Infomalangcom – Dunia seni sudah menjadi bagian dari perjalanan Janitra Astadewi Syaluna sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
Siswi kelas XII SMAN 8 Malang itu kini dikenal sebagai salah satu bagian dari Smarihasta Dance Community, tetapi kecintaannya terhadap seni ternyata berawal dari panggung yang berbeda.
Jenny, sapaan akrabnya, pertama kali mengenal dunia seni melalui ekstrakurikuler teater dan monolog ketika duduk di kelas III SD.
Dari pengalaman tersebut, ia belajar membangun karakter, mengolah emosi, mengekspresikan diri, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
Pengalaman itu kemudian menjadi bekal ketika Jenny mulai menekuni modern dance.
Menurutnya, teater dan tari memiliki banyak kesamaan, terutama dalam hal penjiwaan dan kemampuan menyampaikan emosi melalui tubuh.
“Teater dan dance itu susah banget untuk dipilih salah satu, karena keduanya saling berhubungan.
Lewat teater dari yang sudah aku jalani sejak SD, aku belajar mengekspresikan diri, dan itu membantu banget waktu aku membawakan modern dance,” ujar Jenny.
Ketekunan Jenny dalam berlatih membuatnya mulai mengumpulkan berbagai prestasi.
Ia pernah meraih Juara 1 Monolog Festival Bahasa Sastra Smanti Tingkat Provinsi Jawa Timur 2024, Juara Utama Festival Panji Universitas Airlangga Tingkat Provinsi 2024, serta Juara 2 Monolog FLS3N Tingkat Kota Malang pada 2025 dan 2026.
Di bidang dance, ia juga pernah menjadi Best 3 Seleksi Kota Atlet Dance Sport Hip-Hop Duo U20 IODI 2024 dan masuk Top 10 DBL Dance East Java-South 2024.
Selain itu, Jenny dipercaya menjadi Duta Bhaskara Talenta 2025 SMAN 8 Malang dan juri Inclusive Art Show 2025.
Perjalanan dari Teater ke Last Dance Bersama Smarihasta
Kedekatannya dengan modern dance bermula dari sebuah ketidaksengajaan.
Saat masih SMP, Jenny mencari klub tari di luar sekolah.
Dari pencarian tersebut, ia kemudian mengenal DBL Dance dan mulai memasang target untuk bisa tampil di ajang tersebut ketika memasuki SMA.
Mimpi itu tidak datang dengan mudah. Untuk menjadi bagian dari tim dance SMAN 8 Malang, Jenny harus melalui beberapa tahap seleksi.
Prosesnya dimulai dari pengiriman video secara daring, kemudian berlanjut dengan seleksi langsung berupa ujian hafalan koreografi yang diberikan pelatih.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil. Jenny berhasil masuk skuad dance SMAN 8 Malang selama tiga musim secara berturut-turut.
Namun, perjalanan tersebut sempat menghadirkan tantangan.
Pada musim keduanya, Jenny menghadapi persoalan pribadi yang berkaitan dengan dinamika dukungan dari lingkungan internal dan keluarga. Meski demikian, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti mengejar target di dunia dance.
Tantangan lain muncul pada musim ini.
Smarihasta Dance Community sebelumnya telah mempersiapkan konsep dan properti dengan nuansa futuristik Cyberpunk.
Namun, perubahan tema wajib menjadi “100% Indonesia” membuat mereka harus memikirkan ulang konsep yang sudah disiapkan.
Jenny dan tim sempat panik karena konsep awal memiliki perbedaan cukup jauh dengan tema yang ditentukan.
Setelah berdiskusi bersama pelatih, mereka akhirnya menemukan pendekatan baru dengan menggabungkan konsep futuristik dengan gambaran kehidupan masyarakat Indonesia.
“Awalnya sempat kaget dan panik karena konsep yang kita siapkan sudah jalan ke arah Cyberpunk.
Tapi pelatih terus ngeyakinin kita untuk tetap percaya diri sama konsep ini, sampai akhirnya kita racik kondisi masyarakat Indonesia di era futuristik,” jelas Jenny.
Musim 2026 menjadi momen khusus bagi Jenny karena merupakan penampilan terakhirnya sebagai siswa SMA.
Ia ingin menutup perjalanan bersama Smarihasta Dance Community dengan pencapaian yang lebih tinggi.
Targetnya adalah membawa tim kembali masuk jajaran Best Five AQUA DBL Dance 2026 East Java-South.
Harapan tersebut tidak terlepas dari pengalaman pada 2024 ketika Jenny dan Smarihasta berhasil masuk Top 10 DBL Dance.
Pada tahun yang sama, Jenny juga merasakan pengalaman mengikuti perjalanan tim basket SMAN 8 Malang hingga babak Championship di Surabaya.
Atmosfer pertandingan dan euforia DBL meninggalkan kesan yang kuat baginya.
“Waktu pertama kali ikut DBL di tahun 2024 dan ikut tim basket sampai ke Surabaya, euforianya gila dan seru banget.
Karena ini last dance, aku mau banget ngerasain momen itu lagi dan membawa tim basket maupun dance melangkah sejauh mungkin,” pungkasnya.
Kini, panggung AQUA DBL Dance 2026 East Java-South menjadi salah satu kesempatan terakhir Jenny untuk menciptakan kenangan bersama Smarihasta.
Setelah bertahun-tahun menekuni teater, monolog, hingga modern dance, ia ingin menutup masa SMA dengan memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa timnya kembali bersaing di papan atas.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan hadir di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia.
Kompetisi ini juga menjadi jalur bagi para student-athlete terbaik untuk mendapatkan kesempatan menuju DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Selain kompetisi utama, musim ini menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100% Indonesia”.
Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play, sedangkan laga final juga tersedia di YouTube Good Day ID.
Baca juga: Gishela Beralih dari Futsal ke Basket, 1,5 Tahun Berjuang Tembus Tim DBL Santa Maria











