Breaking

Forum TJSP & Pemkab Malang Kolaborasi Baru dalam Pengelolaan CSR Multinasional

Infomalang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kini tengah mengambil langkah strategis dalam mengoptimalkan penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan, khususnya yang berskala multinasional. Melalui pembentukan dan pengukuhan Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), Pemkab Malang berupaya menciptakan sistem yang lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan dalam pengelolaan CSR.

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menyampaikan bahwa selama ini masih banyak perusahaan yang menyalurkan CSR secara mandiri tanpa koordinasi langsung dengan pemerintah daerah. 

Pentingnya Pemetaan Perusahaan Penyalur CSR

Langkah pemetaan perusahaan bukan sekadar administrasi semata, tetapi juga menjadi upaya untuk memperkuat sinergi antara sektor swasta dan pemerintah daerah. Dengan pemetaan ini, Pemkab Malang dapat mengetahui secara pasti berapa banyak perusahaan yang aktif menyalurkan CSR, serta bidang apa saja yang menjadi fokus bantuan, seperti pendidikan, sosial, dan lingkungan hidup.

Selain itu, Lathifah menekankan pentingnya kejelasan dan keberlanjutan program. Beberapa perusahaan diketahui telah memberikan beasiswa berkelanjutan bagi anak-anak penyandang disabilitas. Namun, sebagian besar program tersebut belum tercatat secara resmi di Pemkab, sehingga potensi manfaatnya belum dapat dimaksimalkan secara merata.

Forum TJSP Sebagai Wadah Kolaborasi

Forum Pelaksana TJSP menjadi wadah strategis yang mempertemukan berbagai pihak mulai dari pemerintah, perusahaan nasional maupun multinasional, hingga organisasi masyarakat. Forum ini bertugas untuk mengkoordinasikan, mencatat, dan mengarahkan pelaksanaan CSR agar selaras dengan visi pembangunan daerah.

Ketua Umum Forum Pelaksana TJSP, Eko Sanjoyo, menjelaskan bahwa forum ini akan segera menyusun program kerja yang berorientasi pada kolaborasi lintas sektor. 

“Pemetaan dilakukan agar semua bisa berkolaborasi untuk mendukung program CSR ini,” ujarnya. 

Perusahaan Multinasional dan Dampak Sosialnya

Keterlibatan perusahaan multinasional dalam program CSR memiliki arti penting bagi kemajuan daerah. Dengan skala dan sumber daya yang besar, perusahaan multinasional dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung program prioritas pemerintah, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga pelestarian lingkungan.

Pemkab Malang berharap, dengan adanya forum ini, setiap perusahaan dapat menyalurkan CSR secara lebih transparan dan akuntabel, terutama perusahaan asing yang memiliki tanggung jawab sosial besar di wilayah operasionalnya. Koordinasi yang baik akan memastikan setiap program memiliki dampak sosial yang nyata, bukan sekadar formalitas.

Baca juga: Pemkot Malang Imbau Warga Waspada Kepadatan Lalu Lintas Selama PIT IKA-13

Sinergi TJSP dan Bappeda untuk Transparansi Data

Salah satu langkah konkrit yang diambil Forum TJSP adalah menjalin kerja sama erat dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang. Kolaborasi ini bertujuan untuk mencatat seluruh kegiatan CSR ke dalam sistem data resmi pemerintah daerah. Dengan begitu, tidak ada lagi program yang berjalan tanpa pengawasan maupun pelaporan.

“Kami akan meminta bantuan dari Bappeda untuk mencatat setiap program CSR agar ada tanggung jawab dari perusahaan,” jelas Eko.

Melalui mekanisme satu pintu ini, setiap aktivitas CSR akan terdata dan dapat dievaluasi secara berkala, sehingga lebih mudah diukur manfaat dan efektivitasnya.

Menghindari Tumpang Tindih dan Ketidaktepatan Sasaran

Salah satu masalah klasik dalam pelaksanaan CSR di daerah adalah adanya tumpang tindih bantuan antarperusahaan yang menyasar lokasi atau sektor yang sama. Hal ini tidak hanya mengurangi efektivitas bantuan, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketimpangan antarwilayah.

Dengan adanya Forum TJSP, Pemkab Malang dapat mengarahkan bantuan sesuai dengan kebutuhan prioritas daerah, seperti sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa. 

“Dengan adanya forum ini diharapkan CSR bisa lebih terfokus dan menunjang pembangunan,” jelas Lathifah. 

Mewujudkan Akuntabilitas dan Keberlanjutan CSR

Langkah pengelolaan CSR satu pintu melalui Forum TJSP menjadi fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan. Dengan adanya sistem pencatatan, pelaporan, dan evaluasi yang jelas, perusahaan dapat menunjukkan tanggung jawab sosialnya secara terukur dan terbuka kepada publik.

Lebih dari itu, Pemkab Malang berharap forum ini menjadi jembatan antara dunia usaha dan masyarakat, bukan sekadar perantara administratif. Melalui transparansi data dan sinergi lintas sektor, setiap rupiah dari CSR akan memberikan dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menatap Masa Depan CSR Kabupaten Malang

Forum TJSP bukan hanya sekadar forum koordinasi, tetapi simbol perubahan dalam tata kelola CSR di Kabupaten Malang. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari sektor swasta.

“CSR-nya kami minta untuk satu pintu, dilaporkan ke Forum Pelaksana TJSP dan Bappeda untuk dicatat, itu sebagai pertanggungjawaban,” tegas Eko Sanjoyo. 

Dengan mekanisme ini, Pemkab Malang optimistis pengelolaan CSR ke depan akan lebih efisien, transparan, dan berdaya guna tinggi.

 

Kehadiran Forum TJSP sebagai mitra Pemkab Malang menandai babak baru dalam tata kelola CSR di daerah. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, perusahaan nasional, dan perusahaan multinasional, diharapkan setiap program tanggung jawab sosial dapat berkontribusi langsung terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemetaan, transparansi, serta pengawasan kolaboratif akan menjadi kunci agar CSR tidak hanya menjadi kewajiban korporasi, melainkan juga bagian integral dari visi besar pembangunan Kabupaten Malang yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Baca juga: Progres Pembangunan Gedung Parkir Kayutangan Heritage Capai 25 Persen, Ditarget Rampung Akhir 2025