Breaking

Siswa TK Islam Sabilillah Malang Diajak Berkreasi Melalui Plating Makanan Sehat

Bima Yoga

10 January 2026

Siswa TK Islam Sabilillah Malang Diajak Berkreasi Melalui Plating Makanan Sehat
Kreativitas anak usia dini bisa tumbuh dari hal-hal sederhana, termasuk lewat kegiatan menata makanan di atas piring.

infomalangcom – Kreativitas anak usia dini bisa tumbuh dari hal-hal sederhana, termasuk lewat kegiatan menata makanan di atas piring.

Hal ini yang ditunjukkan siswa-siswi TK Islam Sabilillah Malang 1, yang diajak berkreasi menyusun plating aneka makanan sehat dengan tampilan menarik dan penuh warna.

Kegiatan tersebut berlangsung Jumat (9/1/2026). Anak-anak dari Kelompok A dan B tampak antusias membuat berbagai kreasi makanan, mulai dari puding, jus buah, yazuke, salad, milk fruits, hingga sate buah.

Setiap sajian ditata dengan kombinasi warna yang menggugah selera, hasil kolaborasi antara kreativitas siswa dan dukungan penuh dari orang tua yang menyiapkan bahan dari rumah.

Dari Plating Kreatif Berkembang Menjadi Market Day

Guru TK Islam Sabilillah Malang 1, Faridah Minhatun Bahijah, S.Psi, yang juga menjadi koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa aktivitas ini dirancang untuk mengembangkan kreativitas anak didiknya.

“Kami dibantu orang tua yang mendukung kegiatan ini. Mereka membawakan bahan-bahannya dari rumah, lalu dikreasi oleh anak-anak di kelas,” ujarnya.

Awalnya, kegiatan ini hanya berfokus pada plating semata. Namun, para guru menilai akan kurang maksimal apabila seluruh siswa dalam satu kelas hanya mencicipi hidangan yang sama.

Dari situlah muncul ide untuk mengemas kegiatan menjadi Market Day, di mana hasil karya plating siswa kemudian dijual kepada teman-teman sekelas mereka sendiri.

Kegiatan jual beli ini dibagi menjadi dua kelompok, ditempatkan di hall lantai satu untuk Kelompok A dan hall lantai dua untuk Kelompok B. Masing-masing kelompok memiliki tiga stan penjualan dengan jenis makanan berbeda, seluruhnya dibanderol dengan harga seragam Rp5.000 per item.

“Kami sudah tentukan harga tersebut sebelumnya. Anak-anak kami minta untuk membawa uang saku pecahan 5000. Supaya lebih mudah transaksinya,” ucap Faridah.

Suasana Market Day pun berlangsung meriah. Begitu keluar kelas, para siswa langsung menyerbu stan-stan penjualan dengan antusias, sementara yang bertugas berjualan aktif menawarkan produknya kepada teman-teman mereka. Meski tampak berjubel, suasana tetap tertib karena anak-anak belajar antre dengan sabar.

Baca Juga: Apa Anjuran Rasulullah pada Malam Lailatul Qadar Ini Amalan yang Bisa Dilakukan

Dalam waktu singkat, seluruh dagangan pun ludes terjual, menciptakan interaksi yang hidup antara penjual dan pembeli cilik.

Faridah menegaskan bahwa esensi kegiatan ini bukan mengajarkan konsep untung dan rugi kepada anak-anak.

“Di sini kami tidak mengajarkan untung dan rugi. Tapi kami memberikan pengajaran komunikasi dan interaksi anak dengan orang lain. Salah satunya dengan kegiatan jual beli,” tuturnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa aktivitas plating ini tidak sekadar melatih kreativitas semata, melainkan juga mengajarkan anak-anak untuk berkolaborasi dan membangun kerja sama demi menghasilkan karya terbaik.

“Di kegiatan ini anak berbagi tugas. Ada yang menata bahan, mencampur dan juga menghias. Semua berkreasi dan saling membantu,” pungkasnya.

Kegiatan semacam ini sejalan dengan berbagai temuan yang menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam proses menata makanan secara artistik dapat memengaruhi ketertarikan mereka terhadap variasi jenis makanan, termasuk buah dan sayur, sebagaimana dibahas dalam studi ilmiah yang dipublikasikan di jurnal internasional. Informasi lebih lanjut mengenai kajian tersebut dapat diakses melalui ScienceDirect.

Pendekatan belajar sambil bermain semacam ini dinilai efektif bagi anak usia dini, karena menggabungkan unsur motorik halus saat menata bahan makanan, kemampuan berpikir kreatif dalam memilih kombinasi warna dan bentuk, serta keterampilan sosial saat berinteraksi dengan teman sebaya dalam sesi jual beli.

Selain itu, keterlibatan orang tua dalam menyiapkan bahan dari rumah juga turut memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

TK Islam Sabilillah Malang 1 sendiri merupakan bagian dari Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang, yang memiliki empat jenjang pendidikan tersebar di tiga kampus, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA Boarding School Sistem Pesantren.

Melalui kegiatan kreatif seperti plating makanan dan Market Day ini, sekolah berharap dapat terus menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta kemampuan bersosialisasi anak sejak usia dini.

Baca Juga: SMPN 1 Singosari Dapat Tambahan Fasilitas Belajar, Bupati Sanusi Beri Dukungan

Author Image

Author

Bima Yoga