infomalangcom – Kasus ISPA di Kalimantan Timur mengalami peningkatan di sejumlah daerah saat musim kemarau berlangsung. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, termasuk menyiapkan masker ketika beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan debu dan partikel yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Jaya Mualimin mengatakan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah kabupaten dan kota berada pada kisaran 10–20 persen. Menurutnya, perubahan tersebut masih bersifat fluktuatif dan perlu dipantau mengikuti kondisi musim serta lingkungan.
Berdasarkan data Dinkes Kaltim yang disampaikan pemerintah daerah, sejak Januari terdapat 66.468 kasus ISPA di Balikpapan, 48.230 kasus di Samarinda, 29.153 kasus di Kutai Kartanegara, dan 7.562 kasus di Kutai Barat. Angka tersebut menunjukkan perlunya perhatian terhadap kesehatan pernapasan ketika kondisi cuaca semakin kering.
Mengapa Kasus ISPA Kaltim Perlu Diwaspadai
Jaya menjelaskan, musim kemarau membuat tingkat kekeringan meningkat. Ketika kondisi tersebut disertai angin, debu menjadi lebih mudah beterbangan dan berpotensi masuk ke saluran pernapasan.
Karena itu, masyarakat dianjurkan melakukan langkah perlindungan sederhana, terutama ketika berada di luar rumah atau berada di wilayah dengan paparan debu tinggi.
“Kami terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau,” kata Jaya. Ia juga menekankan bahwa paparan debu perlu diantisipasi, terutama oleh anak-anak dan kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Penggunaan masker saat beraktivitas di luar menjadi salah satu langkah yang dianjurkan pemerintah.
Imbauan tersebut bukan berarti setiap peningkatan ISPA secara otomatis disebabkan satu faktor tertentu. Dinas kesehatan tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus dan kondisi lingkungan.
Pendekatan tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi berdasarkan data, bukan sekadar kekhawatiran yang berkembang di tengah kondisi kemarau.
Pemprov Kaltim juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi tubuh. Apabila muncul keluhan atau gejala gangguan pernapasan, warga dianjurkan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan.
Langkah ini diperlukan agar keluhan dapat dinilai tenaga kesehatan dan penanganan dapat diberikan sesuai kondisi masing-masing.
Selain imbauan penggunaan masker, kesiapsiagaan kesehatan juga dilakukan melalui pemantauan dan dukungan logistik.
Dinkes Kaltim sebelumnya menyiagakan tim krisis kesehatan untuk mengantisipasi peningkatan ISPA yang berkaitan dengan paparan asap karhutla. Puluhan ribu boks masker dewasa juga disalurkan ke wilayah yang dinilai memiliki risiko paparan asap tinggi.
Wilayah penerima distribusi tersebut meliputi Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, dan Paser. Kelompok rentan, seperti balita, ibu hamil, dan lansia, menjadi perhatian dalam upaya perlindungan kesehatan.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa penanganan risiko pernapasan dilakukan melalui kombinasi pemantauan, pencegahan, dan kesiapan layanan.
Dinkes Kaltim juga telah mengintegrasikan pemantauan kualitas udara dengan pelaporan kasus ISPA secara real-time. Data pemantauan ini dapat membantu pemerintah melihat perkembangan kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menyesuaikan respons ketika terjadi perubahan lingkungan.
Kondisi kemarau membuat kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan, debu, atau paparan asap. Masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi paparan debu.
Pemerintah daerah mengingatkan bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya bergantung pada penggunaan masker. Warga juga perlu memperhatikan kondisi udara, menjaga kebugaran, dan segera mencari pertolongan apabila mengalami gangguan pernapasan yang mengkhawatirkan.
Pemprov Kaltim menilai kewaspadaan masyarakat perlu dilakukan secara proporsional karena peningkatan ISPA masih berubah mengikuti situasi. Informasi kesehatan juga perlu dibedakan dari kabar yang tidak terverifikasi.
Warga sebaiknya mengutamakan keterangan resmi, terutama ketika membahas hubungan antara karhutla, kualitas udara, dan gangguan pernapasan.
Dengan cara itu, upaya pencegahan dapat dilakukan secara tepat tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat selama musim kemarau berlangsung serta perubahan kondisi cuaca di setiap wilayah secara berkala terus.
Dengan pemantauan data dan langkah pencegahan yang berjalan bersamaan, peningkatan ISPA di Kalimantan Timur diharapkan dapat diantisipasi lebih baik. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi dari Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah agar tindakan perlindungan yang dilakukan sesuai dengan kondisi terbaru.
Baca juga: Agustus 2026, Danrem Pastikan Posko Udara Perkuat Pemadaman Karhutla Jambi












