Infomalangcom – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada bulan Mei 2026, kepedulian sosial yang inklusif kembali ditunjukkan oleh dunia pendidikan tinggi.
Salah satu aksi nyata yang menarik perhatian publik adalah langkah strategis Kampus Putih dalam membagikan hewan ternak ke berbagai wilayah di Indonesia.
Melalui koordinasi yang matang, program bertajuk Iduladha 2026, UMM Salurkan Puluhan Hewan Kurban untuk Masyarakat sukses digelar sebagai bentuk komitmen pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berbasis kemaslahatan umat.
Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah pada Mei 2026, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan kepedulian sosial yang inklusif melalui aksi nyata pembagian hewan kurban.
Kampus Putih secara strategis mendistribusikan puluhan hewan kurban ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai wujud pengabdian masyarakat yang berkelanjutan.
Strategi Distribusi Inklusif UMM dari Malang hingga Sumbawa
Universitas Muhammadiyah Malang atau yang akrab dikenal dengan singkatan UMM, melaksanakan distribusi puluhan hewan ternak secara masif dengan perluasan jangkauan wilayah yang sangat signifikan.
Koordinator Distribusi Hewan Kurban UMM, Ir. Ali Mahmud, S.Pt., M.Pt., memaparkan bahwa kuota pengiriman ternak tahun ini menyasar area teritori yang sangat luas.
Tidak hanya terbatas di kawasan Malang Raya semata, pengiriman hewan kurban hidup ini bahkan membentang lintas pulau hingga menjangkau daerah pelosok di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Langkah perluasan jangkauan ini membuktikan bahwa persyarikatan tidak hanya berfokus pada area internal institusi, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat di area terluar.
Berdasarkan data valid dari distribusi lapangan, total hewan yang dikirimkan mencakup 18 ekor sapi serta kurang lebih 50 ekor kambing dan domba yang disebar secara merata demi menghadirkan kebahagiaan hari raya yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga : Sambut Ramadan, Masjid Fakhruddin UMM Lowokwaru Rutin Bagikan Takjil Gratis
Menyasar Lembaga Pemasyarakatan dan Institusi Pendidikan Mitra
Selain menyasar kantong-kantong persyarikatan melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), manajemen pembagian dari UMM juga menyentuh sektor-sektor khusus yang jarang mendapatkan perhatian maksimal saat Iduladha.
Salah satu prioritas utama pendistribusian tahun ini difokuskan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapis) yang berada di wilayah Malang Raya.
Kehadiran hewan kurban dari Kampus Putih ini menjadi pelipur lara sekaligus pemenuh kebutuhan pangan bergizi bagi para warga binaan selama momen sakral keagamaan berlangsung.
Tidak berhenti di situ, perhatian besar juga diberikan oleh pihak manajemen kepada lembaga pendidikan menengah yang selama ini menjadi mitra strategis kampus.
Sekolah-sekolah menengah atas yang tercatat sebagai penyumbang mahasiswa baru terbanyak bagi UMM mendapatkan alokasi khusus.
Lembaga yang menerima manfaat tersebut di antaranya adalah SMA Negeri 1 Kota Batu dan SMA Muhammadiyah Gondanglegi.
Melalui pemberian ini, ikatan kerja sama profesional dan kekeluargaan antara pihak universitas dengan sekolah mitra terjalin semakin kuat dan harmonis.
Komitmen Go Green dan Standar Kesehatan Syariat
Aspek penting yang membedakan aktivitas sosial UMM dengan lembaga lainnya adalah konsistensi tinggi dalam mengusung konsep kelestarian lingkungan atau go green.
Sejalan dengan imbauan global mengenai pengurangan limbah plastik sekali pakai, proses pengelolaan dan pembagian daging hasil sembelihan diatur secara higienis menggunakan wadah ramah lingkungan.
Langkah ramah lingkungan ini diterapkan demi memastikan kebersihan daging tetap terjaga tanpa menyisakan dampak kerusakan ekologis bagi lingkungan sekitar pasca-hari raya.
Keamanan konsumen juga menjadi prioritas mutlak yang dikawal langsung oleh tim ahli peternakan dan kesehatan hewan dari Fakultas Peternakan-Pertanian UMM.
Sebelum diserahkan kepada para penerima manfaat, seluruh sapi, kambing, dan domba wajib menjalani rangkaian pemeriksaan kesehatan fisik secara ketat dan berlapis.
Proses pengawasan ini memastikan bahwa seluruh hewan ternak bebas dari indikasi penyakit menular merugikan serta telah memenuhi syarat sah kurban menurut hukum syariat Islam.
Dukungan publikasi serta dokumentasi resmi terkait aksi sosial berkelanjutan ini dapat diakses secara langsung melalui kanal informasi tepercaya di laman Humas UMM.
Baca Juga : Akademisi UMM Malang Ingatkan Bahaya Paylater di Tengah Rupiah Melemah











