Infomalangcom – SMPN 1 Singosari mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Malang setelah Bupati Malang Sanusi meninjau kegiatan pembelajaran pada 21 Januari 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat langsung kondisi sekolah, termasuk kebutuhan fasilitas dan pengembangan program pendidikan.
SMPN 1 Singosari Dapat Dukungan Penguatan Fasilitas
Bupati Sanusi mengunjungi SMPN 1 Singosari untuk melihat proses pembelajaran sekaligus berdiskusi dengan pihak sekolah mengenai pengembangan mutu pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Malang menyebut kunjungan ke sejumlah sekolah di Singosari sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan layanan.
Di SMPN 1 Singosari, perhatian tidak hanya diarahkan pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga kebutuhan sarana pendukung.
Sekolah tersebut merupakan salah satu pelaksana Program Sekolah Unggulan Kabupaten Malang. Karena itu, penguatan fasilitas menjadi bagian penting untuk mendukung program yang telah dikembangkan.
Tiga Ruang Kelas Baru Direncanakan
SMPN 1 Singosari direncanakan memperoleh bantuan tiga Ruang Kelas Baru atau RKB. Informasi tersebut disampaikan Kepala SMPN 1 Singosari Ana Purwati setelah berdiskusi dengan Bupati Sanusi.
Kebutuhan tiga ruang tersebut juga telah dicatat oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang.
Namun, sekolah belum memastikan kapan pembangunan tersebut direalisasikan.
Artinya, informasi mengenai tiga RKB perlu dipahami sebagai rencana bantuan, bukan bangunan yang sudah selesai digunakan.
Sikap tersebut penting agar informasi mengenai fasilitas sekolah tetap sesuai perkembangan resmi di lapangan.
Ruang Baru Mendukung Kegiatan Riset Siswa
Tambahan ruang direncanakan untuk mendukung kegiatan riset siswa.
Saat ini, kegiatan riset bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, dan teknologi masih dilakukan dalam satu ruangan.
Sekolah berharap masing-masing bidang dapat memiliki ruang yang lebih sesuai sehingga kegiatan penelitian dapat berlangsung lebih optimal.
Beberapa kegiatan riset yang disebut sekolah antara lain penelitian mengenai biji kopi dan percobaan terkait pencegahan korosi pada besi.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk mengamati, menguji, dan mencari solusi berdasarkan kegiatan penelitian.
Pembelajaran Berbasis Teknologi Terus Dikembangkan
Penguatan fasilitas SMPN 1 Singosari juga berkaitan dengan pemanfaatan teknologi.
Pada Oktober 2025, sekolah dilaporkan telah menggunakan empat smart board dan dua Interactive Flat Panel atau IFP dalam beberapa kelas.
Perangkat tersebut dimanfaatkan untuk membantu guru menyajikan materi secara visual dan interaktif.
Kepala sekolah saat itu juga menyampaikan kebutuhan tambahan sarana, termasuk smart board, IFP, dan laboratorium bahasa.
Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu bagian dari pengembangan pembelajaran, tetapi efektivitasnya tetap bergantung pada kemampuan guru mengintegrasikan perangkat dengan metode pengajaran yang tepat.
baca juga : Khofifah Salurkan Bansos Rp7,05 Miliar untuk Warga Kabupaten Malang
Bupati Sanusi Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan
Kunjungan Sanusi memperlihatkan perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan sekolah.
Dalam kunjungannya, Sanusi mengapresiasi inovasi pembelajaran di SMPN 1 Singosari, termasuk kelas Bahasa Inggris dan kelas riset yang diarahkan untuk mengembangkan bakat serta minat siswa.
Pemerintah Kabupaten Malang sebelumnya juga menetapkan SMPN 1 Singosari sebagai salah satu sekolah pelaksana Program Sekolah Unggulan.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan dengan mendorong sekolah mengembangkan potensi siswa sesuai karakter dan kebutuhan masing-masing.
Kebutuhan Sarana Pendidikan Perlu Disesuaikan
Penambahan fasilitas harus didasarkan pada kebutuhan nyata sekolah.
Ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, perangkat digital, dan ruang penelitian memiliki fungsi berbeda sehingga perencanaannya perlu memperhatikan jumlah siswa, program pembelajaran, serta kondisi fasilitas yang telah tersedia.
Dalam kasus SMPN 1 Singosari, tiga RKB yang direncanakan memiliki fungsi khusus untuk mendukung pengembangan riset.
Pemanfaatan ruang secara terarah dapat membantu sekolah mengelola kegiatan penelitian siswa dengan lebih tertata.
Fasilitas Mendukung Proses Pembelajaran
Sarana pendidikan merupakan salah satu unsur yang mendukung proses belajar.
Kajian ilmiah mengenai infrastruktur pendidikan menunjukkan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana dapat berkaitan dengan kualitas proses maupun hasil pembelajaran.
Meski demikian, fasilitas bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pendidikan.
Guru, kurikulum, metode pengajaran, lingkungan belajar, karakter siswa, serta pengelolaan sekolah juga berpengaruh.
Karena itu, tambahan fasilitas perlu diikuti pemanfaatan yang optimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan siswa.
Pengembangan Sekolah Jadi Tanggung Jawab Bersama
Rencana penambahan fasilitas SMPN 1 Singosari membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, sekolah, guru, dan masyarakat.
Pemerintah memiliki peran dalam perencanaan serta penyediaan sarana, sedangkan sekolah bertanggung jawab memastikan fasilitas digunakan sesuai tujuan pembelajaran.
Perawatan juga tidak kalah penting. Ruang baru dan perangkat pembelajaran perlu dijaga agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, fasilitas tambahan diharapkan membantu SMPN 1 Singosari mengembangkan pembelajaran berbasis riset, teknologi, dan potensi siswa secara lebih terarah secara berkelanjutan.
baca juga : Jalan Gadang-Bumiayu Diperbaiki, Pemkot Malang Kejar Target Rampung November 2026












