infomalangcom – Rangkaian upacara penurunan bendera Merah Putih dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, berlangsung lancar, tertib, dan khidmat pada Senin, 17 Agustus 2026.
Usai prosesi resmi tersebut selesai, Presiden Prabowo Subianto meminta sejumlah komandan yang bertugas untuk menghadap kepadanya, sebuah momen yang turut menjadi sorotan publik pada penghujung rangkaian upacara hari itu.
Upacara penurunan bendera sore itu dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto selaku inspektur upacara.
Bertindak sebagai komandan upacara adalah Komisaris Besar Polisi Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, perwira kelahiran 22 Februari 1979 yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2003 dan saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Kota Balikpapan, Polda Kalimantan Timur.
Setelah seluruh rangkaian upacara tuntas dilaksanakan, Kombes Pol Jerrold melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Presiden Prabowo.
“Upacara telah dilaksanakan, laporan selesai,” ujar Kombes Jerrold kepada Prabowo.
Prabowo Apresiasi Kelancaran Upacara
Menanggapi laporan tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi atas jalannya upacara yang berlangsung tertib dan khidmat sepanjang acara.
Presiden kemudian meminta agar komandan upacara, komandan korps musik, serta komandan kesatuan yang terlibat dalam pelaksanaan upacara untuk menghadap kepadanya begitu rangkaian acara selesai.
Baca Juga: Putin Kirim Ucapan Kemerdekaan untuk Prabowo, Soroti Hubungan Baik Moskow-Jakarta
“Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang tertib dan khidmat, komandan upacara, komandan korsik dan komandan kesatuan, menghadap saya, lanjutkan, kerjakan,” kata Prabowo.
Perintah tersebut langsung disambut oleh Kombes Jerrold dengan jawaban singkat menandakan kesiapan melaksanakan arahan presiden.
“Kerjakan,” sahut Kombes Jerrold.
Momen komunikasi singkat antara presiden dan komandan upacara ini menjadi bagian dari tradisi seremonial yang lazim dilakukan dalam upacara-upacara kenegaraan di lingkungan Istana, sebagai bentuk apresiasi langsung inspektur upacara kepada jajaran yang telah menjalankan tugas pengamanan dan pelaksanaan upacara dengan baik.
Selain unsur komandan upacara, momen penurunan bendera Merah Putih tahun ini turut diramaikan oleh kehadiran petugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka dari Tim Indonesia Adil Makmur.
Pembawa baki pada prosesi penurunan bendera dipercayakan kepada Neeltje Deliana Insjowi Werimon, pelajar SMA Negeri 8 Jayapura yang mewakili Provinsi Papua dalam tugas kehormatan tersebut.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka pada hari itu turut diawali dengan kirab bendera Merah Putih yang dimulai dari kawasan Monumen Nasional menuju halaman Istana.
Kirab tersebut diikuti oleh pasukan berkuda serta sejumlah kelompok yang mengenakan busana adat khas berbagai kerajaan Nusantara, menambah semarak suasana perayaan kemerdekaan tahun ini.
Tidak hanya upacara di lingkungan Istana, perayaan HUT kemerdekaan turut dimeriahkan dengan pesta rakyat serta karnaval yang digelar di sepanjang ruas Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman pada malam harinya, melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan.
Kelancaran rangkaian upacara kenegaraan seperti ini tidak lepas dari koordinasi matang antara berbagai unsur pengamanan dan protokoler negara, termasuk personel kepolisian, TNI, serta jajaran Sekretariat Presiden yang bertugas memastikan setiap tahapan acara berjalan sesuai dengan tata cara kenegaraan yang berlaku.
Informasi lebih lengkap mengenai rangkaian upacara kenegaraan dapat diakses melalui laman resmi Sekretariat Presiden Republik Indonesia di.
Penunjukan komandan upacara dari kalangan perwira kepolisian pada tahun ini juga menjadi hal yang menarik perhatian, mengingat tugas tersebut lazimnya melibatkan personel dari berbagai matra, baik TNI maupun Polri, secara bergantian pada setiap penyelenggaraan upacara kenegaraan.
Kehadiran Kombes Pol Jerrold sebagai komandan upacara turut menunjukkan kepercayaan negara kepada personel kepolisian dalam menjalankan tugas-tugas protokoler penting di lingkungan Istana Kepresidenan.
Selain itu, keterlibatan generasi muda seperti pelajar Paskibraka dari berbagai provinsi, termasuk perwakilan dari wilayah Papua, turut mencerminkan semangat persatuan dan keberagaman bangsa yang terus dijaga dalam setiap perayaan hari kemerdekaan.
Momen-momen semacam ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kebanggaan generasi muda terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Peristiwa sederhana namun sarat makna ini turut menjadi pengingat bahwa di balik kemeriahan perayaan kemerdekaan, terdapat kerja keras dan dedikasi banyak pihak yang memastikan setiap detail upacara berjalan dengan khidmat, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang bangsa Indonesia meraih dan mempertahankan kemerdekaannya hingga usia ke-81 tahun ini.
Baca Juga: Iran Sampaikan Belasungkawa Gempa NTT, Tegaskan Kesiapan Kirim Bantuan ke Indonesia














