Breaking

Kota Malang dan Kota Jambi Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah

Kota Malang dan Kota Jambi Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Pelayanan Daerah
Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kota Jambi memperkuat hubungan kerja sama antardaerah melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama mengenai penyelenggaraan urusan pemerintahan.

Infomalangcom – Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kota Jambi memperkuat hubungan kerja sama antardaerah melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama mengenai penyelenggaraan urusan pemerintahan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kota Malang pada Senin, 12 Januari 2026, ketika Pemerintah Kota Jambi melakukan kunjungan kerja ke Kota Malang.

Kerja sama ini menjadi langkah untuk mendorong pertukaran pengalaman dan praktik pemerintahan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Kolaborasi antardaerah dinilai penting karena berbagai persoalan pemerintahan saat ini membutuhkan koordinasi, inovasi, serta pemanfaatan sumber daya secara lebih efektif.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa tidak ada daerah yang dapat berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan pelayanan masyarakat.

Menurutnya, kerja sama lintas daerah dapat menjadi jalan untuk saling melengkapi sekaligus memperluas solusi bagi masyarakat.

Kerja Sama Tidak Berhenti pada Penandatanganan

Kesepakatan antara kedua pemerintah kota tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah Kota Malang berharap kerja sama tersebut dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Beberapa bidang yang disebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara kedua daerah meliputi pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta pelayanan publik.

Pemerintah Kota Malang juga menekankan perlunya indikator keberhasilan yang dapat diukur sehingga hasil kerja sama dapat dievaluasi secara jelas.

Pendekatan tersebut penting dalam kerja sama antardaerah. Kesepakatan yang tidak disertai tindak lanjut berisiko hanya menjadi dokumen administratif.

Sebaliknya, program yang memiliki target, pelaksana, serta ukuran keberhasilan dapat memberikan gambaran mengenai dampak yang benar-benar dihasilkan.

Dengan adanya indikator yang jelas, kedua pemerintah daerah juga dapat mengetahui program mana yang berhasil dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

Pemerintah Kota Malang: https://malangkota.go.id/2026/01/12/pererat-kerja-sama-kota-malang-dan-kota-jambi-teken-kesepakatan-bersama/

Digitalisasi Pajak Jadi Salah Satu Bentuk Kolaborasi

Salah satu tindak lanjut yang menonjol dari kerja sama tersebut berkaitan dengan pengelolaan pendapatan daerah.

Pemerintah Kota Jambi bekerja sama dengan Pemerintah Kota Malang untuk mengadopsi aplikasi Persada dan Vesop yang digunakan dalam pengelolaan pajak daerah.

Kerja sama teknis tersebut melibatkan BPPRD Kota Jambi dan Bapenda Kota Malang.

Digitalisasi pengelolaan pajak dapat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas administrasi pemerintahan.

Sistem berbasis teknologi memungkinkan proses pengelolaan data dilakukan dengan lebih terstruktur sekaligus membantu pemerintah dalam melakukan pemantauan.

Bagi pemerintah daerah, penguatan sistem digital juga dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Informasi yang tersimpan secara lebih terorganisasi dapat digunakan untuk melihat perkembangan penerimaan dan menentukan langkah berikutnya.

Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antardaerah tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk pembangunan fisik.

Pertukaran teknologi, sistem, dan pengalaman pengelolaan pemerintahan juga dapat memberikan manfaat yang besar.

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ikut Menjadi Perhatian

Selain pengelolaan pendapatan daerah, kerja sama Kota Malang dan Kota Jambi juga mencakup potensi pengembangan pariwisata serta ekonomi kreatif.

Kedua sektor tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pertukaran pengalaman dan promosi potensi daerah.

Kota Malang memiliki ekosistem pariwisata, pendidikan, serta ekonomi kreatif yang dapat menjadi salah satu sumber pengalaman bagi daerah lain.

Di sisi lain, Kota Jambi juga memiliki potensi daerah yang dapat dikembangkan melalui strategi promosi dan pengelolaan yang tepat.

Kerja sama antardaerah dapat membuka peluang untuk saling mengenalkan produk unggulan, destinasi wisata, serta kegiatan ekonomi kreatif.

Jika dikembangkan secara konsisten, hubungan tersebut dapat memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar.

Disway Malang mencatat bahwa kesepakatan Kota Malang dan Kota Jambi secara khusus diarahkan pada beberapa sektor, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah, digitalisasi sistem perpajakan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Pertukaran Praktik Pemerintahan

Kerja sama antara kedua kota juga memperlihatkan pentingnya pertukaran praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Setiap daerah memiliki pengalaman berbeda dalam mengelola pelayanan, pendapatan, maupun program pembangunan.

Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain. Namun, penerapannya tetap perlu menyesuaikan kondisi masyarakat, regulasi, serta kemampuan pemerintah daerah masing-masing.

Dalam kerja sama Kota Malang dan Kota Jambi, salah satu contoh konkret adalah rencana replikasi aplikasi pengelolaan pajak.

Artinya, inovasi yang telah dikembangkan di satu daerah dapat dipelajari dan disesuaikan untuk digunakan di daerah lainnya.

Model seperti ini dapat membantu pemerintah mengurangi proses pencarian solusi dari awal. Daerah dapat mempelajari pengalaman daerah lain, kemudian melakukan penyesuaian agar teknologi atau sistem tersebut sesuai dengan kebutuhan lokal.

baca juga: DPRD Kabupaten Malang Soroti Kekurangan Guru, Pemerataan Tenaga Pendidik Jadi Perhatian

Pelayanan Publik Menjadi Tujuan Utama

Pada akhirnya, keberhasilan kerja sama antardaerah perlu dilihat dari manfaatnya bagi masyarakat. Pemerintah tidak cukup hanya meningkatkan sistem internal, tetapi juga perlu memastikan perubahan tersebut berdampak pada kualitas pelayanan yang diterima warga.

Pemerintah Kota Malang berharap kesepakatan dengan Kota Jambi dapat menjadi peta jalan menuju pemerintahan yang lebih adaptif, efisien, dan responsif.

Fokus tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Pelayanan publik yang baik membutuhkan proses yang sederhana, cepat, transparan, dan mudah diakses. Pemanfaatan teknologi dapat membantu mencapai tujuan tersebut apabila diikuti dengan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan sistem dan melakukan evaluasi secara berkala.

Karena itu, kerja sama antara Kota Malang dan Kota Jambi dapat menjadi contoh bahwa hubungan antardaerah dapat dikembangkan melalui berbagai sektor.

Mulai dari pemerintahan, pengelolaan pendapatan, digitalisasi, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan. Tindak lanjut dalam bentuk program konkret, pengawasan, serta evaluasi menjadi bagian penting agar kerja sama benar-benar menghasilkan manfaat.

Dengan adanya kerja sama tersebut, Kota Malang dan Kota Jambi memiliki peluang untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperkuat kapasitas pemerintahan.

Jika dijalankan secara konsisten dan terukur, sinergi antardaerah dapat membantu menciptakan pelayanan yang lebih baik sekaligus mendukung pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

baca juga: Perubahan APBD Kota Malang 2026 Capai Rp2,306 Triliun, SiLPA hingga Belanja Guru Disorot