Infomalangcom – Panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South di GOR Ken Arok Malang kembali menghadirkan pertunjukan dengan cerita yang beragam.
Pada Kamis (13/8), Dhamysoga Dance Distrix dari SMAN 5 Malang dan Bristle’D dari SMAN 1 Bululawang tampil dengan konsep masing-masing.
Keduanya tidak hanya mengandalkan gerakan tari, tetapi juga membawa pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.
Dhamysoga Dance Distrix tampil melalui konsep “AQUA Got Talent”.
Pertunjukan mereka mengambil gambaran sebuah ajang pencarian bakat yang awalnya berlangsung kacau.
Sejumlah peserta mengalami kegagalan ketika mencoba menunjukkan kemampuan masing-masing.
Ada pesulap yang gagal menjalankan triknya hingga koki yang kesulitan menyelesaikan masakan.
Situasi tersebut membuat suasana pertunjukan dipenuhi kegagalan dan para peserta digambarkan mulai kehilangan semangat.
Cerita kemudian berubah ketika seorang pengemudi ojek online hadir membawa botol AQUA.
Kehadiran tersebut menjadi bagian penting dalam alur yang dibangun Dhamysoga.
Setelah mendapatkan minuman, para peserta kembali menunjukkan energi dan konsentrasi.
Perubahan suasana kemudian diterjemahkan melalui koreografi yang semakin dinamis.
Pertunjukan yang sebelumnya menggambarkan kegagalan berubah menjadi tarian yang lebih energik dan kompak.
Melalui konsep tersebut, Dhamysoga menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga hidrasi agar tubuh tetap siap menjalani aktivitas.
Konsep cerita yang ringan dipadukan dengan koreografi membuat penampilan mereka memiliki alur yang mudah diikuti.
Penampilan tersebut juga membawa hasil positif karena Dhamysoga Dance Distrix berhasil meraih gelar juara di ajang tersebut.
Bristle’D Bawa Perjuangan Kartini ke Panggung Dance
Jika Dhamysoga memilih konsep bernuansa hiburan melalui cerita pencarian bakat, Bristle’D mengambil pendekatan yang lebih sosial.
Tim dance SMAN 1 Bululawang tersebut mengangkat tema pemberdayaan perempuan dengan menjadikan sosok R.A. Kartini sebagai inspirasi utama.
Cerita yang dibawakan menggambarkan perjalanan perempuan dalam menghadapi keterbatasan dari masa ke masa.
Pertunjukan kemudian mengarah pada sosok Kartini yang dikenal melalui perjuangannya dalam membuka kesempatan lebih luas bagi perempuan untuk memperoleh hak dan ruang dalam kehidupan.
Bristle’D juga memasukkan kritik terhadap pandangan patriarkal yang masih dapat ditemukan dalam kehidupan modern.
Pesan tersebut disampaikan melalui rangkaian gerakan dan adegan yang menggambarkan keberanian perempuan untuk menentukan pilihan serta mengambil peran dalam kehidupannya sendiri.
Salah satu bagian paling kuat muncul menjelang akhir pertunjukan.
Seorang anggota Bristle’D memperagakan gerakan menggendong bayi.
Adegan tersebut menjadi simbol keberlanjutan semangat perjuangan Kartini yang dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dua penampilan tersebut memperlihatkan bahwa AQUA DBL Dance dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk menyampaikan gagasan melalui seni.
Dhamysoga memilih cerita ringan mengenai pencarian bakat dan hidrasi, sedangkan Bristle’D mengangkat isu pemberdayaan perempuan melalui kisah Kartini.
Perbedaan pendekatan tersebut justru memperlihatkan luasnya kreativitas peserta dalam menerjemahkan tema pertunjukan.
AQUA DBL Dance 2026-2027 mengusung tema “100% Indonesia”.
Kompetisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang dijadwalkan berlangsung di 31 kota pada 22 provinsi di Indonesia.
Selain kompetisi basket dan dance, musim ini juga menghadirkan DBL Camp untuk menjaring student-athlete terbaik dari berbagai daerah menuju DBL Indonesia All-Star.
Rangkaian kompetisi juga diramaikan AZA 3X3 Competition.
Masyarakat dapat mengikuti keseruan pertandingan melalui kanal YouTube DBL Play, sementara laga final tersedia melalui YouTube Good Day ID.
Kehadiran berbagai cabang dan pertunjukan tersebut membuat rangkaian DBL tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas.
Penampilan Dhamysoga Dance Distrix dan Bristle’D menunjukkan dua cara berbeda dalam menyampaikan pesan melalui koreografi.
Satu tim mengemas cerita tentang energi dan hidrasi dengan pendekatan atraktif, sementara tim lainnya membawa nilai perjuangan perempuan melalui sosok Kartini.
Keduanya membuktikan bahwa panggung dance dapat menjadi media untuk menghibur sekaligus menyampaikan gagasan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Baca juga: Bhawikarsu dan Ladies 2 Magnificent Padukan Budaya Nusantara dengan Energi Modern













