Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Pohon Tumbang
Curah hujan tinggi yang hampir setiap hari mengguyur Kota Malang menyebabkan risiko pohon tumbang semakin meningkat. Tanah di sekitar akar yang terkikis air, ditambah terpaan angin kencang, sering kali membuat pohon atau dahan rapuh tumbang. Situasi ini membahayakan warga dan pengguna jalan. Untuk mengantisipasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang rutin melakukan perawatan pohon, seperti memangkas ranting dan memotong dahan yang berpotensi patah.
Baca Juga : UMK 2025 Jawa Timur Resmi Naik 6,5 Persen, Berikut Rinciannya untuk Malang Raya
DLH Aktifkan Pemeliharaan di 76 Titik Kota Malang
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Malang, Laode KB Al-Fitra, menyatakan bahwa sejak 1 Desember, perawatan pohon dilakukan di 76 titik lokasi. “Pada November lalu, kami menangani 79 titik yang tersebar di lima kecamatan. Langkah ini untuk mengurangi risiko pohon tumbang,” ujarnya, Rabu (11/12/2024). Ia menambahkan bahwa tim DLH bersiaga 24 jam untuk menangani laporan warga terkait pohon rawan tumbang melalui call center 112.
Pemilihan Pohon Aman: Tabebuya Jadi Alternatif
Selain pemeliharaan, DLH Kota Malang juga mengganti pohon tumbang dengan jenis yang lebih aman. “Kami menanam pohon tabebuya yang akarnya tidak merusak aspal dan relatif lebih aman,” terang Laode. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada di tengah cuaca ekstrem ini dan segera melaporkan indikasi pohon rapuh untuk menghindari bahaya.
Baca Juga : Resmi UMP Jawa Timur 2025 Naik 6,5 Persen Demi Kesejahteraan Pekerja














