Kapten Inggris Harry Kane belum mau memastikan masa depannya bersama timnas usai The Three Lions tumbang di semifinal Piala Dunia 2026. Ia justru menyinggung Lionel Messi yang tetap tampil di level tertinggi meski usianya sudah tak muda.
Inggris kalah 1-2 dari Argentina di Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Anthony Gordon sempat unggul lebih dulu, sebelum Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez membalik skor di pengujung laga.
Hasil itu memperpanjang puasa gelar dunia Inggris sejak 1966. Sebagaimana dihimpun Info Malang, spekulasi soal Piala Dunia terakhir Kane langsung mengemuka di ruang wawancara.
Ditanya Masa Depan di Timnas Inggris, Kane Singgung Messi
Harry Kane buka suara usai Inggris disingkirkan Argentina dan langsung dihadapkan pada pertanyaan sulit. Apakah turnamen ini menjadi penampilan terakhirnya di ajang empat tahunan?
Sang kapten menolak memberi kepastian. Ia memilih fokus memproses kekalahan berat dulu, bukan spekulasi pensiun internasional.
“Sekali lagi, masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu. Saya akan menjalaninya tahun demi tahun dan tim nasional adalah kebanggaan dan kegembiraan saya,” ujar Kane usai laga, dikutip ESPN.
“Itulah yang paling saya sukai. Jelas empat tahun (dari sekarang) masih lama, saya berusia 33 tahun musim panas ini, tetapi itu tidak pernah berakhir dengan Leo (Messi) di sana, dia masih tampil di level tertinggi.”
“Saya tidak pernah ingin membatasi hal-hal semacam ini. Saya akan mengatasi situasinya saat itu terjadi, tetapi untuk saat ini yang ada hanya soal memproses kekalahan yang berat,” jelasnya.
Baca juga: Argentina Lolos ke Final Usai Taklukkan Inggris 2-1 dalam Duel Sengit · Turnamen sepak bola putra telah dimulai pada Festival Olahraga Provinsi Dong Thap ke-1
Usia hanya angka saat Messi masih berjaya

Kane akan genap 33 tahun musim panas ini. Saat Piala Dunia digelar lagi empat tahun kemudian, usianya mendekati 37 tahun.
Bagi sang kapten, penampilan Messi menjadi bukti hidup bahwa batasan usia tak mutlak. Pengakuan mengejutkan Harry Kane soal masa depannya justru terasa tenang: tahun demi tahun, tanpa menutup pintu 2030.
Info Malang mencatat, pendekatan itu membuat spekulasi pensiun tidak mendikte emosi pascalaga. Yang diutamakan adalah kebanggaan membela timnas, bukan kalender usia.
Enam gol di turnamen, semifinal sepi kontribusi
Meski gagal maksimal di semifinal dengan hanya satu tembakan tanpa on target, Kane mengumpulkan enam gol dan satu assist sepanjang turnamen. Ia masih berpeluang menambah pundi gol saat Inggris menghadapi Prancis di perebutan tempat ketiga pada 19 Juli.
Kane mengakui The Three Lions kehilangan kendali setelah unggul lebih dulu. “Setelah mencetak gol pertama, kami kesulitan menguasai bola karena berbagai alasan dan mengalami kesulitan menghadapi tekanan lawan. Pada akhirnya, kami memberikan inisiatif kepada lawan dan memberikan lebih banyak peluang menyerang di sepertiga akhir lapangan,” katanya.
Ia menilai Inggris masih punya pekerjaan rumah di turnamen besar. “Kita perlu meninjau kembali pertandingan dan mencari cara untuk meningkatkan diri dalam situasi seperti ini, tetapi mungkin ini adalah kepingan puzzle terakhir yang hilang dalam empat turnamen besar terakhir.”
Untuk saat ini, masa depan di timnas dibiarkan terbuka. Yang ada di meja dulu hanyalah memproses kekalahan, lalu melangkah ke laga peringkat ketiga.













