Breaking

DPRD Kota Malang Dorong Wisata Terpadu, Kawasan Ikonik Bakal Terintegrasi

DPRD Kota Malang Dorong Wisata Terpadu, Kawasan Ikonik Bakal Terintegrasi
Rencana pengembangan wisata terpadu di Kota Malang mendapat dorongan dari DPRD agar sejumlah kawasan ikonik tidak berjalan sendiri-sendiri.

Infomalangcom – Rencana pengembangan wisata terpadu di Kota Malang mendapat dorongan dari DPRD agar sejumlah kawasan ikonik tidak berjalan sendiri-sendiri.

Konsep ini diarahkan untuk menghubungkan destinasi sejarah, ruang publik, dan kawasan perdagangan dalam pengalaman wisata yang lebih terarah.

DPRD Kota Malang Dorong Konsep Wisata Terpadu

Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, mengusulkan pembentukan badan khusus untuk mengelola kawasan wisata terpadu.

Gagasan tersebut muncul seiring rencana Pemkot Malang mengintegrasikan kawasan Balai Kota, Splendid, Kayutangan Heritage, hingga Alun-Alun Merdeka.

Menurut DPRD, pengelolaan yang masih melibatkan banyak perangkat daerah berisiko menimbulkan tumpang tindih kewenangan.

Konsep wisata terpadu diharapkan membuat pengelolaan lebih fokus, mulai dari kebersihan, ketertiban, kegiatan, sampai penataan pelaku usaha.

Dengan pengelolaan yang terkoordinasi, kawasan yang berdekatan dapat memiliki hubungan lebih kuat sebagai satu pengalaman perjalanan.

Kawasan Ikonik yang Akan Diintegrasikan

Pemkot Malang menyebut integrasi kawasan heritage mencakup Alun-Alun Merdeka, Kayutangan, Balai Kota, Alun-Alun Tugu, Stasiun Kota Baru, dan kawasan Splendid.

Pemerintah juga menyiapkan penataan Jembatan Brawijaya di kawasan Splendid sebagai salah satu simpul konektivitas yang menghubungkan Kayutangan Heritage dengan titik strategis pusat kota.

Kawasan Splendid memiliki pasar bunga, pasar burung, dan pasar ikan yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata kota.

Sementara itu, Kayutangan menawarkan karakter sejarah dan arsitektur yang berbeda dari ruang publik seperti Alun-Alun Merdeka.

Keterhubungan berbagai karakter tersebut dapat membuat rute wisata lebih beragam.

Usulan Badan Khusus Pengelola Kawasan Wisata

DPRD mengusulkan badan khusus, misalnya unit pelaksana teknis, yang memiliki tanggung jawab jelas terhadap kawasan wisata terpadu.

Pengelola khusus dinilai dapat membantu mengurangi tumpang tindih tugas dan membuat perencanaan kegiatan lebih terarah.

Badan tersebut dapat menangani koordinasi kebersihan, ketertiban, kegiatan, serta penataan UMKM.

DPRD juga menyoroti kebutuhan kantong parkir dan ruang bagi pedagang ketika penataan kawasan dilakukan.

Artinya, integrasi wisata perlu memperhatikan kepentingan masyarakat yang telah beraktivitas di sekitar destinasi.

Rencana Integrasi Menjadi Rute Pariwisata

Integrasi kawasan dapat dikembangkan menjadi rute perjalanan yang menghubungkan beberapa titik wisata dalam satu koridor.

Pemerintah Kota Malang menyatakan konsep tersebut diarahkan untuk menghadirkan kawasan yang saling terkoneksi serta meningkatkan kenyamanan dan pengalaman wisatawan.

Konektivitas tidak hanya berkaitan dengan jarak, tetapi juga akses berjalan kaki, transportasi, ruang publik, informasi, dan fasilitas pendukung.

Jika hubungan antarkawasan ditata baik, wisatawan dapat lebih mudah berpindah dari satu titik ke titik lain tanpa kehilangan konteks perjalanan.

baca juga : Pemkot Malang Catat Penurunan Kemiskinan, Upaya Pengentasan Terus Berjalan

Potensi Kayutangan Heritage dan Kawasan Sejarah

Kayutangan Heritage memiliki nilai sejarah, budaya, dan arsitektur yang menjadi salah satu kekuatan pariwisata Kota Malang.

Penelitian Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa daya tarik dan aksesibilitas berpengaruh signifikan terhadap minat wisatawan untuk berkunjung kembali ke kawasan tersebut.

Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas pengalaman dan kemudahan akses perlu menjadi perhatian.

Penelitian lain dari Universitas Negeri Surabaya terhadap 236 pengunjung menemukan bahwa efektivitas wisata heritage berkaitan dengan city branding Kota Malang.

Namun, penelitian itu juga mencatat pengaruhnya masih tergolong lemah. Karena itu, pengembangan wisata perlu tetap menjaga karakter sejarah sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung.

Tantangan Pengembangan Wisata Terpadu

Pengembangan kawasan terpadu membutuhkan koordinasi lintas instansi dan pengelola.

Penataan lalu lintas, parkir, kebersihan, keamanan, fasilitas umum, serta aktivitas pedagang harus disusun bersama agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Tantangan lain adalah menjaga kawasan heritage agar tidak kehilangan identitas akibat pembangunan yang terlalu berorientasi pada komersialisasi.

Pengembangan harus mempertimbangkan nilai bangunan, sejarah kawasan, kebutuhan warga, dan keberlanjutan lingkungan.

Dengan begitu, peningkatan aktivitas wisata tidak mengorbankan karakter yang menjadi daya tarik utama.

Dampak yang Diharapkan bagi Pariwisata Kota Malang

Wisata terpadu diharapkan memperkuat daya tarik Kota Malang dengan menawarkan beberapa destinasi dalam satu pengalaman perjalanan.

Konektivitas yang lebih baik berpotensi membuat wisatawan mengunjungi lebih banyak titik dan menghabiskan waktu lebih lama di kawasan pusat kota.

Dampaknya juga dapat dirasakan pelaku UMKM, pedagang, penyedia jasa, dan masyarakat sekitar apabila penataan dilakukan secara inklusif.

Penelitian tentang Kayutangan menunjukkan bahwa daya tarik dan aksesibilitas merupakan faktor penting bagi minat kunjungan kembali.

Karena itu, integrasi kawasan sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah pengunjung, tetapi juga meningkatkan kualitas pengalaman, akses, dan manfaat ekonomi lokal.

Bagi Kota Malang, pengembangan ini dapat memperkuat citra sebagai kota wisata yang menggabungkan sejarah, budaya, ruang publik, dan aktivitas ekonomi.

Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada pengelolaan yang konsisten, koordinasi antarlembaga, serta kemampuan menjaga identitas kawasan sambil memenuhi kebutuhan wisatawan dan masyarakat.

Evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan setiap program berjalan efektif, transparan, terukur, dan tetap sesuai dengan tujuan pelestarian kawasan secara berkelanjutan.

baca juga : Penanganan RTLH Kota Malang Dipercepat, Kementerian PKP dan Pemkot Bersinergi

Author Image

Author

rizal habibi