Infomalangcom – SMAN 1 Lawang (Smanela) berhasil mengamankan posisi juara grup sekaligus tiket playoff DBL East Java-South 2026.
Kepastian tersebut diraih setelah Smanela menundukkan SMK Telkom Malang (Moklet) dengan skor 23-13 pada Senin (24/8).
Kemenangan ini sempat tidak berjalan mudah.
Moklet mampu memberikan tekanan melalui enam poin beruntun pada kuarter ketiga.
Smanela kemudian menemukan momentum pada kuarter terakhir dan berhasil membalikkan situasi hingga mengunci kemenangan.
Tembakan dua angka Syallom Ezra Hutabarat pada tiga menit awal kuarter keempat mengubah kedudukan menjadi 14-13 untuk keunggulan Smanela.
Setelah itu, Smanela semakin agresif hingga akhirnya menutup pertandingan dengan skor 23-13.
Pengalaman Bermain Kini Jadi Modal Melatih
Keberhasilan tersebut memiliki arti khusus bagi Gregory Pandu Wijaya Pribadi atau Coach Pandu.
Pelatih kepala Smanela itu bukan sosok asing bagi sekolah maupun kompetisi DBL East Java-South.
Sebelum berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih, Pandu pernah menjadi bagian dari Smanela sebagai pemain pada DBL East Java-South 2024.
Kini, ia kembali ke kompetisi yang sama dengan tanggung jawab berbeda.
Jika sebelumnya Pandu berusaha membantu Smanela melalui permainan di dalam lapangan, sekarang ia bertugas menentukan strategi dan memberikan arahan kepada para pemainnya.
Pengalaman tersebut membuat Pandu memiliki perspektif berbeda terhadap perkembangan seorang pemain.
Ia menyadari bahwa kemampuan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh teknik dan kemampuan fisik, tetapi juga keberanian untuk mempercayai diri sendiri.
Menurut Pandu, pemain terkadang memiliki kemampuan yang lebih besar dibandingkan yang mereka tunjukkan ketika pertandingan berlangsung.
Keraguan dan tekanan dari atmosfer pertandingan dapat membuat pemain membatasi kemampuan mereka sendiri.
“Dulu pas masih main kan enggak kelihatan, suka ragu aku bisa enggak ya.
Tapi pas jadi pelatih, dari pinggir lapangan aku bisa lihat mereka ini sebenarnya mampu.
Mereka itu bisa do better, tapi kadang mereka sendiri yang ngasih batasan dan kena pressure dari tribun,” ungkap Pandu.
Pemahaman tersebut menjadi salah satu hal yang ingin ia tanamkan kepada para pemain Smanela.
Pandu tidak hanya berusaha meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membantu anak asuhnya memiliki mental yang lebih kuat ketika menghadapi pertandingan penting.
Smanela Diminta Segera Reset
Meski berhasil menyapu bersih fase penyisihan dan memastikan status sebagai juara grup, Pandu belum menganggap pekerjaan Smanela selesai.
Ia menilai permainan timnya masih belum mencapai kemampuan maksimal.
Skuad Smanela saat ini didominasi pemain kelas XI sehingga masih terdapat ruang untuk berkembang, terutama dalam menghadapi tekanan pertandingan.
Pandu memperkirakan performa timnya baru berada di kisaran 80 persen.
Karena itu, keberhasilan menjadi juara grup tidak boleh membuat para pemain kehilangan fokus.
Setelah pertandingan melawan Moklet berakhir, Pandu memberikan kesempatan kepada anak asuhnya untuk menikmati kemenangan.
Namun, ia meminta seluruh pemain segera mengembalikan fokus karena babak playoff akan menghadirkan tantangan yang berbeda.
“Kita memang sekarang jadi juara grup, mereka boleh senang-senang sekarang, tapi besok harus reset mulai dari nol lagi.
Kita belum juara, perjalanannya masih panjang,” ujar Pandu.
Ia juga meminta para pemain lebih fokus terhadap permainan di lapangan dan tidak mudah terpengaruh suasana tribun.
Menurutnya, kemampuan mengendalikan mental dapat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan perjalanan Smanela pada babak berikutnya.
“Pemain harus lebih fokus sama yang terjadi di bawah (lapangan), jangan kedistraksi tribun.
Kalau mereka bisa mengendalikan mental, saya pede tim ini bisa melangkah jauh,” lanjutnya.
Bagi Pandu, babak playoff menjadi kesempatan untuk menguji sejauh mana perkembangan skuad Smanela.
Status juara grup memang memberikan modal positif, tetapi hasil tersebut tidak otomatis menjamin perjalanan mereka akan berjalan mudah.
Kini, tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi permainan ketika menghadapi lawan dengan tekanan yang lebih besar.
Para pemain Smanela juga harus mampu menunjukkan kedewasaan dalam mengambil keputusan dan menjaga fokus sepanjang pertandingan.
Selain target tim, Pandu memiliki ambisi pribadi bersama almamaternya.
Setelah pernah merasakan perjuangan DBL sebagai pemain pada 2024, ia kini ingin merasakan perjalanan lebih jauh dengan peran sebagai pelatih.
Tiket playoff yang sudah diamankan menjadi langkah awal bagi Smanela untuk mengejar target tersebut.
Pandu berharap pengalaman yang pernah ia dapatkan sebagai pemain dapat membantu dirinya membimbing generasi berikutnya agar mampu menikmati sekaligus memaksimalkan kesempatan di panggung DBL.
Perjalanan Smanela masih panjang. Setelah menjadi juara grup, mereka harus kembali memulai perjuangan dari awal pada babak playoff.
Bagi Coach Pandu, kemenangan atas Moklet bukanlah akhir, melainkan momentum untuk membuktikan bahwa Smanela mampu melangkah lebih jauh di DBL East Java-South 2026.
Baca juga: Selesai Jadi Paskibraka Kota Pasuruan, Zahra Talita Kembali Beraksi Bersama Smasa











