Infomalangcom – Perjalanan Gishela Evelin Putri Tetelepta menuju panggung Honda DBL with Kopi Good Day tidak datang secara instan.
Sebelum mengenakan jersey basket SMA Santa Maria Malang, Evelin lebih dulu dikenal sebagai atlet futsal.
Evelin memang sudah akrab dengan olahraga sejak kecil.
Tumbuh bersama saudara-saudaranya membuat perempuan yang biasa disapa Evelin itu terbiasa bermain sepak bola dan futsal.
Kemampuannya bahkan sempat membawanya meraih sejumlah prestasi.
Salah satunya ketika ia berhasil menjadi juara pertama Festival Sepak Bola Anak U-12 antarsekolah sepak bola (SSB).
Perjalanan tersebut berlanjut ketika Evelin dipercaya memperkuat tim Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Timur 2024 dengan membawa nama Kota Malang.
Timnya pun sukses keluar sebagai juara pertama.
Namun, memasuki jenjang SMA, Evelin memilih mencoba tantangan baru.
Ia mulai mengenal basket dan perlahan meninggalkan rutinitasnya sebagai pemain futsal.
Perpindahan tersebut ternyata tidak mudah.
Evelin harus beradaptasi dengan berbagai aturan baru dalam basket, termasuk situasi kontak fisik yang berbeda dengan olahraga yang selama ini ditekuninya.
“Jujur, dari futsal ke basket itu susah banget. Basket peraturannya banyak, kalau kontak bodi sedikit bisa kena foul. Dari kecil aku terbiasa main bola dan futsal, lalu di SMA harus belajar basket dari nol,” ujar Evelin.
Adaptasi 1,5 Tahun Berbuah Posisi Starting Five
Alih-alih menyerah, Evelin justru menjadikan proses adaptasi tersebut sebagai tantangan.
Selama kurang lebih 1,5 tahun sejak duduk di kelas X, ia rutin menjalani latihan untuk mengejar kesempatan tampil bersama tim basket Santa Maria.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil pada tahun terakhirnya di SMA.
Evelin mendapatkan kepercayaan untuk menjadi bagian dari skuad Santa Maria Malang yang berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South.
Bukan sekadar masuk roster, Evelin bahkan langsung dipercaya mengisi posisi starting five dalam dua pertandingan Santa Maria di musim ini.
Bagi Evelin, kesempatan tersebut terasa semakin spesial karena Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South menjadi musim perdana sekaligus terakhirnya di panggung DBL sebagai pemain SMA.
“Aku tuh berjuang banget buat bisa sampai ke sini, adaptasinya susah banget, dan ternyata baru di tahun terakhir bisa sampai melantai di DBL itu rasanya luar biasa. Aku bahkan sempat pengen nangis karena bangga bisa melewati perjuangan belajar dari nol sampai ke panggung ini,” tuturnya.
Perjalanan Santa Maria Malang di DBL East Java-South 2026 dimulai dengan hasil positif.
Mereka berhasil mengamankan kemenangan pada laga perdana setelah menundukkan SMAN 1 Malang dengan skor 12-5.
Sayangnya, langkah Santa Maria harus terhenti pada laga do or die perebutan juara grup.
Berhadapan dengan SMAN 8 Malang pada Selasa (25/8/2026), Santa Maria harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah 38-87.
Meski gagal melanjutkan perjalanan, Evelin tidak melihat hasil tersebut sebagai alasan untuk kecewa.
Baginya, pengalaman bermain di DBL dan perjuangan bersama rekan setim justru menjadi pencapaian yang patut dibanggakan.
Ia menilai kekompakan menjadi salah satu hal terpenting selama timnya menjalani kompetisi.
Bermain tanpa mengedepankan ego membuat perjalanan Santa Maria terasa lebih berarti.
“Dibilang kecewa sih enggak, karena kami sudah menunjukkan yang terbaik di dalam gim.Prinsip kami main as a team, tidak boleh pakai ego. Walau perjalanan kami harus terhenti, aku tetap senang karena bisa membuktikan kemampuan dan mewujudkan mimpi melantai di DBL,” pungkas Evelin.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan kembali hadir di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia.
Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia juga akan menjaring student-athlete terbaik dari setiap kota untuk mendapatkan kesempatan menuju DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Selain kompetisi basket, musim ini turut menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100% Indonesia”.
Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play. Sementara laga final juga tersedia di kanal YouTube Good Day ID.
Baca juga: 31 Tahun di Dunia Basket, Coach Tatok Antar Dua Tim Smarihasta ke Playoff












