Breaking

Pemkot Malang Gelar Bimtek AI untuk Tingkatkan Produktivitas dan Literasi Digital Warga

Pemkot Malang Gelar Bimtek AI untuk Tingkatkan Produktivitas dan Literasi Digital Warga
Pemkot Malang Gelar Bimtek AI untuk Tingkatkan Produktivitas dan Literasi Digital Warga

Infomalangcom – Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan bagi masyarakat urban yang ingin tetap relevan di pasar kerja global.

Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota Malang atau Pemkot Malang mengambil langkah progresif dengan mengintegrasikan teknologi mutakhir ke dalam kurikulum pemberdayaan masyarakatnya.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), kota yang dikenal sebagai poros pendidikan di Jawa Timur ini secara intensif membekali warganya dengan keahlian pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

Langkah ini bukan hanya tentang mengikuti tren, melainkan strategi besar untuk memastikan setiap lapisan masyarakat Malang mampu menavigasi ekosistem ekonomi digital yang kian kompleks.

Inisiatif Strategis Pemkot Malang di Era Disrupsi

Langkah nyata Pemkot Malang dalam menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Berbasis TIK dengan tema “Produktif dan Bijak dengan AI” menunjukkan keberpihakan otoritas lokal terhadap pembangunan SDM.

Diskominfo Kota Malang tidak hanya berperan sebagai penyedia infrastruktur jaringan, tetapi juga sebagai edukator utama dalam literasi teknologi.

Dalam berbagai kesempatan, Sekretaris Diskominfo Kota Malang, Sony Bachtiar, menekankan bahwa penguasaan AI adalah kunci untuk mendongkrak nilai tawar warga di kancah internasional.

Mengingat proyeksi nilai pasar AI global yang akan menyentuh angka triliunan rupiah dalam beberapa tahun ke depan, kesiapan warga lokal menjadi prioritas yang mendesak bagi pemerintah daerah.

Optimalisasi AI untuk Produktivitas dan Efisiensi Kerja

Salah satu fokus utama dalam Bimtek yang digelar Pemkot Malang adalah penggunaan AI sebagai alat bantu (tools), bukan pengganti peran manusia.

Materi yang disampaikan mencakup penggunaan platform AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, hingga perangkat desain otomatis yang mampu mempercepat beban kerja administratif dan kreatif.

Peserta diajarkan bagaimana menyusun prompt yang efektif agar mesin dapat memberikan hasil yang akurat. Dengan memanfaatkan teknologi ini, tugas-tugas rutin yang biasanya memakan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit.

Inovasi ini sangat krusial bagi para pelaku UMKM dan pekerja kreatif di Malang agar mereka memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada strategi pengembangan bisnis yang lebih esensial.

Baca Juga : Dishub Kota Malang Perkuat Koordinasi dengan Jukir untuk Tertibkan Parkir dan Cegah Praktik Liar

Membangun Etika dan Kedaulatan Digital di Tingkat Lokal

Di balik kemudahan yang ditawarkan, Pemkot Malang juga sangat menekankan aspek etika digital. Literasi digital yang diberikan mencakup pemahaman tentang keamanan data pribadi dan penyaringan informasi di tengah maraknya konten yang dihasilkan oleh mesin.

Pemkot Malang ingin memastikan bahwa warga tidak hanya lihai secara teknis, tetapi juga bijak dalam membedakan antara fakta dan manipulasi digital.

Perlindungan kedaulatan digital lokal menjadi poin krusial agar data-data penting milik warga tetap aman saat berinteraksi dengan sistem cerdas.

Pendidikan mengenai keamanan siber ini disisipkan dalam setiap sesi agar terbentuk kesadaran kolektif mengenai pentingnya privasi di ruang siber yang semakin terbuka.

Kolaborasi Multipihak dan Inklusivitas Peserta

Keunikan dari program yang dijalankan Pemkot Malang ini terletak pada sistem rekrutmen pesertanya yang inklusif.

Melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), usulan peserta datang langsung dari akar rumput di tingkat kelurahan.

Hal ini memastikan bahwa pengetahuan tentang AI tidak hanya didominasi oleh kalangan akademisi atau praktisi IT semata, tetapi juga menjangkau ibu rumah tangga, pemuda karang taruna, hingga aparatur kewilayahan.

Untuk menjamin kualitas materi, Pemkot Malang menggandeng pakar dari Telkom AI Center dan akademisi dari universitas ternama di Malang.

Kolaborasi ini menciptakan ekosistem pembelajaran yang solid, menggabungkan teori akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan, sehingga materi yang disampaikan benar-benar aplikatif bagi kebutuhan sehari-hari warga.

Malang Creative Center sebagai Episentrum Inovasi

Pemilihan lokasi Bimtek seperti di Hotel Savana maupun Malang Creative Center (MCC) bukanlah tanpa alasan. MCC khususnya, telah menjadi simbol kebangkitan ekonomi kreatif di Kota Malang.

Dengan menyelenggarakan pelatihan AI di tempat-tempat yang representatif, Pemkot Malang ingin menstimulasi kreativitas peserta agar mereka merasa berada di lingkungan yang mendukung inovasi. Atmosfer kolaboratif di MCC diharapkan dapat memicu lahirnya ide-ide bisnis baru berbasis teknologi setelah para peserta menyelesaikan pelatihan.

Dampak jangka panjang yang diinginkan adalah munculnya agen-agen literasi digital di tiap kelurahan yang mampu menularkan ilmunya kepada warga lain, menciptakan efek domino positif bagi perkembangan Smart City Malang yang inklusif dan berkelanjutan.

Sumber Referensi Resmi:

Baca Juga : Halal Bihalal DPD PKS Kota Malang Perkuat Ukhuwah dan Nilai Ramadan

Author Image

Author

Fahrezi