Diperbarui per 1 November 2026
Ringkasan
Gerbong Maut bernomor GR10152 adalah satu-satunya gerbong asli yang tersisa dari tragedi pemindahan tahanan pejuang dari Bondowoso ke Surabaya pada 23 November 1947. Gerbong ini dipajang di halaman belakang Museum Brawijaya, Jalan Ijen, Kota Malang, dan bisa dilihat siapa saja dengan tiket masuk museum.
Info Praktis
| Lokasi | Museum Brawijaya, Jalan Ijen 25A, Gading Kasri, Klojen, Kota Malang |
| Posisi gerbong | Halaman belakang museum, di area luar ruangan |
| Jam buka | Setiap hari, 08.00–15.00 WIB* |
| Tiket masuk | Rp10.000 per orang* |
| Pemandu | Tersedia, tarif sekitar Rp50.000* |
| Telepon | (0341) 562394 |
| Fasilitas | Toilet, musala, kantin |
| Durasi ideal | 1–2 jam untuk keliling seluruh museum |
Cara ke Sana
- Bus Trans Jatim Koridor I (Trans Jatim Gajayana).
Koridor ini melayani rute Terminal Hamid Rusdi–Terminal Landungsari–Terminal Batu, melewati Stasiun Malang, Kajoetangan, Jalan Kawi, dan Jalan Ijen. Turunlah di pemberhentian Kawi, yang paling dekat dengan museum, atau di sekitar Jalan Ijen.- Jam operasional: 04.00–22.00 WIB
- Tarif: Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 untuk mahasiswa, berlaku dua jam, pembayaran nontunai**
- Pemberhentian di Jalan Kawi berupa rambu, bukan shelter beratap, jadi siapkan payung saat musim hujan.
- Angkot.
Beberapa trayek angkot berwarna biru melintasi Jalan Ijen, antara lain AL (Arjosari–Landungsari), ADL (Arjosari–Dinoyo–Landungsari), dan MK (Madyopuro–Karang Besuki). Sampaikan ke sopir bahwa kamu turun di Museum Brawijaya.** - Kendaraan pribadi.
Arahkan aplikasi peta ke “Museum Brawijaya”. Lokasinya di jalur Jalan Ijen yang mudah dijangkau dari pusat kota. Soal parkir, gunakan juru parkir resmi dan minta karcis. Dishub Kota Malang mengingatkan bahwa penarikan parkir tanpa karcis resmi bisa dilaporkan.*** - Ojek atau taksi online.
Pilihan paling praktis dari stasiun atau hotel di pusat kota.
**Tarif Trans Jatim berasal dari pengumuman Pemkot Malang saat peluncuran pada November 2025. Data trayek angkot bersumber dari Dishub Kota Malang dan bisa telah berubah. Cek ulang lewat aplikasi Trans Jatim atau Dishub Kota Malang.
***Belum ada informasi resmi soal lokasi dan tarif parkir khusus pengunjung Museum Brawijaya. Tanyakan ke petugas museum saat ke lokasi.
Apa yang Bisa Dilihat di Gerbong
- Nomor GR10152 di badan gerbong. Ini nomor registrasi gerbong ketiga, yang seluruh penumpangnya meninggal dalam perjalanan.
- Kode SS 1920 di bagian roda, penanda bahwa gerbong dibuat oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api pemerintah Hindia Belanda, pada 1920.
- Ukurannya: panjang 5,27 meter, lebar 2,82 meter, tinggi 3,34 meter. Ruang sesempit ini pernah diisi puluhan orang.
- Papan keterangan di salah satu sisi gerbong, berisi ringkasan sejarah dan jumlah korban.
Sejarah Singkat
Pada 23 November 1947, Belanda memindahkan 100 tahanan pejuang dari penjara Bondowoso ke Surabaya menggunakan tiga gerbong barang yang tertutup rapat. Perjalanan sekitar 16 jam di bawah terik matahari menewaskan 46 orang. Gerbong ketiga, GR10152, tak memiliki celah udara sama sekali, sehingga tidak ada penumpangnya yang selamat.
Menurut pemandu museum, gerbong ini ditemukan di Yogyakarta sekitar 1967 lalu dibawa ke Malang. Dua gerbong lainnya tidak diketahui keberadaannya, sedangkan gerbong di Bondowoso dan Surabaya merupakan replika atau monumen.
Tips Berkunjung
- Telepon dulu ke (0341) 562394 untuk memastikan jam buka, terutama pada hari Jumat, akhir pekan, dan hari libur nasional.
- Datang pagi. Gerbong berada di area luar, jadi kunjungan pagi lebih nyaman sebelum siang terik.
- Gunakan pemandu bila ingin mendengar kisah lengkap gerbong dan koleksi lain.
- Jaga sikap. Gerbong ini adalah saksi gugurnya puluhan orang, jadi berfotolah dengan wajar dan patuhi aturan museum soal menyentuh koleksi.
- Kunjungan malam tidak dibuka untuk umum. Menurut keterangan pihak museum pada 2019, kunjungan di luar jam operasional memerlukan izin Bintaldam V/Brawijaya.
- Gabungkan rute. Dengan Trans Jatim Koridor I, kunjungan ke museum bisa disambung ke Kajoetangan Heritage dan Stasiun Malang dalam satu jalur.
Momen Khusus: Peringatan 23 November
Setiap 23 November, Kabupaten Bondowoso memperingati Tragedi Gerbong Maut berdasarkan Peraturan Bupati Bondowoso Nomor 37 Tahun 2011. Pada peringatan sebelumnya, Pemkab Bondowoso mengimbau kantor pemerintahan dan rumah warga mengibarkan bendera Merah Putih. Tahun ini adalah peringatan ke-79, yang jatuh pada Senin (23/11/2026).
Hingga artikel ini diperbarui, belum ada informasi mengenai acara peringatan khusus di Museum Brawijaya Malang. Bagi yang ingin mengenang peristiwa ini, berkunjung dan melihat langsung satu-satunya gerbong asli yang tersisa bisa menjadi cara sederhana untuk menghormati para korban.
Diperbarui per 1 November 2026. Data jam buka, tiket, tarif pemandu, dan transportasi bersumber dari publikasi daring dan perlu dikonfirmasi ulang secara berkala.
Editor: Handoyo Tejo Wasito
Baca Juga: Sejarah Gerbong Maut Museum Brawijaya Malang, Satu-satunya Gerbong Asli Tragedi Bondowoso 1947
Pariwisata
Pariwisata
Pariwisata
Pariwisata
Pariwisata
Pariwisata