Breaking

Pemkab Malang Kembangkan Aplikasi Kesehatan Berbasis RT, Data Warga Dipantau Real-Time

Bima Yoga

3 September 2026

Pemkab Malang Kembangkan Aplikasi Kesehatan Berbasis RT, Data Warga Dipantau Real-Time
Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Malang terus digencarkan melalui pendekatan berbasis teknologi.

infomalangcom – Upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Malang terus digencarkan melalui pendekatan berbasis teknologi.

Pemerintah Kabupaten Malang tengah menyiapkan aplikasi pelaporan kesehatan berbasis Rukun Tetangga, yang memungkinkan pemantauan kondisi warga dilakukan secara real-time hingga ke tingkat wilayah paling kecil.

Rencana pengembangan aplikasi tersebut mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis Aparatur Sipil Negara di lingkungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang.

Dalam forum tersebut, terungkap sejumlah persoalan mendasar terkait tingginya angka kematian ibu di beberapa kecamatan, mulai dari kasus preeklamsia berat, pendarahan pascapersalinan, komplikasi non-obstetrik, hingga penyakit penyerta seperti HIV dan sindrom HELLP.

Salah satu akar masalah yang teridentifikasi dalam forum tersebut adalah lemahnya sinkronisasi data antarsektor, yang menyebabkan penanganan kasus berisiko tinggi kerap terlambat dilakukan.

Kondisi ini mendorong Pemkab Malang mencari solusi konkret agar data kondisi kesehatan warga dapat terpantau secara lebih akurat dan cepat.

Adaptasi Sistem Pelaporan dari Manado untuk Pantau Kesehatan Warga

Sebagai solusi atas persoalan sinkronisasi data tersebut, Pemkab Malang berencana mengadaptasi sistem pelaporan yang sebelumnya diterapkan di Manado, berupa aplikasi sederhana berbasis pelaporan tingkat RT.

Melalui aplikasi ini, pemutakhiran data kondisi kesehatan warga, kronologis penyakit, hingga latar belakang ekonomi keluarga dapat dilakukan secara real-time tanpa harus bergantung pada pihak ketiga.

Rencana sinkronisasi data ini turut melibatkan sejumlah instansi lintas sektor, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui Program Bedah Rumah Layak Huni dan Program Pembangunan Jamban Sehat.

Baca Juga: 90 Persen Sampah Darat Berpotensi Jadi Mikroplastik, Ini Langkah untuk Mencegahnya

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan turut dilibatkan dalam program pemberian asupan protein hewani dan garam sehat guna mencegah stunting, sementara Dinas Kesehatan berperan dalam edukasi penggunaan kontrasepsi yang tepat serta penanganan medis yang lebih responsif terhadap kasus kehamilan berisiko.

Dengan pendekatan lintas sektor berbasis data yang lebih terintegrasi, pemerintah daerah berharap dapat mendeteksi lebih dini kondisi warga yang berpotensi mengalami komplikasi kesehatan, sekaligus mempercepat proses intervensi sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi kasus yang lebih serius.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan data yang terkumpul benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar angka administratif semata.

“Saya berharap setelah kegiatan ini, ada sinkronisasi data yang nyata. Bukan sekadar angka, tapi realita di lapangan harus menunjukkan penurunan kemiskinan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya dalam forum bimbingan teknis tersebut.

Pengembangan aplikasi pelaporan berbasis RT ini sejalan dengan semangat besar Pemkab Malang untuk mewujudkan target zero maternal mortality atau nol kematian ibu pada 2027 mendatang.

Target ambisius tersebut ditetapkan mengingat masih tingginya kasus kematian ibu yang tercatat di sejumlah wilayah, sehingga penguatan sistem data dan pengawasan berjenjang dari tingkat RT dinilai menjadi kunci penting untuk mencapai target tersebut.

Langkah serupa turut diadopsi oleh Pemerintah Kota Malang, yang berencana memasukkan penanganan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan stunting ke dalam program RT Berkelas 2027, dengan melibatkan peran aktif ketua RT dan RW dalam pendataan ibu hamil serta pendampingan keluarga berisiko di wilayah masing-masing.

Pemanfaatan teknologi digital dalam sektor kesehatan sendiri sejalan dengan arah kebijakan nasional yang terus didorong Kementerian Kesehatan melalui platform SATUSEHAT, guna membangun ekosistem data kesehatan yang terintegrasi di seluruh Indonesia.

Informasi lebih lanjut mengenai program digitalisasi layanan kesehatan nasional dapat diakses melalui laman resmi SATUSEHAT Kementerian Kesehatan.

Dengan hadirnya aplikasi pelaporan kesehatan berbasis RT ini, Pemkab Malang berharap dapat mempercepat deteksi dini kasus kesehatan berisiko tinggi di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor demi mewujudkan derajat kesehatan warga yang lebih baik di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

Baca Juga: Gempa M4,4 Guncang Pacitan Dini Hari, Getaran Terasa hingga Malang

Author Image

Author

Bima Yoga