infomalangcom – Gelombang radio kini tak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga sarana membangun kepedulian sosial.
Hal ini yang ditunjukkan MFM Radio, salah satu radio anak muda di Kota Malang, melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang membuka ruang interaksi hangat antara komunitas difabel dengan masyarakat luas.
Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah program bertajuk “Disaat Kita Bersama”, hasil kolaborasi MFM Radio dengan Yayasan Pejuang Mimpi, yang digelar guna memperkuat ruang inklusif bagi komunitas difabel di Malang Raya.
Kegiatan ini dilatarbelakangi semangat membangun kedekatan dan rasa saling memahami antara komunitas difabel dan publik.
Membangun Ruang Dialog dan Interaksi yang Hangat
Direktur MFM Radio, Benita Rachmania, menjelaskan bahwa platform radio kini dituntut hadir tidak sekadar sebagai media hiburan, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi keberlanjutan sosial, khususnya di wilayah Malang Raya.
“Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk terus membuka ruang kolaborasi bersama berbagai komunitas, termasuk komunitas difabel,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Alasan Ilmiah Mengapa Seseorang Bisa Lebih Produktif di Malam Hari
Melalui kolaborasi ini, MFM Radio bersama Yayasan Pejuang Mimpi berupaya menciptakan ruang dialog dan interaksi yang hangat.
Para peserta diajak untuk saling berbagi cerita, pengalaman, serta inspirasi, sehingga tercipta pemahaman yang lebih luas mengenai kehidupan, potensi, dan karya dari teman-teman difabel.
Keseruan acara tidak berhenti pada sesi berbagi cerita, karena para peserta juga terlibat dalam berbagai aktivitas kreatif, seperti menghias cupcakes bersama, hingga interaksi langsung dengan para penyiar dari tim MFM Radio.
Senada dengan Benita, salah satu perwakilan dalam kegiatan tersebut, Yosy, turut menyampaikan harapannya agar semangat inklusivitas ini terus dijaga.
“Kami berkeinginan agar MFM Radio menjadi media yang tidak hanya menyuarakan hiburan namun juga nilai kemanusiaan dan inklusivitas,” kata Yosy.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Yayasan Pejuang Mimpi kepada para pendengar MFM Radio.
Yayasan tersebut dikenal aktif dalam mendampingi dan memberdayakan komunitas difabel melalui berbagai program pengembangan diri, pelatihan, serta kegiatan sosial yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.
Semangat inklusi yang diusung MFM Radio ini turut selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang menegaskan hak penyandang disabilitas untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk akses terhadap informasi dan ruang publik.
Kolaborasi antara media, komunitas, dan yayasan sosial semacam ini dinilai menjadi salah satu wujud nyata implementasi semangat undang-undang tersebut di tingkat akar rumput.
Langkah MFM Radio membuka ruang kolaborasi bagi komunitas difabel juga menjadi bagian dari tren yang lebih luas, di mana media penyiaran semakin didorong untuk berperan aktif dalam isu-isu inklusi sosial, tidak sekadar menjadi kanal hiburan semata.
Informasi lebih lanjut mengenai regulasi dan hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia dapat diakses melalui naskah resmi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Sebelumnya, MFM Radio juga tercatat aktif dalam rangkaian peringatan Global Accessibility Awareness Day (GAAD) 2026, berkolaborasi bersama sejumlah pihak seperti Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) dan pelaku industri perhotelan di Kota Malang.
Kolaborasi lintas sektor semacam ini menunjukkan konsistensi MFM Radio dalam merangkul berbagai komunitas difabel melalui pendekatan yang tidak hanya bersifat seremonial tahunan, melainkan berkelanjutan sepanjang waktu.
Penggunaan istilah “difabel” sendiri dalam berbagai kegiatan MFM Radio turut mencerminkan pergeseran cara pandang media terhadap penyandang disabilitas, dari sekadar objek pemberitaan menjadi subjek yang aktif berbagi cerita dan inspirasi.
Pendekatan semacam ini dinilai penting untuk mengurangi stigma yang selama ini kerap melekat pada representasi penyandang disabilitas di ruang publik maupun media.
Melalui rangkaian kegiatan seperti ini, MFM Radio berharap dapat terus konsisten menghadirkan program-program yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa dampak sosial positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Malang Raya, khususnya dalam memperkuat kesetaraan dan ruang partisipasi bagi komunitas difabel di tengah kehidupan sosial sehari-hari.
Baca Juga: Tips Ramadan Tanpa Drama untuk Mengelola Emosi dan Menjaga Diri Saat Berpuasa













