Infomalangcom – Kawasan Jalan Soekarno-Hatta atau Suhat Kota Malang kembali mendapat perhatian setelah genangan air muncul ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Kawasan ini merupakan salah satu jalur yang ramai karena menjadi penghubung berbagai wilayah sekaligus berada di sekitar kawasan pendidikan, usaha, dan aktivitas masyarakat.
Persoalan genangan di Suhat sebenarnya bukan hal baru. Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk memperbaiki sistem drainase di kawasan tersebut.
Bahkan, proyek pembangunan drainase telah ditinjau untuk memastikan saluran dapat berfungsi secara optimal setelah pekerjaan selesai.
Namun, munculnya genangan kembali menunjukkan bahwa penanganan banjir membutuhkan pemeliharaan dan evaluasi secara berkelanjutan.
Drainase Menjadi Salah Satu Fokus Penanganan
Sistem drainase memiliki peran penting dalam mengalirkan air hujan agar tidak menggenang di permukaan jalan. Karena itu, kondisi saluran menjadi salah satu aspek yang diperhatikan pemerintah dalam menangani persoalan banjir di Suhat.
Pada Januari 2026, Pemerintah Kota Malang menyebut proyek drainase kawasan Suhat telah selesai, meskipun masih terdapat beberapa catatan teknis yang perlu diperbaiki. Di antaranya adalah tutup boks tangkapan air yang tertutup aspal serta posisi manhole yang belum sejajar dengan permukaan jalan.
Boks tangkapan air sendiri memiliki fungsi untuk menyaring sedimen dan sampah sebelum air masuk ke saluran utama.
Pemerintah Kota Malang – Wagub Jatim Tinjau Suhat, Petakan Masalah dan Solusi Penanganan Genangan Air
Sumber data Pemkot Malang
Sampah Dapat Menghambat Aliran Air
Selain kondisi infrastruktur, sampah juga menjadi persoalan yang perlu diperhatikan. Pada peninjauan kawasan Suhat pada Maret 2026, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Pemerintah Kota Malang menemukan adanya sampah yang menyumbat saluran air.
Sampah berukuran besar seperti kayu, ban, hingga benda lainnya dapat tertahan di bagian penyaring. Apabila tidak ditangani, tumpukan tersebut dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko air meluap ke jalan.
Karena itu, pembersihan saluran menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi drainase.
Sedimen Juga Perlu Dibersihkan
Masalah lain yang ditemukan adalah keberadaan sedimen atau material yang tertinggal di saluran. Pemerintah melakukan pembersihan sedimen trap karena sebelumnya masih terdapat material pengerjaan yang berpotensi mengganggu aliran air.
Setelah dilakukan pembersihan, pemerintah menyebut aliran air menjadi lebih lancar. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembangunan saluran saja belum cukup apabila tidak diikuti dengan pemeliharaan secara rutin.
Pemeliharaan diperlukan untuk memastikan saluran tetap memiliki kapasitas yang memadai ketika hujan deras terjadi.
Pengaturan Pintu Air Turut Diperhatikan
Penanganan genangan di Suhat juga berkaitan dengan pengelolaan pintu air. Pemerintah menyebut pengaturan buka-tutup pintu air perlu dilakukan secara tepat ketika hujan deras atau terjadi banjir.
Dalam hasil peninjauan Maret 2026, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan pintu air yang sebelumnya terbuka sehingga air tidak masuk ke saluran yang telah disiapkan. Pemerintah kemudian menyepakati pengaturan agar pintu air ditutup ketika banjir sehingga saluran dapat berfungsi secara optimal.
Curah Hujan Tinggi Ikut Memengaruhi
Genangan di kawasan Suhat tidak dapat dilepaskan dari kondisi cuaca. Hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan volume air yang harus dialirkan melalui sistem drainase dalam waktu singkat.
Pemerintah Kota Malang sebelumnya juga menjelaskan bahwa hujan berintensitas tinggi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan genangan di kawasan tersebut. Pada kondisi tertentu, volume air yang masuk dapat melebihi kemampuan sistem penampungan dan saluran.
Artinya, penanganan banjir membutuhkan kombinasi antara infrastruktur yang memadai, saluran yang bersih, serta pengelolaan aliran air yang tepat.
Pemeliharaan Drainase Tidak Kalah Penting
Pembangunan drainase harus diikuti dengan pemeliharaan. Saluran yang telah dibangun dapat kehilangan fungsi apabila dipenuhi sampah, sedimentasi, atau material lainnya.
Karena itu, pemerintah perlu melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap saluran, boks tangkapan air, sedimen trap, dan pintu air. Langkah tersebut penting untuk menemukan persoalan sebelum menyebabkan genangan yang lebih besar.
Pada proyek drainase Suhat, masa pemeliharaan juga menjadi bagian dari pengawasan setelah pekerjaan konstruksi selesai.
Masyarakat Juga Memiliki Peran
Upaya mengurangi banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga kebersihan saluran air.
Sampah yang dibuang sembarangan dapat terbawa air dan akhirnya masuk ke saluran. Jika jumlahnya semakin banyak, aliran air dapat terhambat.
Karena itu, kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian sederhana tetapi penting dalam membantu sistem drainase bekerja dengan baik.
baca juga: UIN Malang Siapkan Strategi Pembinaan Mahasiswa untuk Tingkatkan Prestasi dan Karakter
Penanganan Suhat Membutuhkan Kerja Sama
Banjir di Suhat Malang menunjukkan bahwa persoalan genangan perkotaan membutuhkan penanganan secara menyeluruh. Drainase memang menjadi salah satu bagian penting, tetapi persoalannya juga berkaitan dengan sampah, sedimen, pintu air, dan tingginya intensitas hujan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Malang telah melakukan peninjauan serta mengambil sejumlah langkah perbaikan. Ke depan, pemeliharaan infrastruktur dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar sistem yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal.
Dengan penanganan yang dilakukan secara berkelanjutan, risiko genangan di kawasan Suhat diharapkan dapat semakin ditekan.
baca juga: Keutamaan Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan Bagi Umat Islam













