Infomalangcom – MAN 2 Kota Malang (Magma) menutup perjalanan mereka di fase grup Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South dengan hasil sempurna.
Magma memastikan kemenangan ketiga setelah mengalahkan SMAN 10 Malang dengan skor telak 38-6 pada Senin (24/8).
Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Magma menjadi juara Grup D dan mengamankan tiket menuju babak playoff.
Tiga kemenangan tanpa kekalahan menjadi modal penting bagi skuad asal madrasah tersebut untuk melanjutkan perjalanan di kompetisi.
Catatan tersebut juga memperpanjang konsistensi Magma dalam beberapa musim terakhir.
Dalam empat musim terakhir DBL East Java-South, Magma selalu berhasil mencapai setidaknya babak Big Eight.
Pencapaian itu menunjukkan bahwa performa tim tidak hanya bergantung pada satu generasi pemain, tetapi terus terjaga melalui proses pembinaan yang berkesinambungan.
Regenerasi Jadi Kunci Konsistensi Magma
Asisten Pelatih Magma, Lalu Muh Yasir Marwazi atau Coach Lalu, menjelaskan bahwa salah satu fondasi yang terus dijaga adalah pembinaan pemain dan regenerasi.
Menurutnya, pihak sekolah memiliki peran besar dalam mendukung perkembangan tim basket.
Sebagai salah satu madrasah favorit di Kota Malang, MAN 2 Kota Malang membuka kesempatan bagi siswa yang memiliki kemampuan basket untuk bergabung melalui jalur prestasi non-akademik.
“Kebetulan MAN 2 ini madrasah favorit, jadi kalau tawaran masuk tim basket lewat jalur prestasi, anak-anak sangat antusias karena akademiknya juga bagus,” ujar Coach Lalu.
Proses regenerasi bahkan sudah dilakukan sejak pemain masih berada di bangku SMP.
Tim pelatih melakukan pemantauan terhadap calon pemain berdasarkan kebutuhan posisi di dalam tim.
“Sejak jenjang SMP, kita sudah scouting sesuai kebutuhan posisi tim.
Misalnya kita lagi butuh point guard atau forward. Jadi regenerasinya berkesinambungan,” lanjutnya.
Musim ini, Magma juga melakukan penyegaran komposisi skuad dengan memasukkan empat pemain baru dari kelas X.
Agar para pemain muda tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi, mereka sudah dilibatkan dalam sesi latihan bersama pemain kelas XI dan XII sejak sebelum kompetisi berlangsung.
Cara tersebut membuat pemain baru lebih cepat memahami pola permainan sekaligus membangun chemistry dengan para pemain senior.
Meski mampu menyapu bersih fase grup, tim pelatih Magma belum menganggap performa mereka sudah maksimal.
Coach Lalu memperkirakan kemampuan timnya saat ini baru berada di kisaran 80 persen.
Menurutnya, pertandingan di fase grup juga dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menguji kondisi fisik pemain sekaligus mematangkan penerapan skema offense dan defense.
“Kalau dibilang merombak sistem baru sebenarnya enggak juga.
Kebetulan pemain-pemain di Magma ini dasar basketnya sudah mengerti, jadi kami tinggal memperdalam drill untuk offense dan defense, serta menutupi kekurangan dari tim musim sebelumnya,” jelasnya.
Setelah fase grup berakhir, perhatian Magma kini beralih ke persiapan playoff.
Kondisi fisik menjadi salah satu fokus utama karena perubahan cuaca sempat memengaruhi kondisi beberapa pemain.
Bahkan, ketika menghadapi SMAN 10 Malang, terdapat dua pemain Magma yang sedang dalam kondisi kurang prima.
Namun, situasi tersebut tidak mengurangi keinginan mereka untuk tetap tampil di lapangan.
“Walau badannya panas, mereka tetap ngotot mau main.
Semangat dan spirit kerja sama seperti itu yang selalu kita tanamkan ke anak-anak,” ungkap Coach Lalu.
Memasuki fase gugur, Magma diprediksi menghadapi persaingan yang lebih berat.
Sejumlah tim kuat masih bertahan, termasuk SMAN 1 Blitar, Charis National Academy Malang, SMA Kolese Santo Yusup Malang, dan SMAN 1 Bululawang.
Magma juga berpeluang berhadapan dengan SMAN 1 Sutojayan atau SMAN 8 Malang.
Coach Lalu menyadari bahwa level persaingan di playoff akan berbeda dibandingkan fase grup.
Karena itu, Magma memilih untuk tidak terburu-buru memasang target terlalu jauh.
“Fase penyisihan ini ibaratnya pemanasan.
Di playoff nanti persaingan bakal jauh lebih intens karena lawan-lawan yang lolos sudah kelihatan kualitasnya.
Kita harus melangkah step by step, tapi melihat karakter pemain yang ada, saya sangat optimis Magma bisa melangkah minimal sampai Big Eight lagi,” tegasnya.
Jika mampu kembali mencapai Big Eight, Magma berpeluang melanjutkan tradisi konsisten mereka di DBL East Java-South.
Namun, sebelum itu, mereka harus melewati tantangan playoff yang memiliki tingkat persaingan lebih tinggi.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 sendiri akan hadir di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia.
Selain kompetisi basket, musim ini juga menghadirkan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100% Indonesia”.
Berbagai pertandingan DBL dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play. Khusus pertandingan final, penonton juga dapat menyaksikannya melalui YouTube Good Day ID.
Baca juga: Kapal Bajak Laut Magmatroopers Jadi Penutup Kisah Pirates of the Caribbean











