Infomalangcom – Pemerintah Kota Malang memperkuat kesiapan operasional 200 becak listrik dengan membangun dukungan infrastruktur pengisian daya bersama PLN.
Langkah ini penting agar kendaraan bantuan tersebut tidak hanya tersedia bagi penerima manfaat, tetapi juga dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung mobilitas dan pariwisata kota.
Pemkot Malang Siapkan Fasilitas Pengisian Daya
Pemkot Malang telah menjalin kerja sama dengan PLN untuk menyiapkan infrastruktur pengisian daya bagi 200 becak listrik yang diterima Kota Malang.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendukung agar becak listrik dapat beroperasi secara lancar setelah diserahkan kepada penerima manfaat.
Berdasarkan keterangan resmi Pemkot Malang, penyediaan fasilitas pengisian daya menjadi salah satu bentuk pembinaan dan pendampingan teknis dalam program becak listrik.
Pemerintah kota sebelumnya juga menyebut kerja sama dengan PLN diarahkan untuk mendukung kebutuhan kelistrikan kendaraan tersebut.
PLN Dukung Infrastruktur Charging Becak Listrik
Dukungan PLN diwujudkan melalui penguatan fasilitas kelistrikan yang dapat digunakan untuk menunjang operasional becak listrik.
Dalam sinergi yang digelar pada Februari 2026, PLN menyatakan dukungan berupa token listrik gratis dan perlengkapan keselamatan berkendara.
Selain itu, fasilitas Stasiun Pengisian Listrik Umum atau SPLU serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di sejumlah titik strategis turut dioptimalkan.
Infrastruktur tersebut diharapkan memberikan akses pengisian daya yang lebih mudah bagi para pengemudi.
Kesiapan fasilitas pengisian menjadi aspek penting karena penggunaan kendaraan listrik membutuhkan dukungan jaringan listrik dan lokasi charging yang memadai.
Penempatannya juga perlu mempertimbangkan akses pengguna serta aspek keselamatan selama proses pengisian.
200 Becak Listrik Mulai Dimanfaatkan
Sebanyak 200 becak listrik merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.
Bantuan tersebut diserahkan kepada penerima manfaat di Balai Kota Malang pada 20 Januari 2026.
Pemkot Malang menyebut penerima manfaat diprioritaskan dari kalangan pengemudi becak, termasuk masyarakat dalam kelompok kesejahteraan tertentu dan kelompok rentan.
Kehadiran kendaraan listrik ini diharapkan dapat membantu meringankan beban pengemudi sekaligus membuka peluang pemanfaatan transportasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan kawasan wisata.
Sejak awal, becak listrik juga diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata.
Pemkot Malang menyebut kendaraan tersebut dapat melayani wisatawan di sejumlah kawasan, termasuk Kayutangan Heritage dan area hotel yang menjadi lokasi menginap wisatawan.
Baca juga: Bupati Malang Dorong Perbaikan Pelayanan Publik, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?
Titik Charging Disiapkan di Lokasi Strategis
Ketersediaan titik pengisian daya menjadi bagian penting dalam memastikan becak listrik dapat digunakan secara konsisten.
Lokasi charging perlu mudah dijangkau oleh pengemudi sehingga waktu operasional tidak banyak terpotong hanya untuk mencari sumber listrik.
Pemkot Malang dan PLN memilih pendekatan dengan mengoptimalkan fasilitas kelistrikan yang sudah tersedia di sejumlah titik.
Langkah tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik tanpa mengabaikan kebutuhan pengguna dan kondisi fasilitas di lapangan.
Akses pengisian yang memadai juga memberikan kepastian bagi pengemudi ketika menjalankan layanan.
Dengan dukungan tersebut, becak listrik tidak berhenti sebagai bantuan kendaraan, melainkan dapat menjadi moda transportasi yang benar-benar berfungsi dalam aktivitas sehari-hari dan pariwisata.
Dorong Transportasi Ramah Lingkungan di Kota Malang
Penggunaan becak listrik sejalan dengan upaya Kota Malang mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Pemkot Malang menyebut kendaraan tersebut bebas dari emisi gas buang langsung dan memiliki tingkat kebisingan lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional berbahan bakar minyak.
Bagi sektor pariwisata, karakteristik tersebut dinilai mendukung kenyamanan kawasan heritage dan destinasi kota.
Wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan becak sekaligus merasakan suasana perkotaan secara langsung.
Program ini juga memiliki dimensi ekonomi.
Penggunaan kendaraan listrik diharapkan membantu menekan beban operasional pengemudi karena tidak menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber energi penggerak.
Namun, keberlanjutan manfaat tersebut tetap bergantung pada kesiapan fasilitas charging, tata kelola, dan pendampingan kepada penerima.
Target Operasional dan Kesiapan Infrastruktur
Pemkot Malang menempatkan kesiapan infrastruktur sebagai bagian dari pengembangan program 200 becak listrik.
Bersama PLN, pemerintah kota terus memperkuat dukungan kelistrikan melalui optimalisasi fasilitas pengisian yang tersedia.
Selain infrastruktur, Pemkot Malang juga menyiapkan regulasi operasional untuk mengatur pemanfaatan becak listrik, termasuk aspek tarif dan tata kelola.
Pemerintah kota sebelumnya menyatakan akan membentuk paguyuban becak listrik di bawah naungan Dinas Perhubungan Kota Malang.
Koordinasi dengan PLN, perguruan tinggi, PHRI, asosiasi travel, dan PT Pindad juga menjadi bagian dari ekosistem pendampingan yang disiapkan pemerintah.
Dengan dukungan berbagai pihak tersebut, 200 becak listrik diharapkan dapat beroperasi secara tertib, aman, dan memberikan manfaat ekonomi bagi penerima sekaligus memperkuat citra Malang sebagai kota wisata yang lebih ramah lingkungan.
Kesiapan ini menjadi kunci agar program tidak berhenti pada penyaluran kendaraan, tetapi berkembang menjadi layanan transportasi wisata yang terkelola dan berkelanjutan baik.
Baca juga: DPRD Kota Malang Dorong Wisata Terpadu, Kawasan Ikonik Bakal Terintegrasi














