Infomalangcom – Kota Malang terus mematangkan langkah untuk menjadi pelopor transportasi tradisional ramah lingkungan di Jawa Timur.
Menindaklanjuti distribusi kendaraan listrik bagi para pengayuh di wilayah ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kini tengah memprioritaskan penyediaan infrastruktur pendukung berupa titik pengisian daya khusus.
Berdasarkan koordinasi terbaru, pemerintah menargetkan seluruh fasilitas pengisian baterai becak listrik tersebut sudah dapat beroperasi secara penuh sebelum memasuki perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026 yang jatuh pada bulan Maret mendatang.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan para penerima manfaat dapat beroperasi secara maksimal saat lonjakan wisatawan terjadi pada masa libur panjang nanti.
Sinergi Pemkot Malang dan PLN dalam Penyediaan Infrastruktur
Proses penyiapan fasilitas ini melibatkan kolaborasi erat antara lintas sektoral. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang.
Pertemuan tersebut fokus pada teknis penyediaan charging station yang akan disebar di berbagai lokasi strategis. Sinergi ini dianggap sangat krusial agar 200 unit becak listrik yang kini telah mengaspal di jalanan Bumi Arema tidak mengalami kendala teknis terkait ketersediaan energi baterai selama menjalankan operasional harian.
Eko menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur ini menjadi harga mati sebelum bulan Maret tiba. “Kami telah berdiskusi panjang dengan PLN untuk menyiapkan titik-titik charging becak listrik yang kemarin sudah didistribusikan kepada warga.
Target utamanya adalah sebelum Lebaran fasilitas ini sudah harus tersedia secara fungsional,” ujarnya saat ditemui di Kota Malang.
Upaya percepatan ini dilakukan agar saat arus mudik dan kunjungan wisata memuncak, para pengayuh becak listrik sudah tidak lagi bingung mencari tempat untuk mengisi daya kendaraan mereka.
Pemetaan Lokasi Strategis di Pusat Wisata Kota Malang
Meskipun daftar lokasi detail pengisian daya belum dibuka sepenuhnya kepada publik, Pemkot Malang telah menyelesaikan tahap pemetaan awal.
Prinsip utama dalam pemilihan lokasi tersebut adalah aksesibilitas yang tinggi bagi para pengayuh. Eko memastikan bahwa titik-titik pengisian daya akan ditempatkan di dalam atau sangat dekat dengan jangkauan kawasan wisata andalan di Kota Malang.
Hal ini dirancang agar operasional becak listrik tetap efektif dan efisien tanpa harus menempuh jarak jauh untuk sekadar mencari sumber daya listrik.
Penempatan stasiun pengisian di area wisata juga memiliki dampak psikologis bagi calon penumpang. Dengan ketersediaan infrastruktur yang terlihat modern dan rapi di titik-titik keramaian, tingkat kepercayaan penumpang terhadap moda transportasi ini akan meningkat.
Selain menunjang kemudahan akses bagi pengayuh, langkah ini juga bertujuan untuk mempertahankan estetika kota agar fasilitas pengisian daya tidak diletakkan secara semrawut, melainkan terintegrasi dengan tata ruang publik yang nyaman bagi pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya.
Baca Juga:
Nama Mantan Wali Kota Akan Melekat di Gedung-Gedung Pemkot Malang
Skema CSR PLN: Layanan Pengisian Daya Secara Gratis
Kabar baik menyertai rencana penyiapan infrastruktur ini dari sisi biaya operasional. Manajer PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, mengisyaratkan bahwa pembukaan titik pengisian daya becak listrik ini sangat memungkinkan untuk dijalankan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Dengan skema ini, para pengayuh becak direncanakan bisa menikmati layanan pengisian daya tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Hal ini tentu menjadi insentif besar bagi para pengayuh becak yang mayoritas merupakan kalangan lansia. Layanan gratis ini diharapkan dapat meringankan beban biaya hidup para penerima manfaat.
Perlu diketahui bahwa 200 becak listrik yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) pada Rabu (21/1) lalu merupakan bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Penerima bantuan ini diprioritaskan bagi pengayuh becak yang telah berusia 70 tahun ke atas. Dengan tidak adanya biaya pengisian daya, pendapatan yang mereka peroleh dari melayani wisatawan dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan kesejahteraan keluarga, tanpa harus dipotong biaya bahan bakar atau energi.
Paguyuban Becak Listrik dan Peningkatan Layanan Wisata
Selain urusan teknis pengisian daya, Pemkot Malang juga tengah merancang struktur organisasi bagi para pengayuh melalui pembentukan paguyuban resmi.
Wadah ini nantinya akan mempermudah pola komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dengan para pelaku di lapangan.
Paguyuban akan berperan penting dalam memberikan pendampingan berkelanjutan, mulai dari teknis cara operasional kendaraan yang benar hingga standar pelayanan prima kepada para wisatawan yang berkunjung ke Malang.
Kehadiran becak listrik di tahun 2026 ini bukan hanya tentang modernisasi angkutan tradisional, melainkan juga tentang memuliakan harkat hidup para lansia yang masih giat bekerja.
Melalui paguyuban, para pengayuh akan dilatih untuk memiliki kompetensi pelayanan yang seragam, sehingga becak listrik bisa menjadi salah satu ikon daya tarik wisata yang unik dan berkelas.
Sinergi antara infrastruktur gratis dari PLN, bantuan unit dari Presiden, dan manajemen organisasi dari Pemkot Malang diharapkan mampu menciptakan ekosistem transportasi yang mandiri, bermartabat, dan ramah lingkungan di Kota Malang.
Mewujudkan Malang Sebagai Kota Wisata Berbasis Energi Hijau
Target beroperasinya titik pengisian daya sebelum Lebaran adalah bukti nyata keseriusan Pemkot Malang dalam mengawal program transportasi hijau.
Inisiatif ini tidak hanya mendukung kelestarian udara kota, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan yang mendalam bagi para pengayuh senior.
Kesuksesan program ini akan menjadi tolok ukur sejauh mana teknologi modern dapat berdampingan dengan transportasi tradisional demi meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.
Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga PLN, menjadi modal sosial yang sangat kuat bagi keberhasilan proyek ini.
Mari kita dukung bersama transisi energi di sektor transportasi publik ini agar Kota Malang semakin nyaman, sehat, dan inklusif bagi semua kalangan.
Dengan persiapan yang matang sebelum masa Lebaran tiba, para pengayuh becak listrik di Malang siap menyambut hari kemenangan dengan semangat baru dan ekonomi yang lebih berdaya.
Baca Juga:















