UPDATE MALANG RAYA Kabar terbaru, agenda, layanan publik, dan informasi penting untuk warga Pantau Update
THE AUTHORITY OF MALANG RAYA
7 November 2026Malang Raya
Kirim Info Warga
Tonton live: Diskusi Publik 10 Tahun Kampung Warna-Warni Jodipan, Selasa 10 November 2026 pukul 13.00 WIB
7 November 2026Malang Raya

Erupsi Semeru 7 November 2026, Awan Panas 5,5 Km ke Besuk Kobokan

Ilustrasi erupsi Semeru dengan awan panas guguran
Ilustrasi aktivitas erupsi Gunung Semeru yang mengeluarkan kolom abu vulkanik pada Sabtu (7/11/2026). (Ilustrasi AI Info Malang)

Singkatnya

  • Semeru meluncurkan awan panas guguran sekitar 5,5 km ke Besuk Kobokan, Lumajang, Sabtu (7/11) dini hari.
  • Jarak luncur tercatat 3–4,5 km pada Kamis dan sekitar 5 km pada Jumat.
  • Status masih Siaga (Level III), dengan larangan aktivitas 13 km di sektor tenggara.

Kenapa

Zona bahaya ada di sisi Lumajang dan BPBD menyebut aktivitas warga lereng tidak terdampak signifikan. Dampak ke Kabupaten Malang (hujan abu, jalur Ampelgading) belum ada laporan resminya.

Kesimpulan

Semeru masih sangat aktif tetapi terkendali, jadi warga Malang Raya cukup memantau informasi resmi PVMBG dan BPBD.

Ringkasan ini dibantu AI dan ditinjau tim redaksi Info Malang.

Bagikan

MALANG – Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu dini hari meluncurkan awan panas guguran sejauh sekitar 5,5 kilometer dari kawah puncak ke arah tenggara, menuju Besuk Kobokan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu dini hari, 7 November 2026.

Keterangan itu disampaikan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, Sabtu (7/11/2026). Dalam laporan yang sama, Sigit mencatat erupsi pukul 00.11 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1 kilometer di atas puncak, atau 4.676 meter di atas permukaan laut.

Erupsi itu berlangsung sekitar enam menit dan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 33 milimeter. Menurut Sigit, kolom abu berwarna kelabu tebal dengan sebaran ke arah selatan hingga barat daya.

Laporan Badan Geologi mencatat erupsi berikutnya pukul 01.23 WIB. Kolom abunya sekitar 200 meter di atas puncak, dengan amplitudo maksimum 22 milimeter selama 147 detik.

Status Gunung Semeru masih Level III (Siaga). Luncuran awan panas guguran juga tercatat dalam dua hari sebelumnya.

Pada Kamis (5/11), Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menyebut tiga luncuran awan panas pada pagi hari, masing-masing sejauh 3.000, 3.500, dan 4.500 meter. Pada Jumat (6/11) pukul 15.48 WIB, laporan PVMBG mencatat awan panas sejauh sekitar 5.000 meter ke Besuk Kobokan, dengan kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan erupsi dan luncuran awan panas itu tidak berdampak signifikan pada aktivitas warga di lereng Semeru. Menurut dia, zona merah rawan erupsi sudah steril dari aktivitas masyarakat.

Tim Reaksi Cepat BPBD bersama TNI dan Polri disiagakan di Pos Pantau Curah Kobokan dan Oro-Oro Ombo untuk mengantisipasi aktivitas vulkanik lanjutan.

Isnugroho mengingatkan warga dan pengunjung agar tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta menjauhi area 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan, karena awan panas dan lahar berpeluang mencapai 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena rawan lontaran batu pijar. BPBD juga mengimbau warga mewaspadai lahar di sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai Besuk Kobokan.

Gunung Semeru setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Erupsi Disertai Awan Panas, Warga Lumajang Siaga! PVMBG Bersama Tim Siaga Bencana Terjunkan Pos Pantau Darurat

Penulis: Fuad Baswarudin

Editor: Handoyo Tejo Wasito

Bagikan
Arek Malang wajib follow

The Authority of Malang Raya

Mau tahu info akurat, mendalam, dan komprehensif di sekitar Malang? Langsung pantau infomalang.

Tag teman tongkronganmu yang paling sering ketinggalan info.