Masjid Ar-Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang atau UMM yang berada di kawasan Lowokwaru, Kota Malang.
Masjid yang berada di Jalan Raya Tlogomas tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat berbagai kegiatan keislaman.
UMM mencatat Masjid Ar-Fachruddin menjadi salah satu pusat kegiatan dakwah dan keislaman yang dapat dimanfaatkan civitas akademika maupun masyarakat umum.
Kegiatan Ramadan Terbuka bagi Masyarakat
Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Ar-Fachruddin UMM menggelar berbagai agenda keagamaan. Kegiatan tersebut meliputi salat Tarawih, ceramah, kajian setelah Subuh, kajian setelah Zuhur, hingga kajian menjelang waktu berbuka.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat maupun civitas akademika memiliki ruang untuk meningkatkan aktivitas spiritual selama bulan Ramadan.
Pada Ramadan 2026, UMM juga menyebut adanya program berbuka puasa gratis yang digelar setiap hari bagi jemaah yang mengikuti kajian menjelang Magrib. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial yang melengkapi aktivitas keagamaan di Masjid Ar-Fachruddin.
Takjil Gratis untuk Jemaah dan Masyarakat
Pembagian takjil menjadi salah satu kegiatan yang banyak ditemukan selama Ramadan. Makanan dan minuman berbuka diberikan kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, termasuk mereka yang masih berada dalam perjalanan menjelang waktu Magrib.
UMM memasukkan Masjid Ar-Fachruddin dalam daftar masjid kampus di Malang yang menyediakan takjil gratis selama Ramadan 2026. Hidangan berbuka tersebut ditujukan bagi jemaah yang datang ke masjid, termasuk mahasiswa dan masyarakat umum.
Kegiatan semacam ini memiliki manfaat praktis karena membantu masyarakat memperoleh makanan berbuka tanpa harus mencari tempat lain ketika waktu Magrib semakin dekat.
Universitas Muhammadiyah Malang — Berkah Ramadan! Ini Daftar Masjid Kampus Malang yang Menyediakan Takjil Gratis
Masjid Berperan sebagai Ruang Sosial
Keberadaan Masjid Ar-Fachruddin tidak hanya berkaitan dengan aktivitas salat dan kajian. Struktur dan fasilitas masjid juga mendukung berbagai aktivitas pendidikan serta kegiatan sosial.
Data dari perpustakaan UMM menyebut Masjid Ar-Fachruddin terdiri dari lima lantai. Selain ruang utama untuk salat, terdapat pula ruang kantor, kantin, laboratorium, layanan konseling, perpustakaan, ruang kuliah, aula, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Kondisi tersebut membuat masjid memiliki fungsi yang lebih luas sebagai ruang interaksi antara lingkungan kampus dan masyarakat.
Mahasiswa Turut Merasakan Manfaat
Lokasi Masjid Ar-Fachruddin yang berada di lingkungan UMM membuat mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang mudah mengakses kegiatan Ramadan. Mahasiswa dapat mengikuti kajian, salat berjamaah, hingga berbuka bersama.
Kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk membangun interaksi sosial di tengah kesibukan akademik. Ramadan tidak hanya memberikan kesempatan untuk meningkatkan ibadah secara individu, tetapi juga membangun kebersamaan melalui kegiatan yang dilakukan bersama.
Bagi mahasiswa yang tinggal di sekitar kampus, keberadaan program berbuka gratis juga menjadi salah satu pilihan untuk menjalankan aktivitas Ramadan dengan suasana yang lebih terarah.
Semangat Berbagi Tumbuh Selama Ramadan
Pembagian makanan berbuka merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang banyak dilakukan selama Ramadan. Kementerian Agama juga mendorong kegiatan berbagi takjil sebagai bagian dari aksi sosial dan syiar Ramadan di berbagai daerah.
Dalam salah satu kegiatan Ramadan 2026, Kemenag mencatat aksi berbagi takjil menjadi sarana untuk memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagi makanan berbuka bukan hanya memberikan manfaat secara langsung kepada penerima, tetapi juga dapat memperkuat hubungan sosial.
Kegiatan Berbagi Membutuhkan Gotong Royong
Program berbuka dan pembagian takjil membutuhkan pengelolaan yang baik. Mulai dari persiapan makanan, pengaturan tempat, hingga distribusi kepada jemaah harus dilakukan secara tertib.
Kegiatan berbagi takjil di berbagai daerah juga banyak melibatkan relawan, pelajar, organisasi, maupun masyarakat. Kemenag Jawa Timur, misalnya, memberitakan kegiatan berbagi takjil yang melibatkan siswa dan guru dalam proses persiapan hingga pembagian kepada pengguna jalan.
Semangat gotong royong tersebut menjadi salah satu nilai penting yang dapat tumbuh melalui kegiatan Ramadan.
Masjid Menjadi Tempat yang Ramah bagi Masyarakat
Masjid yang menyediakan fasilitas ibadah sekaligus kegiatan sosial dapat menjadi ruang yang lebih dekat dengan masyarakat. Kehadiran program berbuka gratis membuat jemaah memiliki kesempatan untuk berkumpul dan menjalankan ibadah bersama.
Kementerian Agama bahkan mendorong masjid di berbagai daerah untuk memberikan layanan kepada masyarakat selama Ramadan. Dalam persiapan menghadapi arus mudik 2026, Kemenag menyebut masjid dapat menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, termasuk takjil bagi mereka yang masih menjalankan puasa.
Konsep tersebut memperlihatkan bahwa fungsi masjid dapat berkembang menjadi ruang pelayanan sosial sekaligus tempat ibadah.
Menjaga Keberlanjutan Kegiatan Ramadan
Kegiatan berbagi selama Ramadan dapat menjadi tradisi positif apabila dikelola secara konsisten. Dukungan pengurus masjid, mahasiswa, komunitas, donatur, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan.
Selain berbuka gratis, kegiatan Ramadan juga dapat dikembangkan melalui kajian, tadarus, santunan, pengumpulan donasi, serta kegiatan sosial lainnya.
Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat selama satu bulan, tetapi juga dapat membangun kebiasaan berbagi yang terus dilakukan setelah Ramadan berakhir.
baca juga: Gedung Bapenda DKI Dilalap Api, Kebakaran Menjalar hingga Lantai 16
Masjid Fakhruddin UMM Perkuat Semangat Kebersamaan
Masjid Ar-Fachruddin UMM Lowokwaru menunjukkan bahwa masjid dapat memiliki peran yang luas dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga menjadi ruang pendidikan, dakwah, interaksi sosial, dan kegiatan berbagi.
Program berbuka gratis dan penyediaan takjil selama Ramadan memberikan manfaat bagi jemaah, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang berada di sekitar kawasan Tlogomas.
Melalui kegiatan tersebut, Ramadan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah pribadi, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian dan kebersamaan. Kehadiran kegiatan sosial di lingkungan masjid menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana semangat berbagi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
baca juga: Prabowo Tegaskan Peran Strategis Sawit untuk Swasembada Energi Nasional













