Infomalangcom – Tribun timur GOR Ken Arok Malang kembali bergemuruh saat Magmatroopers, suporter MAN 2 Kota Malang, menampilkan koreografi 4D berupa kapal bajak laut pada Senin (24/8).
Penampilan tersebut menjadi penutup rangkaian cerita Pirates of the Caribbean yang mereka bawakan selama Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South.
Pertunjukan diawali dengan giant flag bergambar lautan yang diangkat menutupi tribun.
Setelah tirai tersebut terbuka, sebuah kapal bajak laut berukuran besar muncul lengkap dengan sosok nakhoda di atasnya.
Visual itu dibuat seolah-olah kapal sedang diterjang tentakel merah Kraken sehingga suasana tribun semakin dramatis.
Koreografi tersebut menjadi bentuk dukungan Magmatroopers untuk mengawal perjuangan tim basket MAN 2 Kota Malang dalam perebutan posisi juara Grup D pada Senin (24/8).
Meski hanya berlangsung beberapa menit, penampilan itu menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian penonton di GOR Ken Arok Malang.
Kapal Bongkar-Pasang Disiapkan Selama Dua hingga Tiga Bulan
Abdul Wahab Iqdam Thalib atau Dudu, Ketua 1 Magmatroopers, turut mengambil bagian dalam koreografi tersebut.
Ia berperan sebagai nakhoda yang berdiri di atas kapal bongkar-pasang yang telah dipersiapkan secara khusus bersama anggota suporter lainnya.
Di balik penampilan yang singkat, proses persiapannya berlangsung cukup panjang.
Dudu mengungkapkan bahwa pembuatan kapal membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan sebelum akhirnya ditampilkan di tribun.
Kapal tersebut dirancang menggunakan kerangka besi ringan yang kemudian dilapisi triplek dan dicat menyerupai tekstur kayu agar terlihat seperti kapal bajak laut.
Karena tidak memungkinkan membawa kapal dalam kondisi utuh ke dalam tribun, Magmatroopers memilih menggunakan sistem bongkar-pasang agar setiap bagian dapat dirakit dengan cepat saat waktu pertunjukan tiba.
“Proses bikin kapalnya sekitar dua sampai tiga bulan.
Karena kapalnya enggak bisa langsung dibawa masuk utuh, kita pakainya sistem bongkar-pasang kaya kusen pintu.
Pas giant flag gambar laut naik, anak-anak langsung cepat-cepatan rakit kapalnya di tengah tribun,” cerita Dudu.
Sistem tersebut memungkinkan para suporter merakit kapal dalam waktu singkat setelah giant flag diangkat.
Seluruh proses teknis diperhitungkan dengan matang karena mereka harus bekerja di tengah tribun yang padat penonton serta memiliki waktu pertunjukan yang sangat terbatas.
Tidak hanya mengandalkan bentuk kapal, Magmatroopers juga menambahkan sejumlah efek visual untuk membuat koreografi semakin hidup.
Salah satu efek yang paling mencolok adalah kilatan petir yang dibuat menggunakan instalasi lampu LED sepanjang belasan meter.
Agar lampu tersebut dapat menghasilkan efek kedipan secara manual, para suporter merangkai jaringan kabel yang terhubung dengan tiga unit aki.
Rangkaian itu dipersiapkan khusus agar efek pencahayaan dapat muncul bersamaan dengan momen kapal muncul di balik giant flag.
Bagi Dudu yang kini duduk di kelas XII, penampilan pada Senin (24/8) memiliki arti lebih dari sekadar menjadi koreografi penutup.
Tahun ini menjadi momentum spesial karena Magmatroopers memasuki usia satu dekade sejak berdiri pada 2016.
Perayaan sepuluh tahun tersebut menjadi tambahan motivasi bagi para anggota untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus mencatatkan prestasi baru sebagai kelompok suporter MAN 2 Kota Malang.
Mereka ingin menunjukkan bahwa kreativitas di tribun dapat berjalan beriringan dengan dukungan penuh terhadap tim basket sekolah.
“Tahun ini tepat sepuluh tahun Magmatroopers berdiri.
Para alumni enggak minta hadiah apa-apa, cuma minta kita kasih yang terbaik.
Harapan kita sama teman-teman jelas pengen mecahin rekor dan bawa sekolah ini buka sejarah baru, minimal mengunci posisi Best Supporter satu atau dua,” pungkas Dudu.
Rangkaian koreografi Pirates of the Caribbean akhirnya ditutup dengan kemunculan kapal bajak laut di tribun GOR Ken Arok Malang pada Senin (24/8).
Bagi Magmatroopers, pertunjukan tersebut bukan hanya menjadi penutup sebuah cerita, tetapi juga bagian dari upaya mereka mengukir sejarah pada perayaan satu dekade kelompok suporter tersebut.
Kehadiran kapal bajak laut, efek Kraken, giant flag bergambar lautan, hingga kilatan petir menjadi simbol dari kerja sama yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan.
Bagi Magmatroopers, penampilan itu menjadi bukti bahwa kreativitas di tribun dapat menjadi bagian penting dalam mendukung perjuangan tim basket MAN 2 Kota Malang sepanjang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South.
Baca juga: Dukungan Para Ibu Smandasa Tetap Mengalir meski Kalah di DBL East Java-South












