Infomalangcom – Jawa Timur bukan hanya dikenal sebagai lumbung pangan nasional, tetapi juga sebagai salah satu provinsi dengan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tertinggi di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui sistem Sipongi, Jawa Timur mencatat 104 peristiwa karhutla sepanjang tahun 2024, menjadikannya provinsi dengan kejadian karhutla terbanyak di seluruh Indonesia.
Total luas lahan yang terbakar di Jawa Timur pada 2024 mencapai 20.957,17 hektare. Angka ini sangat signifikan dan perlu menjadi perhatian serius semua pihak, terutama menjelang musim kemarau yang diprediksi semakin panjang.
BPBD Jawa Timur memetakan sedikitnya 916 desa di 29 kabupaten berpotensi mengalami kekeringan yang sekaligus meningkatkan risiko karhutla. Dari hasil pemetaan tersebut, terdapat 28 kabupaten/kota yang memiliki potensi karhutla, dan 22 di antaranya masuk kategori risiko tinggi. Berikut daftar wilayah di Jawa Timur yang paling rawan terjadi kebakaran hutan.
Kabupaten Malang
Kabupaten Malang masuk dalam daftar wilayah berisiko tinggi karhutla karena memiliki kawasan hutan pegunungan yang luas. Pada Juli 2024, kebakaran hutan terjadi di kawasan Bukit Pager Watu, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Kebakaran melanda petak 117 A HL dan petak 116 C HL yang merupakan hutan lindung, dengan luas area terbakar sekitar 21 hektare.
Sebelumnya pada 2023, total luas kebakaran di kawasan Gunung Arjuno mencapai 4.796 hektare, dengan Kabupaten Malang mencatatkan 807,30 hektare lahan terbakar. Kebakaran tersebut meluas hingga menjangkau Kabupaten Pasuruan, Kota Batu, dan Mojokerto sekaligus, dengan dugaan penyebab utama adalah aktivitas perburuan liar yang sengaja membakar semak untuk mengusir satwa buruan.
Baca Juga : Penebangan Hutan Ilegal Picu Bencana Alam di Berbagai Daerah
Kabupaten Bondowoso
Bondowoso menjadi salah satu daerah yang paling sering mencatatkan kejadian karhutla di Jawa Timur. Pada Oktober 2024, kebakaran dilaporkan terjadi di Gunung Roti, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen.
Sebelumnya, api juga melanda area perbatasan antara Bondowoso dan Situbondo di Desa Sumbercanting, Kecamatan Wringin, dan angin kencang membuat kebakaran menyebar dengan sangat cepat.
Pada 2026, Bondowoso termasuk dalam lima kabupaten yang resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Kedaruratan Kekeringan, bersama Bangkalan, Banyuwangi, Lamongan, dan Lumajang.
Kondisi kekeringan ekstrem ini secara langsung meningkatkan potensi terjadinya karhutla di kawasan hutan dan lahan terbuka milik masyarakat setempat.
Kabupaten Banyuwangi
Banyuwangi memiliki tutupan hutan yang cukup luas dan berbatasan langsung dengan Situbondo dan Bondowoso, sehingga kebakaran di kawasan perbatasan ketiga kabupaten ini kerap terjadi bersamaan. Pada Juli 2023, kawasan hutan Petak 80 Perkebunan Pasewaran di Kecamatan Wongsorejo terbakar.
Kebakaran diduga berasal dari ilalang yang mulai mengering di musim kemarau, dan api baru padam dengan sendirinya setelah ilalang kering habis terbakar.
BPBD Jawa Timur memasukkan Banyuwangi sebagai salah satu wilayah dengan potensi karhutla tinggi, terutama karena kondisi vegetasi kering dan angin cukup kencang yang menjadi ciri khas wilayah ujung timur Pulau Jawa ini setiap musim kemarau tiba.
Kabupaten Lumajang
Lumajang masuk dalam daftar wilayah siaga karhutla karena memiliki kawasan hutan lereng Gunung Semeru yang sangat rentan saat musim kemarau. Lereng Gunung Semeru memiliki vegetasi berupa seresah, semak kering, serta beberapa pohon jenis akasia dan cemara gunung yang mudah terbakar.
Pada 2019, titik api di lereng Semeru menyebar ke berbagai blok hutan seperti Gunung Kepolo, Arcopodo, Ranu Kumbolo, hingga Oro-oro Ombo dengan total area terdampak mencapai 115 hektare.
Selain itu, Lumajang juga menjadi salah satu dari lima kabupaten yang menerbitkan SK Kedaruratan Kekeringan pada Mei 2026, menandakan kondisi hidrologis yang semakin kritis dan ancaman karhutla yang terus meningkat.
Wilayah Risiko Tinggi Lainnya
Selain keempat wilayah di atas, BPBD Jawa Timur juga mencatat sejumlah kabupaten lain yang masuk kategori risiko tinggi karhutla, antara lain Ponorogo, Tulungagung, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Batu, Jember, dan Banyuwangi.
Kawasan Bromo di Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan turut masuk radar pemantauan, mengingat vegetasi savana dan padang rumput di sekitar kawah sangat mudah terbakar saat kemarau panjang melanda.
BMKG Juanda juga mengkhawatirkan musim kemarau yang diperparah El Nino dapat menyebabkan kebakaran di wilayah pegunungan, seperti yang pernah terjadi di Gunung Bromo dan Gunung Arjuno.
Faktor deforestasi yang terjadi di berbagai kawasan lindung Jawa Timur turut memperburuk kerentanan wilayah-wilayah tersebut terhadap ancaman api.
Penyebab Utama dan Langkah Antisipasi
Kebakaran hutan di Jawa Timur umumnya dipicu dua faktor utama: faktor alam berupa musim kemarau panjang yang menyebabkan vegetasi mengering, serta faktor manusia seperti pembakaran lahan dan perburuan liar.
KLHK telah membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 7.428 personil yang tersebar di dua puluh sembilan provinsi, termasuk Jawa Timur, sebagai bagian dari strategi pencegahan karhutla berbasis komunitas.
Masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau lahan di sekitar kawasan hutan, terutama saat musim kemarau, serta segera melaporkan setiap titik api kepada BPBD setempat agar dapat segera ditangani sebelum api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Baca Juga : Upaya Bersama Mengendalikan Kebakaran Hutan untuk Menjaga Lingkungan











