Infomalangcom – Program Makan Bergizi Gratis atau MBG tetap menjadi salah satu program yang mendapat perhatian pemerintah di Kota Malang.
Ketika memasuki bulan Ramadan, pelaksanaan program tersebut membutuhkan penyesuaian agar tetap dapat memberikan manfaat kepada penerima tanpa mengganggu aktivitas ibadah.
Pemerintah Kota Malang memastikan pelaksanaan MBG selama Ramadan tetap berjalan dengan mekanisme yang disesuaikan.
Kebijakan tersebut mengikuti ketentuan pemerintah pusat mengenai pelaksanaan MBG selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Secara nasional, pemerintah memang menetapkan bahwa MBG tetap dilaksanakan selama Ramadan dengan skema distribusi yang menyesuaikan kondisi penerima manfaat.
MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan
Pelaksanaan MBG tidak dihentikan selama Ramadan. Untuk siswa yang menjalankan ibadah puasa, makanan yang diberikan disesuaikan dalam bentuk makanan kering yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi ketika waktu berbuka tiba.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk penyesuaian agar program pemenuhan gizi tetap berjalan tanpa mengharuskan siswa mengonsumsi makanan pada siang hari. Pemerintah pusat sebelumnya telah menjelaskan bahwa distribusi makanan kering diberikan kepada siswa yang berpuasa untuk dikonsumsi saat berbuka.
Di Kota Malang, pola tersebut juga telah diterapkan. Pemerintah daerah melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan MBG untuk memastikan distribusi tetap berjalan sesuai ketentuan.
Ntvnews – MBG Tetap Berjalan Selama Ramadhan
http://www.ntvnews.id/news/0186326/mbg-tetap-berjalan-selama-ramadhan
Distribusi Disesuaikan dengan Kondisi Siswa
Penyesuaian waktu dan bentuk makanan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG selama Ramadan. Siswa yang berpuasa mendapatkan makanan yang dapat dibawa pulang sehingga tidak perlu mengonsumsi makanan ketika kegiatan sekolah berlangsung pada siang hari.
Sementara itu, penerima manfaat yang tidak menjalankan puasa tetap mendapatkan layanan sesuai mekanisme yang berlaku. Pemerintah pusat juga menyatakan kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tetap memperoleh layanan MBG selama Ramadan.
Dengan skema tersebut, program dapat tetap berjalan sekaligus mempertimbangkan kondisi penerima manfaat yang berbeda.
Pelaksanaan MBG di Kota Malang Mendapat Pengawasan
Pemkot Malang tidak hanya memastikan distribusi berjalan, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program. Pengawasan diperlukan karena MBG berkaitan langsung dengan makanan yang dikonsumsi masyarakat.
Dinas Kesehatan Kota Malang menyebut pembinaan dan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG dilakukan secara berkala. Pemeriksaan mencakup keamanan pangan, kondisi sarana prasarana dapur, serta pelatihan keamanan pangan bagi penjamah makanan.
Pengawasan tersebut penting untuk memastikan makanan yang diberikan tetap memenuhi standar keamanan dan kebersihan.
SPPG Menjadi Bagian Penting Pelaksanaan MBG
Program MBG dijalankan melalui SPPG yang bertugas menyiapkan makanan bagi penerima manfaat. Karena itu, kesiapan dapur dan tenaga pengelola menjadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan program.
Pada April 2026, Pemerintah Kota Malang mencatat terdapat 66 SPPG yang telah beroperasi dari total 75 SPPG. Sebanyak 45 SPPG telah memperoleh rekomendasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS, sedangkan 20 lainnya masih menjalani proses pemenuhan persyaratan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aspek keamanan pangan menjadi bagian yang terus diperhatikan dalam pengembangan MBG di Kota Malang.
Keamanan Pangan Tetap Menjadi Prioritas
Penyesuaian distribusi saat Ramadan tidak berarti standar keamanan makanan dapat dikurangi. Justru, makanan yang diberikan kepada penerima manfaat harus tetap dipastikan aman, higienis, dan memenuhi ketentuan.
Dinas Kesehatan Kota Malang menyebut pemeriksaan terhadap SPPG mencakup kualitas mikrobiologi dan alur pengolahan makanan. Pemeriksaan tersebut dilakukan mulai dari bahan masuk, proses pengolahan, pencucian, pengeringan, hingga penempatan wadah makanan sebelum didistribusikan.
Pengawasan secara berkala juga dilakukan setelah SPPG mendapatkan rekomendasi SLHS untuk memastikan standar tetap diterapkan.
Pelaksanaan MBG Tetap Dipantau Pemerintah
Pemkot Malang juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau pelaksanaan MBG. Pada Februari 2026, Menteri Koordinator Bidang Pangan bersama Wali Kota Malang meninjau sejumlah sekolah di Kota Malang untuk melihat langsung pelaksanaan program tersebut. Peninjauan dilakukan di MAN 2 Kota Malang, SMAN 3 Kota Malang, dan SMP Muhammadiyah 2 Kota Malang.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan distribusi dan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan.
MBG Ramadan Membutuhkan Mekanisme yang Fleksibel
Pelaksanaan MBG selama Ramadan memperlihatkan bahwa program berskala besar membutuhkan mekanisme yang dapat menyesuaikan kondisi penerima manfaat. Jadwal sekolah, waktu berbuka, karakteristik penerima, serta keamanan makanan harus diperhitungkan secara bersamaan.
Penyesuaian berupa makanan kering yang dibawa pulang menjadi salah satu cara agar manfaat program tetap diterima oleh siswa yang sedang menjalankan puasa. Pemerintah pusat menyatakan makanan tersebut disiapkan tetap dengan memperhatikan standar kecukupan gizi.
Dengan demikian, keberlanjutan MBG tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan, tetapi juga pada ketepatan distribusi.
Program MBG Terus Dikembangkan di Kota Malang
Setelah Ramadan, pelaksanaan MBG di Kota Malang kembali berjalan dengan mekanisme normal dan terus mengalami pengembangan. Pada April 2026, Pemkot Malang bahkan melakukan uji coba sistem prasmanan di MIN 2 Kota Malang.
Wali Kota Malang menyebut sistem tersebut membuat makanan dapat disajikan lebih hangat dan memungkinkan siswa menyesuaikan porsi. Namun, waktu antrean juga menjadi hal yang perlu dievaluasi karena dapat memengaruhi waktu belajar.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG terus dievaluasi agar semakin efektif.
baca juga: Bupati Malang Dorong Perbaikan Pelayanan Publik, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?
Pemkot Pastikan Program Tetap Berjalan
Pelaksanaan MBG saat Ramadan di Kota Malang pada dasarnya dilakukan dengan penyesuaian, bukan penghentian program. Siswa yang berpuasa mendapatkan makanan yang dapat dibawa pulang untuk berbuka, sedangkan penerima manfaat lainnya tetap mendapatkan layanan sesuai ketentuan.
Di sisi lain, Pemkot Malang terus memperhatikan keamanan pangan dan kualitas pelayanan melalui pembinaan serta pengawasan terhadap SPPG.
Dengan adanya penyesuaian distribusi dan pengawasan yang berkelanjutan, program MBG diharapkan tetap mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menyesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi selama Ramadan.
baca juga: Kasus Suap Bea Cukai Terungkap, KPK Perkuat Penanganan Korupsi Kepabeanan














