infomalangcom – Pengiriman jagung sebanyak 33.000 ton dari Bulog Sulselbar ke Jawa Timur menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga pasokan sekaligus menstabilkan harga jagung untuk kebutuhan peternakan. Distribusi tersebut dilakukan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung.
Perum Bulog Kanwil Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mengirim 33.000 ton jagung kepada Perum Bulog Kanwil Jawa Timur. Pengiriman dilakukan bertahap melalui jalur laut menuju gudang Bulog Jawa Timur sebelum disalurkan kepada peternak dan kelompok peternak.
Pemimpin Wilayah Bulog Sulselbar Fahrurozi mengatakan langkah tersebut ditujukan untuk membantu peternak memperoleh jagung dengan harga yang wajar serta pasokan yang terjamin. Menurutnya, dukungan pasokan diperlukan karena jagung merupakan salah satu bahan penting dalam produksi pakan ternak.
“Melalui SPHP jagung, kami mendukung Bulog Jawa Timur agar peternak memperoleh jagung dengan harga wajar dan pasokan yang terjamin,” ujar Fahrurozi di Makassar.
Pengiriman dari Sulawesi Selatan juga berkaitan dengan posisi daerah tersebut sebagai salah satu sentra produksi jagung nasional. Sementara itu, Jawa Timur memiliki sektor peternakan unggas yang membutuhkan pasokan jagung sebagai bahan baku pakan.
Baca juga: UM dan Disdik Jatim Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Mutu Pendidikan 2026
SPHP Jagung Jaga Pasokan untuk Peternak
Fahrurozi menjelaskan kenaikan harga jagung dapat meningkatkan beban biaya peternak. Kondisi tersebut berpotensi berpengaruh terhadap biaya produksi komoditas peternakan, termasuk telur dan daging ayam.
Karena itu, pengiriman jagung tidak hanya diarahkan untuk menjaga ketersediaan komoditas di Jawa Timur. Distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan antardaerah, dan mendukung penyerapan hasil panen jagung petani di Sulawesi Selatan.
Bulog menyebut jagung yang dikirim akan disalurkan kepada peternak dan kelompok peternak. Proses distribusi dilakukan dengan tetap memperhatikan standar mutu jagung sehingga komoditas yang diterima sesuai kebutuhan pengguna.
Baca juga: 2026 Prabowo Matangkan Rencana Kuliah Gratis, Pendidikan Tinggi Jadi Sorotan
Program SPHP jagung sendiri merupakan kebijakan pemerintah untuk membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional pada 7 September 2026, realisasi penyaluran SPHP jagung telah mencapai 143,5 ribu ton dan diakses peternak di 33 provinsi.
Bapanas juga mencatat Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah peternak penerima terbanyak dalam data tersebut, yakni 3.690 peternak.
Pemerintah menetapkan harga jagung SPHP sebesar Rp5.000 per kilogram untuk pengambilan di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.
Kebijakan tersebut mempertimbangkan kebutuhan peternak sekaligus kondisi harga di tingkat petani. Bapanas menegaskan penyaluran ke wilayah sentra produksi perlu memperhatikan periode panen raya serta perkembangan harga jagung agar distribusi tidak menekan harga petani secara berlebihan.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian melaporkan penyaluran SPHP jagung telah mencapai 127,43 ribu ton hingga 23 Agustus 2026.
Program itu telah menjangkau peternak di 28 provinsi, melibatkan 100 koperasi dan asosiasi, serta diakses oleh 5.543 peternak.
Kementan menjelaskan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen jagung dan peternak sebagai pengguna bahan baku pakan.
Jagung hasil pengadaan pemerintah dikelola Bulog sebagai bagian dari Cadangan Jagung Pemerintah dan dipersiapkan untuk penyaluran sesuai standar kualitas.
Pengiriman 33.000 ton dari Bulog Sulselbar ke Jawa Timur menjadi bagian dari mekanisme distribusi jagung dalam program SPHP.
Pelaksanaan penyaluran selanjutnya menjadi penting untuk memastikan pasokan diterima peternak dan membantu menjaga keterjangkauan biaya pakan.
Langkah tersebut juga menunjukkan peran distribusi antardaerah dalam menghubungkan wilayah sentra produksi dengan daerah yang membutuhkan pasokan.
Dengan pengiriman bertahap dan penyaluran melalui Bulog Jawa Timur, program diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan jagung sekaligus mendukung keberlanjutan usaha peternakan.
Bulog Sulselbar sebelumnya mengusulkan tambahan pagu jagung SPHP sebanyak 3.800 ton pada 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap kenaikan harga telur dan daging ayam yang berkaitan dengan biaya pakan. Komitmen tersebut melengkapi pengiriman 33.000 ton yang diarahkan ke Jawa Timur.
Melalui program SPHP, pemerintah berupaya menjaga kesinambungan pasokan jagung dari tingkat produksi hingga peternak. Distribusi 33.000 ton ini menjadi bagian dari upaya tersebut.










