infomalangcom – Pemerintah Kabupaten Malang terus memacu peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya. Bupati Malang menargetkan program sekolah unggulan dapat diterapkan secara merata di seluruh kecamatan, dengan capaian nilai akademik siswa yang lebih tinggi dan konsisten di berbagai jenjang pendidikan.
Langkah ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menciptakan pemerataan mutu pendidikan yang selama ini masih timpang antara sekolah di kawasan perkotaan dan pelosok kecamatan.
Bupati Malang HM. Sanusi menargetkan penerapan program sekolah unggulan dapat dilakukan secara merata di 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, baik untuk jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.
“Saya ingin sekolah unggulan nanti ada di 33 kecamatan, supaya pendidikannya semakin bagus,” ungkap Sanusi saat meninjau pelaksanaan program sekolah unggulan di SMP Negeri 1 Karangploso, Rabu, 21 Januari 2026.
Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan beserta jajaran kepala perangkat daerah setempat.
Target Nilai 90 pada Empat Mata Pelajaran Utama
Pada 2025 lalu, sebanyak 17 sekolah yang terdiri dari tujuh Sekolah Dasar Negeri dan 10 Sekolah Menengah Pertama Negeri dari berbagai kecamatan telah ditunjuk sebagai pelaksana program sekolah unggulan.
Secara spesifik, program ini menargetkan setiap peserta didik dapat meraih rata-rata nilai 90 pada empat mata pelajaran, yakni matematika, ilmu pengetahuan alam, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.
“Untuk sekolah unggulan tersebut, yang punya nilai rata-rata 90 harus minimal 60 hingga 70 persen dari total siswa,” jelas Sanusi.
Baca Juga: MIN 2 Kota Malang Jadi Laboratorium Pembelajaran, Dorong Siswa Belajar Lebih Kreatif
Sanusi, yang pernah berprofesi sebagai guru pada era 1980-an, menyampaikan bahwa pelaksanaan program sekolah unggulan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan para peserta didik di masing-masing jenjang, baik dari sisi akademik maupun karakter siswa secara keseluruhan.
Selain berfokus pada peningkatan capaian akademik, ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam mendorong pencapaian target tersebut, mengingat kualitas pengajaran di kelas menjadi faktor kunci keberhasilan program ini di lapangan.
Selain memperluas cakupan sekolah unggulan, Pemerintah Kabupaten Malang juga tengah menata sekolah-sekolah dengan jumlah siswa yang sangat terbatas melalui kebijakan penggabungan atau merger antarlembaga pendidikan.
Bupati Sanusi menegaskan bahwa sekolah dasar dengan jumlah siswa di bawah 60 orang akan segera digabungkan dengan sekolah terdekat, sebagai upaya efisiensi sekaligus peningkatan mutu layanan pendidikan secara menyeluruh.
Salah satu contohnya adalah SDN 1 Pulungdowo di Kecamatan Tumpang, yang saat ini hanya memiliki 51 siswa.
Bupati menegaskan bahwa kebijakan merger ini tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan melalui kajian teknis dan sosial yang matang, dengan mempertimbangkan jarak tempuh siswa, aksesibilitas, serta kesiapan sarana dan prasarana sekolah penerima secara menyeluruh.
Pendekatan ini diambil agar proses penggabungan tidak justru merugikan siswa maupun orang tua yang selama ini bersekolah di lokasi tersebut, sehingga transisi dapat berjalan mulus tanpa mengganggu proses belajar mengajar.
Selain kunjungan ke sekolah dengan jumlah murid terbatas, Bupati Malang turut meninjau sejumlah sekolah unggulan lain di berbagai kecamatan, termasuk peresmian ruang kelas baru hasil anggaran tahun 2025 di beberapa sekolah, sebagai bagian dari dukungan infrastruktur terhadap program peningkatan mutu pendidikan yang tengah digencarkan pemerintah daerah.
Program sekolah unggulan ini turut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan pemerataan kualitas pendidikan, tidak hanya di kawasan perkotaan, tetapi juga hingga ke pelosok kecamatan di Kabupaten Malang.
Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan pendidikan dan program sekolah unggulan dapat diakses melalui situs resmi Pemerintah Kabupaten Malang.
Dengan target nilai 90 secara merata dan perluasan program ke seluruh kecamatan, Pemerintah Kabupaten Malang berharap kualitas pendidikan di wilayahnya dapat terus meningkat, sekaligus mempersempit kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah dalam beberapa tahun ke depan.
Komitmen ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi generasi muda Kabupaten Malang, sehingga mereka memiliki bekal akademik yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun bersaing di dunia kerja kelak.
Baca Juga: Implementasi OSCE Mini Hospital UMM Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Keperawatan














