Infomalangcom – Arema FC memasuki persiapan musim baru dengan mempertahankan Marcos Santos sebagai pelatih kepala.
Keputusan ini memberi ruang bagi sang pelatih untuk melanjutkan program yang telah dibangun sekaligus membuktikan target perbaikan melalui performa nyata di lapangan.
Arema FC Pertahankan Marcos Santos untuk Musim 2026/2027
Manajemen Arema FC memastikan Marcos Santos tetap menangani tim untuk kompetisi Super League 2026/2027 setelah tercapai kesepakatan perpanjangan kontrak.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi terhadap perjalanan tim sepanjang musim 2025/2026.
Manajemen menilai sudah terdapat fondasi yang dapat diteruskan.
Marcos juga dianggap mampu menciptakan suasana positif di ruang ganti, memaksimalkan potensi pemain, serta menyelesaikan satu musim penuh bersama Singo Edan. Keberlanjutan ini menjadi kesempatan untuk membangun tim secara lebih terarah.
Manajemen berharap stabilitas kepelatihan membuat proses evaluasi dan pengembangan pemain tidak harus dimulai kembali dari awal setiap musim.
Janji Marcos Santos untuk Membawa Arema Lebih Baik
Musim sebelumnya memberikan banyak pelajaran bagi Marcos. Arema FC mengakhiri Super League 2025/2026 di posisi kesembilan dengan 48 poin.
Hasil tersebut belum sepenuhnya memuaskan karena klub masih menginginkan posisi yang lebih baik.
Marcos sebelumnya menegaskan bahwa pertandingan dan hasil harus menjadi ukuran utama perkembangan tim. Komitmennya tidak berhenti pada penguasaan permainan, sebab efektivitas juga menentukan hasil.
Karena itu, janji untuk membawa Arema berkembang akan diuji melalui konsistensi penampilan dan perolehan poin.
Fondasi Tim Mulai Dibangun Marcos Santos
Peran Marcos dalam proyek musim berikutnya tidak terbatas pada latihan.
Manajemen menyebut pelatih asal Brasil tersebut ikut terlibat dalam penyusunan skuad dengan memantau serta merekomendasikan pemain sesuai kebutuhan tim.
Keterlibatan itu penting karena Arema membutuhkan kesinambungan setelah beberapa musim mengalami pergantian pelatih.
Marcos kini memiliki kesempatan lebih panjang untuk menerapkan gagasan, mengevaluasi pemain, dan menyusun pola kerja yang sesuai karakter skuad.
baca juga : Arema FC Percaya Diri Hadapi Derby Jatim, Modal Positif dan Dukungan Aremania Jadi Kekuatan Tim
Perombakan Skuad Jadi Tantangan Baru
Persiapan musim 2026/2027 juga diwarnai perubahan komposisi pemain. Beberapa pemain meninggalkan klub, sementara manajemen menata kembali skuad untuk membentuk tim yang lebih kompetitif.
Situasi ini membuat Marcos menghadapi pekerjaan penting untuk menyatukan pemain dengan karakter berbeda.
Tantangan lainnya adalah membangun chemistry. Selain itu, perubahan personel dapat memengaruhi keseimbangan antar lini sehingga Marcos perlu menemukan kombinasi terbaik sejak masa persiapan.
Strategi Marcos untuk Membangun Identitas Permainan
Marcos menunjukkan kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan tim selama musim sebelumnya.
I.League mencatat perubahan pendekatan di lini belakang ketika Arema menggunakan formasi lima bek dalam situasi tertentu.
Keputusan itu lahir dari kebutuhan menjaga stabilitas setelah komposisi pemain bertahan kerap berubah.
Di sisi lain, lini depan juga menjadi perhatian. Pada Januari 2026, Marcos menyebut Arema membutuhkan tambahan penyerang setelah kehilangan Dalberto.
Ketika itu, efektivitas serangan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dibenahi.
Piala Presiden Jadi Ujian Awal
Turnamen pramusim dapat menjadi ruang bagi Marcos untuk menguji komposisi dan strategi sebelum kompetisi utama berlangsung.
Setiap pertandingan memberikan kesempatan mengevaluasi koordinasi, kondisi fisik, penyelesaian akhir, serta pemahaman pemain terhadap sistem permainan.
Namun, hasil pramusim sebaiknya tidak menjadi satu-satunya ukuran. Penilaian paling penting tetap berada pada performa Arema FC dalam kompetisi resmi.
Karena itu, pertandingan persiapan lebih tepat dipandang sebagai bagian dari proses membangun kesiapan tim.
Target Arema FC Bersaing di Papan Atas
Manajemen berharap kesinambungan tim kepelatihan dapat membantu Arema FC meraih prestasi lebih baik dan bersaing di papan atas musim 2026/2027.
Target tersebut membutuhkan lebih dari sekadar pergantian atau penambahan pemain.
Konsistensi menjadi kunci. Arema harus mampu menjaga kualitas permainan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, memperbaiki efektivitas peluang, dan mengurangi kesalahan yang merugikan.
Marcos memiliki tanggung jawab menerjemahkan kualitas skuad menjadi sistem yang bekerja secara konsisten.
Ekspektasi Aremania terhadap Marcos Santos
Keputusan mempertahankan Marcos otomatis meningkatkan ekspektasi Aremania. Dukungan suporter menjadi energi penting, tetapi tuntutan terhadap pelatih juga semakin besar.
Marcos tidak hanya dituntut menjaga suasana positif, melainkan menghadirkan perkembangan yang dapat terlihat melalui permainan dan hasil.
Pembuktian akhirnya tidak dapat dilakukan melalui pernyataan saja. Setiap keputusan taktik, pemilihan pemain, dan respons terhadap situasi pertandingan akan menjadi bagian dari penilaian publik di lapangan.
Kompetisi resmi akan menjadi panggung untuk menilai apakah program Marcos mampu menghasilkan Arema yang lebih stabil, efektif, dan kompetitif.
Dengan fondasi yang sudah dibangun, kesempatan musim kedua menjadi momentum penting bagi Marcos untuk menjawab kepercayaan manajemen dan harapan suporter.
baca juga : DBL Super Teacher 2026, Kesempatan Guru Inspiratif Berkembang di Era Digital













