Breaking

Prestasi Evelyn Alexia di China, Perjalanan Atlet Latin Dance dari Malang

jed timo

15 August 2026

Prestasi Evelyn Alexia di China, Perjalanan Atlet Latin Dance dari Malang
Panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South menjadi kesempatan bagi banyak pelajar untuk menunjukkan kemampuan seni tari.

Infomalangcom – Panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South menjadi kesempatan bagi banyak pelajar untuk menunjukkan kemampuan seni tari.

Namun, di balik penampilan para dancer sekolah, terdapat sosok dengan pengalaman berbeda.

Evelyn Alexia Ariella Gamas, anggota Bhawikarsu Best Dancer dari SMAN 3 Malang, ternyata telah menjalani perjalanan panjang sebagai atlet dancesport hingga tampil di kompetisi internasional.

Evelyn mulai mengenal dunia tari ketika berusia tujuh tahun.

Saat itu, ia masih duduk di kelas 1 SD dan sering menemani ibunya berlatih.

Sang ibu yang juga menekuni latin dance menjadi salah satu alasan Evelyn tertarik mencoba dunia tari.

Ketertarikan tersebut kemudian berkembang menjadi keseriusan.

Ketika duduk di kelas 3 SD, Evelyn mulai berstatus sebagai atlet dancesport dan mengikuti berbagai kompetisi.

Sejak saat itu, aktivitas menari tidak hanya menjadi kegiatan yang ia lakukan untuk mengisi waktu, tetapi berkembang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Pengalaman kompetisi kemudian membawanya tampil di berbagai negara. Malaysia, Filipina, hingga China menjadi beberapa negara yang pernah menjadi tempat Evelyn menunjukkan kemampuannya.

Salah satu pencapaian penting diraih ketika ia tampil dalam Burning Dance Final di Chengdu, Sichuan, China, pada 21 Desember 2024.

Dari Kompetisi Internasional hingga Membawa Nama Malang

Di China, Evelyn berhasil membawa pulang enam medali dari berbagai kategori Standard dan Latin Dance.

Ia meraih tiga gelar juara pertama pada kategori 14 Years Old Single Group B Standard Dance Waltz dan Tango, 14 Years Old Single Standard Waltz, serta 14 Years Old Single Tango.

Prestasi lainnya diraih melalui kategori Latin Dance for Youth Students in Group J, Jive, yang juga berbuah juara pertama.

Evelyn kemudian memperoleh posisi kedua pada kategori 14 Years Old Single Jive dan posisi ketiga dalam kategori 14 Years Old Single Rumba.

Prestasi tersebut menambah panjang pengalaman Evelyn sebagai atlet muda asal Malang.

Kiprahnya juga berlanjut di tingkat nasional.

Pada Kejuaraan Nasional Dancesport ke-XV yang diselenggarakan PP IODI di Jakarta pada 31 Agustus 2025, ia berhasil meraih juara kedua kategori Synchronize Latin Cha-Cha Jive.

Tidak berhenti di kompetisi nasional, Evelyn juga menjadi bagian dari Kontingen Kota Malang dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur IX 2025. Pada ajang tersebut, ia berhasil menyumbangkan empat medali emas.

Meski memiliki sederet pencapaian, perjalanan Evelyn selama delapan tahun sebagai atlet tidak selalu berjalan mudah.

Ia pernah mengalami kejenuhan dan harus menghadapi pilihan sulit ketika memasuki jenjang SMA.

Kesibukan akademik dan kegiatan non-akademik membuatnya perlu menentukan prioritas agar keduanya tetap dapat berjalan.

Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang membantu Evelyn melewati masa tersebut.

Kedua orang tua dan sang Oma terus memberikan dukungan, termasuk mendampinginya ketika mengikuti pertandingan di berbagai daerah.

Dukungan itu membuat Evelyn kembali termotivasi untuk mengejar target yang lebih tinggi.

Salah satu impiannya adalah tampil di Blackpool Dance Festival di Inggris.

Ajang tersebut dikenal sebagai salah satu kompetisi dansa bergengsi dan telah berlangsung sejak 1920.

Bagi Evelyn, kesempatan tampil di kompetisi tersebut menjadi salah satu tujuan yang ingin diwujudkannya dalam perjalanan sebagai atlet.

Keputusan Evelyn bersekolah di SMAN 3 Malang juga berkaitan dengan ketertarikannya terhadap lingkungan sekolah yang memiliki prestasi di bidang akademik maupun seni tari.

Menariknya, ia tidak memiliki dasar kuat dalam hip hop dan modern dance sebelum bergabung dengan tim dance sekolah.

Kondisi tersebut tidak membuatnya mundur. Evelyn memilih belajar dan beradaptasi agar dapat mengikuti kebutuhan koreografi tim.

Kesempatan tampil bersama Bhawikarsu Best Dancer di AQUA DBL Dance 2026 East Java-South bahkan menjadi salah satu pengalaman yang telah lama ia impikan.

Jika sebelumnya Evelyn hanya menyaksikan kompetisi DBL dari tribun, kini ia dapat merasakan langsung atmosfer panggung tersebut.

Baginya, pengalaman itu menjadi pencapaian tersendiri sekaligus kesempatan untuk berkembang di luar dunia dancesport yang selama ini ditekuninya.

Perjalanan Evelyn menunjukkan bahwa seorang atlet muda dapat memiliki lebih dari satu ruang untuk berkembang.

Pengalaman di kompetisi dancesport menjadi bekal ketika ia mencoba dunia dance sekolah.

Dari Malang hingga panggung internasional, perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana konsistensi, keberanian mencoba hal baru, serta dukungan keluarga dapat membantu seorang pelajar mengejar prestasi sekaligus mempertahankan impiannya.

Baca juga: Javier Jadi Penentu, Moklet Amankan Kemenangan Tipis atas Stetsa

Author Image

Author

jed timo