UPDATE MALANG RAYA Kabar terbaru, agenda, layanan publik, dan informasi penting untuk warga Pantau Update
THE AUTHORITY OF MALANG RAYA
1 November 2026Malang Raya
Kirim Info Warga
1 November 2026Malang Raya

Panduan Berkunjung ke Gerbong Maut Museum Brawijaya Malang: Lokasi, Jam Buka, dan Tiket

Ilustrasi berwarna gerbong barang tua abu-abu dan hitam bernomor GR10152 di bawah atap seng, dikelilingi pagar besi di halaman belakang Museum Brawijaya Malang.
Ilustrasi Gerbong Maut bernomor GR10152 di halaman belakang Museum Brawijaya, Jalan Ijen 25A, Kota Malang, satu-satunya gerbong asli tragedi Bondowoso 23 November 1947 yang bisa dilihat pengunjung. (Ilustrasi: Gemini AI/Info Malang, berdasarkan foto asli)

Singkatnya

  • Gerbong Maut GR10152, satu-satunya gerbong asli tragedi 1947, dipajang di halaman belakang Museum Brawijaya, Jalan Ijen 25A, Malang.
  • Museum buka setiap hari 08.00–15.00 WIB dengan tiket sekitar Rp10.000, tetapi jadwal dan harga bisa berubah.
  • Bisa dijangkau dengan Trans Jatim Koridor I (turun di Kawi) atau angkot AL, ADL, dan MK.

Kenapa

Warga dan wisatawan bisa melihat langsung bukti fisik satu-satunya tragedi Gerbong Maut di pusat Kota Malang dengan biaya murah dan transportasi umum yang mudah.

Kesimpulan

Telepon museum di (0341) 562394 sebelum berangkat, lalu sisihkan satu hingga dua jam untuk mengenal kisah gerbong ini secara langsung.

Ringkasan ini dibantu AI dan ditinjau tim redaksi Info Malang.

Bagikan

Diperbarui per 1 November 2026

Ringkasan

Gerbong Maut bernomor GR10152 adalah satu-satunya gerbong asli yang tersisa dari tragedi pemindahan tahanan pejuang dari Bondowoso ke Surabaya pada 23 November 1947. Gerbong ini dipajang di halaman belakang Museum Brawijaya, Jalan Ijen, Kota Malang, dan bisa dilihat siapa saja dengan tiket masuk museum.

Info Praktis

LokasiMuseum Brawijaya, Jalan Ijen 25A, Gading Kasri, Klojen, Kota Malang
Posisi gerbongHalaman belakang museum, di area luar ruangan
Jam bukaSetiap hari, 08.00–15.00 WIB*
Tiket masukRp10.000 per orang*
PemanduTersedia, tarif sekitar Rp50.000*
Telepon(0341) 562394
FasilitasToilet, musala, kantin
Durasi ideal1–2 jam untuk keliling seluruh museum
*Jam buka, harga tiket, dan tarif pemandu dihimpun dari sumber daring per 1 November 2026. Beberapa sumber menyebut angka berbeda, misalnya tiket Rp5.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak, atau jam tutup lebih awal pada hari tertentu. Data ini bisa berubah sewaktu-waktu, jadi sebaiknya hubungi museum sebelum berkunjung.

Cara ke Sana

  1. Bus Trans Jatim Koridor I (Trans Jatim Gajayana).
    Koridor ini melayani rute Terminal Hamid Rusdi–Terminal Landungsari–Terminal Batu, melewati Stasiun Malang, Kajoetangan, Jalan Kawi, dan Jalan Ijen. Turunlah di pemberhentian Kawi, yang paling dekat dengan museum, atau di sekitar Jalan Ijen.
    • Jam operasional: 04.00–22.00 WIB
    • Tarif: Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 untuk mahasiswa, berlaku dua jam, pembayaran nontunai**
    • Pemberhentian di Jalan Kawi berupa rambu, bukan shelter beratap, jadi siapkan payung saat musim hujan.
  2. Angkot.
    Beberapa trayek angkot berwarna biru melintasi Jalan Ijen, antara lain AL (Arjosari–Landungsari), ADL (Arjosari–Dinoyo–Landungsari), dan MK (Madyopuro–Karang Besuki). Sampaikan ke sopir bahwa kamu turun di Museum Brawijaya.**
  3. Kendaraan pribadi.
    Arahkan aplikasi peta ke “Museum Brawijaya”. Lokasinya di jalur Jalan Ijen yang mudah dijangkau dari pusat kota. Soal parkir, gunakan juru parkir resmi dan minta karcis. Dishub Kota Malang mengingatkan bahwa penarikan parkir tanpa karcis resmi bisa dilaporkan.***
  4. Ojek atau taksi online.
    Pilihan paling praktis dari stasiun atau hotel di pusat kota.

**Tarif Trans Jatim berasal dari pengumuman Pemkot Malang saat peluncuran pada November 2025. Data trayek angkot bersumber dari Dishub Kota Malang dan bisa telah berubah. Cek ulang lewat aplikasi Trans Jatim atau Dishub Kota Malang.

***Belum ada informasi resmi soal lokasi dan tarif parkir khusus pengunjung Museum Brawijaya. Tanyakan ke petugas museum saat ke lokasi.

Apa yang Bisa Dilihat di Gerbong

  • Nomor GR10152 di badan gerbong. Ini nomor registrasi gerbong ketiga, yang seluruh penumpangnya meninggal dalam perjalanan.
  • Kode SS 1920 di bagian roda, penanda bahwa gerbong dibuat oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api pemerintah Hindia Belanda, pada 1920.
  • Ukurannya: panjang 5,27 meter, lebar 2,82 meter, tinggi 3,34 meter. Ruang sesempit ini pernah diisi puluhan orang.
  • Papan keterangan di salah satu sisi gerbong, berisi ringkasan sejarah dan jumlah korban.

Sejarah Singkat

Pada 23 November 1947, Belanda memindahkan 100 tahanan pejuang dari penjara Bondowoso ke Surabaya menggunakan tiga gerbong barang yang tertutup rapat. Perjalanan sekitar 16 jam di bawah terik matahari menewaskan 46 orang. Gerbong ketiga, GR10152, tak memiliki celah udara sama sekali, sehingga tidak ada penumpangnya yang selamat.

Menurut pemandu museum, gerbong ini ditemukan di Yogyakarta sekitar 1967 lalu dibawa ke Malang. Dua gerbong lainnya tidak diketahui keberadaannya, sedangkan gerbong di Bondowoso dan Surabaya merupakan replika atau monumen.

Tips Berkunjung

  • Telepon dulu ke (0341) 562394 untuk memastikan jam buka, terutama pada hari Jumat, akhir pekan, dan hari libur nasional.
  • Datang pagi. Gerbong berada di area luar, jadi kunjungan pagi lebih nyaman sebelum siang terik.
  • Gunakan pemandu bila ingin mendengar kisah lengkap gerbong dan koleksi lain.
  • Jaga sikap. Gerbong ini adalah saksi gugurnya puluhan orang, jadi berfotolah dengan wajar dan patuhi aturan museum soal menyentuh koleksi.
  • Kunjungan malam tidak dibuka untuk umum. Menurut keterangan pihak museum pada 2019, kunjungan di luar jam operasional memerlukan izin Bintaldam V/Brawijaya.
  • Gabungkan rute. Dengan Trans Jatim Koridor I, kunjungan ke museum bisa disambung ke Kajoetangan Heritage dan Stasiun Malang dalam satu jalur.

Momen Khusus: Peringatan 23 November

Setiap 23 November, Kabupaten Bondowoso memperingati Tragedi Gerbong Maut berdasarkan Peraturan Bupati Bondowoso Nomor 37 Tahun 2011. Pada peringatan sebelumnya, Pemkab Bondowoso mengimbau kantor pemerintahan dan rumah warga mengibarkan bendera Merah Putih. Tahun ini adalah peringatan ke-79, yang jatuh pada Senin (23/11/2026).

Hingga artikel ini diperbarui, belum ada informasi mengenai acara peringatan khusus di Museum Brawijaya Malang. Bagi yang ingin mengenang peristiwa ini, berkunjung dan melihat langsung satu-satunya gerbong asli yang tersisa bisa menjadi cara sederhana untuk menghormati para korban.

Diperbarui per 1 November 2026. Data jam buka, tiket, tarif pemandu, dan transportasi bersumber dari publikasi daring dan perlu dikonfirmasi ulang secara berkala.

Editor: Handoyo Tejo Wasito

Baca Juga: Sejarah Gerbong Maut Museum Brawijaya Malang, Satu-satunya Gerbong Asli Tragedi Bondowoso 1947

Bagikan
Arek Malang wajib follow

The Authority of Malang Raya

Mau tahu info akurat, mendalam, dan komprehensif di sekitar Malang? Langsung pantau infomalang.

Tag teman tongkronganmu yang paling sering ketinggalan info.