Infomalangcom – Bukit Lincing merupakan salah satu destinasi wisata alam yang sedang naik daun di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Bukit ini berada di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, tepatnya di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, dan dikenal sebagai spot terbaik untuk menikmati sunrise tanpa harus melakukan pendakian berat seperti ke puncak Gunung Arjuno.
Dengan jalur yang relatif ringan, pemandangan sabana terbuka, serta udara pegunungan yang sejuk, Bukit Lincing cocok bagi pendaki pemula maupun wisatawan yang ingin mencoba trekking santai.
Secara geografis, Bukit Lincing memiliki ketinggian sekitar 1.860 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini cukup untuk memberikan panorama pegunungan yang luas, namun tetap ramah bagi pendaki yang belum berpengalaman.
Dari puncaknya, pengunjung dapat melihat hamparan perbukitan, lautan awan di pagi hari, hingga siluet gunung-gunung di sekitarnya ketika cuaca cerah.
Keindahan inilah yang membuat nama Bukit Lincing semakin sering dicari oleh wisatawan lokal maupun luar kota.
Daya Tarik Utama Bukit Lincing
Daya tarik terbesar Bukit Lincing adalah momen matahari terbit. Banyak pendaki sengaja berangkat dini hari agar tiba di puncak sebelum pukul enam pagi.
Saat langit mulai berubah warna dari gelap menjadi jingga keemasan, suasana terasa sangat tenang dan alami. Cahaya matahari yang muncul perlahan di balik pegunungan menciptakan pemandangan dramatis yang sayang dilewatkan.
Selain sunrise, lanskap sabana yang luas juga menjadi magnet tersendiri. Area ini sering dijadikan tempat beristirahat, bersantai, hingga berfoto.
Fotografer landscape dan pemburu konten media sosial kerap memanfaatkan spot ini karena latarnya bersih dan alami.
Tidak sedikit juga pengunjung yang datang hanya untuk piknik ringan sambil menikmati udara segar pegunungan.
Baca Juga : Tumpak Sewu Waterfall Keajaiban Alam di Jawa Timur
Lokasi dan Akses Menuju Bukit Lincing
Bukit Lincing berada di lereng Gunung Arjuno dan bisa diakses melalui Pos Lawang Tahura Raden Soerjo. Dari pusat Kota Malang, perjalanan darat memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam tergantung kondisi lalu lintas.
Setelah sampai di basecamp, pengunjung harus mendaftar dan mengurus izin masuk kawasan konservasi sebelum memulai pendakian.
Jalur menuju puncak didominasi tanah padat, jalan setapak hutan, serta beberapa tanjakan landai. Medannya tidak terlalu curam sehingga sering disebut sebagai jalur tektok, yaitu pendakian yang bisa dilakukan pulang pergi dalam satu hari tanpa perlu bermalam.
Rata-rata waktu tempuh menuju puncak berkisar satu hingga satu setengah jam, sementara total perjalanan pulang pergi sekitar dua hingga tiga jam.
Tiket Masuk dan Perizinan
Karena berada di kawasan konservasi Tahura Raden Soerjo, setiap pendaki wajib memiliki Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi atau SIMAKSI. Tiket dapat dibeli secara online maupun langsung di pos pendaftaran.
Tarif untuk warga negara Indonesia sekitar Rp21.000 per orang per hari yang sudah termasuk asuransi. Untuk wisatawan mancanegara, tarifnya lebih tinggi sesuai ketentuan pengelola.
Jam operasional kawasan umumnya dibuka dari pagi hingga sore hari, sehingga pendaki disarankan datang lebih awal untuk menghindari keterlambatan registrasi.
Pengalaman Trekking yang Ramah Pemula
Salah satu alasan Bukit Lincing banyak direkomendasikan adalah tingkat kesulitannya yang rendah hingga menengah.
Pendaki pemula tetap bisa menikmati perjalanan tanpa tekanan fisik berlebihan. Jalurnya jelas, tidak teknis, dan memiliki beberapa titik datar untuk beristirahat.
Sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati area hutan pinus, kebun teh, serta vegetasi pegunungan yang asri. Kombinasi lanskap ini membuat perjalanan terasa menyenangkan dan tidak membosankan.
Banyak pengunjung mengaku bahwa pendakian ke Bukit Lincing menjadi pengalaman pertama mereka sebelum mencoba gunung yang lebih tinggi.
Persiapan Sebelum Mendaki
Meski tergolong ringan, persiapan tetap penting. Gunakan sepatu dengan grip yang baik karena jalur tanah bisa licin terutama saat musim hujan. Bawa air minum yang cukup, makanan ringan, serta jaket karena suhu di pagi hari bisa sangat dingin. Senter atau headlamp juga disarankan jika berangkat sebelum subuh.
Pastikan kondisi tubuh fit dan jangan memaksakan diri bila kelelahan. Pendakian yang aman jauh lebih penting daripada cepat sampai puncak.
Mendaftar melalui jalur resmi juga membantu petugas memantau jumlah pendaki demi keamanan bersama.
Tips Aman dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Pendaki disarankan mengikuti jalur resmi yang telah ditandai. Beberapa kasus pendaki tersesat pernah terjadi akibat menggunakan jalur alternatif tanpa panduan. Oleh karena itu, selalu registrasi di basecamp dan hindari mengikuti rute tidak resmi dari internet.
Datang saat cuaca cerah juga sangat berpengaruh pada pengalaman mendaki. Saat berkabut tebal, jarak pandang berkurang dan pemandangan sunrise tidak terlihat maksimal. Periksa prakiraan cuaca sebelum berangkat agar perjalanan lebih nyaman.
Selain itu, jaga kebersihan dengan membawa turun kembali sampah pribadi. Bukit Lincing merupakan kawasan konservasi, sehingga kelestarian alamnya harus dijaga oleh setiap pengunjung.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
Selain trekking dan menikmati sunrise, Bukit Lincing juga cocok untuk camping ringan, fotografi alam, dan sekadar bersantai menikmati udara segar.
Beberapa pendaki memilih datang sore hari untuk mendirikan tenda, lalu menunggu sunrise keesokan paginya. Namun kegiatan camping tetap harus mengikuti aturan dari pengelola Tahura.
Suasana yang tenang, jauh dari kebisingan kota, membuat Bukit Lincing menjadi tempat ideal untuk melepas penat. Tidak heran jika destinasi ini semakin populer sebagai alternatif wisata alam di Malang selain pantai dan air terjun.
Baca Juga : Daya Tarik Alam dan Sensasi Terbang di Paralayang Batu











