infomalangcom – Pemerintah Kota Malang mulai mengerjakan rehabilitasi Jalan Gadang-Bumiayu sebagai bagian dari upaya memperlancar akses kendaraan sekaligus menata kawasan Pasar Gadang.
Proyek ini resmi dimulai pada 15 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir November 2026 sesuai masa pelaksanaan dalam kontrak.
Rehabilitasi Jalan Gadang-Bumiayu Mulai Dikerjakan
Pengerjaan Jalan Gadang-Bumiayu dilakukan oleh Pemkot Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP).
Pemerintah kota menyebut pekerjaan tersebut berkaitan dengan kebutuhan memperlancar akses dari Simpang Empat Gadang menuju Bumiayu.
Baca Juga : Pemkot Malang Finalisasi Baju Khas Malangan, Siap Jadi Identitas Budaya Kota
Selain persoalan fungsi jalan, proyek ini juga menjadi bagian dari penataan kawasan Pasar Induk Gadang.
Pemerintah berharap pembenahan infrastruktur dapat mendukung kawasan pasar agar aktivitas kendaraan dan kegiatan masyarakat berlangsung lebih tertib.
Target Penyelesaian pada November 2026
Berdasarkan keterangan Pemkot Malang, pekerjaan memiliki durasi kontrak 172 hari dan ditargetkan selesai pada akhir November 2026.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat juga meminta pelaksana berupaya menyelesaikan pekerjaan dalam waktu sekitar 150 hari.
Percepatan tersebut dimaksudkan agar masih tersedia waktu untuk melakukan evaluasi dan menyempurnakan bagian pekerjaan yang diperlukan.
Dengan demikian, target pengerjaan bukan hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan hasil pekerjaan dapat diperiksa sebelum proyek dinyatakan selesai.
Pembangunan Drainase Jadi Tahap Awal
Tahap awal proyek difokuskan pada pembangunan drainase.
Menurut keterangan Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto, saluran yang dikerjakan pada sisi selatan Jalan Gadang-Bumiayu memiliki dimensi sekitar satu meter kali satu meter.
Setelah pekerjaan drainase selesai, tahapan berikutnya dilanjutkan dengan pembangunan badan jalan.
Pola tersebut dilakukan secara bertahap agar pekerjaan infrastruktur dasar dapat diselesaikan terlebih dahulu sebelum konstruksi jalan dikerjakan.
Pengerjaan kemudian direncanakan berlanjut ke sisi utara dengan tahapan serupa.
Penanganan secara bertahap juga menjadi bagian dari strategi agar akses masyarakat tetap dapat digunakan selama proses pembangunan berlangsung.
Jalan Ditata dengan Sistem Bertahap
Ruas Jalan Gadang-Bumiayu yang ditangani memiliki panjang sekitar 674 meter.
Dalam penataan kawasan tersebut, jalan direncanakan menjadi jalan kembar dengan lebar masing-masing sisi sekitar 7,5 meter.
Konstruksi utama pada ruas jalan mayoritas menggunakan rigid beton, sementara beberapa bagian menggunakan aspal.
Pada tahap akhir, terdapat pekerjaan pengaspalan pada bagian ruas tertentu, termasuk area dari jembatan sisi barat menuju Simpang Empat Bumiayu.
Penataan tidak hanya menyasar permukaan jalan.
Pemkot Malang juga menyiapkan median jalan yang dilengkapi tanaman dan ruang hijau.
Tiang listrik yang berada di tengah kawasan akan tetap berada di area median sesuai rancangan penataan.
Lalu Lintas Tetap Diatur Selama Pekerjaan
Pembangunan jalan tentu berpengaruh terhadap aktivitas pengguna jalan.
Pemkot Malang menyampaikan bahwa selama pekerjaan berlangsung akan diterapkan sistem buka-tutup secara bertahap.
Pengaturan ini dilakukan agar kendaraan masih memiliki akses melintas ketika salah satu sisi jalan sedang dikerjakan.
Dinas Perhubungan Kota Malang juga diminta mengatur rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung.
Masyarakat yang melewati kawasan Gadang-Bumiayu perlu memperhatikan pengaturan petugas dan kondisi lapangan karena pola perjalanan dapat berubah mengikuti tahapan pekerjaan.
Penataan Kawasan Pasar Gadang
Rehabilitasi Jalan Gadang-Bumiayu berjalan bersamaan dengan penataan Jalan Pasar Gadang.
Pemerintah kota mengaitkan proyek tersebut dengan penataan aktivitas perdagangan di sekitar Pasar Induk Gadang.
Salah satu rencana penataan adalah pemasangan pagar BRC dengan pondasi precast di kawasan pasar.
Fasilitas tersebut ditujukan untuk mencegah kendaraan berhenti dan melakukan transaksi langsung di tepi jalan.
Masyarakat yang berbelanja diarahkan menggunakan area pasar dan fasilitas parkir yang tersedia.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga fungsi badan jalan sehingga aktivitas perdagangan tidak kembali mengganggu kelancaran lalu lintas.
Dengan perbaikan infrastruktur dan penataan kawasan secara bersamaan, Pemkot Malang menargetkan jalur Gadang-Bumiayu dapat berfungsi lebih baik setelah proyek selesai.
Yang Perlu Diperhatikan Pengguna Jalan
Selama proyek berlangsung, pengguna jalan perlu mengantisipasi adanya aktivitas konstruksi dan pengaturan lalu lintas.
Baca Juga : Padel Bang 3.0 Dorong Pertumbuhan Sport Tourism di Kota Malang
Sistem buka-tutup dapat membuat perjalanan membutuhkan waktu lebih lama pada periode tertentu, terutama ketika pekerjaan sedang berlangsung di sisi jalan yang digunakan.
Pemkot Malang meminta masyarakat memahami kondisi tersebut selama masa pembangunan.
Target penyelesaian akhir November 2026 menjadi batas kontraktual, sementara percepatan sekitar 150 hari diupayakan agar tersedia waktu untuk evaluasi dan penyempurnaan hasil pekerjaan.
Setelah seluruh tahapan selesai, hasil rehabilitasi diharapkan mendukung akses yang lebih lancar dan penataan kawasan Pasar Gadang yang lebih tertib.
Pemantauan terhadap progres pekerjaan juga penting agar pelaksanaan tetap sesuai rencana.
Pemerintah dan pelaksana diharapkan menjaga kualitas konstruksi, keselamatan pekerja, serta akses warga hingga seluruh rangkaian rehabilitasi dan penataan kawasan benar-benar selesai sesuai ketentuan dan kebutuhan di lapangan.
Sumber data:
- Pemerintah Kota Malang – Perbaikan Jalan Pasar Gadang Dimulai, Ditarget Rampung Akhir November 2026
- ANTARA Jawa Timur – Pemkot Malang sebut rehabilitasi jalan Pasar Gadang tuntas 172 hari
- RRI – Rehabilitasi Jalan Gadang-Bumiayu Dimulai, Ditarget Rampung 5 Bulan
- RRI – Pemkot Malang Tata Pasar Gadang, Cegah Transaksi di Pinggir Jalan














