Breaking

Pasar Takjil Suhat Malang Membludak, Pedagang Mengaku Penjualan Naik Drastis

Fahrezi

21 February 2026

Pasar Takjil Suhat Malang Membludak, Pedagang Mengaku Penjualan Naik Drastis
Pasar Takjil Suhat Malang Membludak, Pedagang Mengaku Penjualan Naik Drastis

Infomalangcom – Ramadhan di Kota Malang selalu identik dengan keriuhan berburu menu berbuka, dan tidak ada tempat yang lebih ikonik selain kawasan Jalan Soekarno-Hatta.

Memasuki pertengahan dekade ini, tepatnya di tahun 2026, fenomena Pasar Takjil Suhat Malang kembali mencapai puncaknya.

Ribuan masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga pekerja kantoran, tumpah ruah memadati trotoar sepanjang jalur strategis ini.

Suasana riuh rendah tawar-menawar antara penjual dan pembeli menciptakan denyut ekonomi yang luar biasa kuat di jantung kota pendidikan tersebut.

Hiruk-pikuk ini tidak hanya memanjakan lidah para pemburu kuliner, tetapi juga menjadi bukti nyata bangkitnya sektor UMKM yang kian kokoh di tengah pesatnya perkembangan di Kota Malang.

Ledakan Omzet UMKM di Jantung Kota Malang

Bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), momentum Ramadan di Suhat adalah “panen raya”. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, para pedagang mengakui adanya kenaikan volume penjualan yang sangat signifikan.

Jika pada hari biasa mereka hanya mengandalkan pelanggan tetap, kini arus pembeli datang silih berganti tanpa putus sejak lapak dibuka.

Seorang pedagang minuman dingin di area depan apartemen Soekarno-Hatta mengungkapkan bahwa stok yang ia bawa habis hanya dalam hitungan dua jam.

Pola konsumsi masyarakat yang cenderung impulsif saat menjelang berbuka menjadi pendorong utama. Produk-produk seperti es buah, jus segar, hingga minuman kekinian dengan topping boba menjadi yang paling diburu.

Fenomena ini membuktikan bahwa Pasar Takjil Suhat Malang bukan sekadar tempat belanja, melainkan ekosistem ekonomi yang mampu menghidupkan kembali daya beli masyarakat lokal.

Ragam Kuliner: Dari Jajanan Tradisional hingga Fusion Food

Daya tarik utama yang membuat pengunjung rela berdesakan adalah variasi menu yang ditawarkan. Di sini, pengunjung bisa menemukan spektrum kuliner yang sangat luas.

Di satu sisi, terdapat barisan penjual gorengan, kue basah, dan kolak yang menjaga cita rasa tradisional. Di sisi lain, kreativitas mahasiswa Malang menghadirkan menu fusion seperti takoyaki rasa lokal, dimsum mentai, hingga berbagai olahan pastry yang sedang tren.

Ketersediaan makanan berat juga menjadi alasan mengapa kawasan ini tidak pernah sepi. Banyak pekerja yang tidak sempat memasak di rumah memilih membeli lauk matang atau nasi bungkus di Suhat.

Kelengkapan jenis kuliner inilah yang menempatkan Suhat sebagai destinasi street food Ramadan nomor satu di Malang, mengalahkan titik-titik lain seperti kawasan Sawojajar atau Jalan Surabaya.

Baca Juga : Ratusan Juta Berputar di Setiap Titik Pasar Takjil Kota Malang

Tantangan Mobilitas dan Rekayasa Lalu Lintas

Kepadatan manusia yang luar biasa tentu membawa konsekuensi logis pada arus lalu lintas. Titik kemacetan paling parah terpantau mulai dari persimpangan patung pesawat hingga area jembatan Suhat.

Volume kendaraan yang meningkat tajam, ditambah dengan aktivitas parkir di bahu jalan, membuat laju kendaraan melambat drastis.

Pemerintah Kota Malang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) telah berupaya melakukan mitigasi dengan menempatkan personel di titik-titik rawan.

Penataan lapak pedagang di tahun 2026 ini sebenarnya sudah lebih teratur dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana batas antara area pejalan kaki dan area dagang dipertegas agar tidak memakan badan jalan secara berlebihan.

Namun, antusiasme warga yang tak terbendung tetap membuat kawasan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna jalan yang hanya sekadar melintas.

Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Mahasiswa

Menariknya, Pasar Takjil Suhat Malang juga menjadi ajang kewirausahaan bagi mahasiswa dari universitas sekitar seperti Universitas Brawijaya (UB) dan Polinema.

Banyak dari mereka yang memanfaatkan momen ini untuk belajar berbisnis secara praktis. Kehadiran mereka membawa warna tersendiri dalam strategi pemasaran, mulai dari penggunaan kemasan yang estetis hingga pemanfaatan media sosial untuk promosi secara real-time.

Hal ini memberikan dampak sosial positif, di mana kemandirian ekonomi mulai terbentuk sejak bangku kuliah. Perputaran uang di kawasan ini diperkirakan mencapai angka yang sangat fantastis setiap harinya selama bulan suci, yang secara langsung berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional Kota Malang.

Baca Juga : 3 Pasar Takjil di Malang yang Wajib Dikunjungi Selama Ramadhan 2026

Author Image

Author

Fahrezi