Breaking

Pemprov Jatim Susun Langkah Penataan Soehat, Parkir dan Banner Jadi Perhatian

Ahnaf muafa

14 January 2026

Pemprov Jatim Susun Langkah Penataan Soehat, Parkir dan Banner Jadi Perhatian
Infomalang.com -Pemprov Jatim melalui jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait secara resmi mulai menyusun kerangka strategis untuk melakukan penataan menyeluruh di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), Kota Malang.

Infomalang.com Pemprov Jatim melalui jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait secara resmi mulai menyusun kerangka strategis untuk melakukan penataan menyeluruh di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), Kota Malang.

Kawasan yang menjadi urat nadi ekonomi dan pendidikan di Malang Raya ini dinilai memerlukan sentuhan manajerial yang lebih tegas guna mengembalikan fungsinya sebagai ruang publik yang estetis dan tertib.

Dengan 1 rencana besar yang mencakup aspek pembenahan infrastruktur trotoar hingga penertiban elemen visual, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen menciptakan kawasan Soehat yang lebih manusiawi.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya keluhan masyarakat terkait kesemrawutan lalu lintas dan degradasi estetika kota yang dipicu oleh menjamurnya media promosi ilegal serta manajemen parkir yang belum terintegrasi dengan baik.

Restorasi Trotoar dan Pengembalian Hak Pejalan Kaki

Salah satu poin krusial dalam dokumen penataan yang disusun oleh Pemprov Jatim adalah restorasi fungsi trotoar di sepanjang jalur Soekarno-Hatta.

Selama ini, banyak bagian dari trotoar di kawasan tersebut yang beralih fungsi menjadi area komersial atau rusak akibat beban kendaraan yang parkir secara ilegal.

Pemprov Jatim berencana melakukan perbaikan fisik secara bertahap untuk memastikan pejalan kaki memiliki ruang yang aman dan nyaman.

Proyek ini bukan sekadar perbaikan semen dan ubin, melainkan bagian dari konsep urban healing untuk memperbanyak ruang hijau di tengah padatnya arus kendaraan.

Perbaikan trotoar ini juga akan disinergikan dengan penataan drainase guna mengantisipasi genangan air yang sering terjadi saat intensitas hujan tinggi.

Integrasi antara perbaikan jalur pejalan kaki dan sistem pembuangan air menjadi kunci agar investasi pembangunan yang dilakukan memiliki daya tahan jangka panjang.

Dengan melibatkan tim ahli di bidang arsitektur kota, Pemprov Jatim ingin memastikan bahwa desain trotoar yang baru nantinya tetap selaras dengan karakter modernitas kawasan Soehat tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Penertiban Parkir Liar dan Manajemen Lalu Lintas

Masalah parkir menjadi perhatian utama dalam koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Pemprov Jatim melihat bahwa parkir sembarangan di bahu jalan dan trotoar menjadi pemicu utama kemacetan kronis di jam-jam sibuk.

Langkah penataan yang disusun mencakup penyediaan kantong parkir yang lebih representatif serta pengawasan ketat terhadap juru parkir nakal.

Penertiban ini diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas dari arah Jembatan Soehat menuju arah utara maupun sebaliknya.

Selain aspek penegakan aturan, Pemprov Jatim juga mempertimbangkan penggunaan teknologi dalam manajemen parkir di kawasan tersebut.

Diskusi mengenai penerapan parkir elektronik atau sistem sensor pemantau mulai mencuat guna meminimalisir kebocoran retribusi dan memberikan kepastian ruang bagi pengendara.

Efektivitas manajemen parkir ini sangat bergantung pada konsistensi petugas di lapangan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP menjadi instrumen penting dalam memastikan bahwa setiap jengkel aspal di Soehat digunakan sesuai peruntukannya tanpa mengganggu hak pengguna jalan lainnya.

Baca Juga:

Gedung Parkir Kayutangan Beroperasi, DPRD Kota Malang Nilai Strategis Atasi Kemacetan

Pembersihan Banner Ilegal dan Estetika Ruang Visual

Selain infrastruktur fisik, aspek estetika visual di kawasan Soehat tidak luput dari pantauan. Pemprov Jatim menyoroti menjamurnya banner, reklame, dan media promosi yang dipasang tanpa izin atau sudah kedaluwarsa.

Keberadaan alat peraga yang semrawut tersebut dinilai sangat mengganggu pemandangan dan bahkan membahayakan pengguna jalan jika tidak dipasang dengan standar keamanan yang benar.

Penataan ini bertujuan untuk membersihkan kawasan Soehat dari “sampah visual” yang selama ini merusak citra Kota Malang sebagai kota pendidikan yang tertata.

Langkah konkret yang akan diambil adalah melakukan inventarisasi terhadap seluruh titik reklame yang ada. Banner yang terbukti melanggar aturan tata ruang atau menempel pada pohon dan tiang listrik akan segera dibersihkan.

Pemprov Jatim juga akan menetapkan zona-zona khusus untuk media promosi agar lebih tertata dan tidak menumpuk di satu titik yang sama.

Pengaturan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengusaha periklanan yang taat aturan, karena pesan promosi mereka akan lebih mudah terlihat dan dihargai oleh audiens dalam lingkungan yang bersih dan teratur.

Sinergi Lintas Sektoral dan Keterlibatan Masyarakat

Keberhasilan rencana besar yang disusun oleh Pemprov Jatim sangat bergantung pada sinergi lintas sektoral antara pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Malang, dan pihak kepolisian.

Kawasan Soehat memiliki status jalan provinsi, namun dampak sosial dan ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat kota.

Oleh karena itu, sinkronisasi kebijakan antara level pemerintahan menjadi harga mati agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dalam eksekusi di lapangan.

Koordinasi yang harmonis akan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil memiliki landasan hukum yang kuat dan dukungan anggaran yang memadai.

Masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Soehat juga diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap langkah penataan ini.

Kesadaran kolektif untuk tidak parkir sembarangan dan tidak memasang iklan ilegal adalah bantuan terbesar bagi pemerintah.

Pemprov Jatim berencana melakukan sosialisasi secara masif sebelum tindakan tegas diberlakukan secara penuh. Keterlibatan publik dalam mengawasi hasil pembangunan juga sangat diharapkan agar fasilitas yang sudah diperbaiki tidak kembali rusak akibat perilaku tidak bertanggung jawab.

Menuju Soehat sebagai Ikon Baru Kota Malang

Harapan besar dari program penataan kawasan oleh Pemprov Jatim ini adalah menjadikan Jalan Soekarno-Hatta sebagai ikon baru kebanggaan warga Malang.

Sebuah kawasan yang tidak hanya sibuk secara ekonomi, tetapi juga nyaman secara visual dan fungsional. Transformasi ini membutuhkan waktu dan kesabaran, namun fondasi yang sedang disusun saat ini adalah langkah awal yang sangat krusial.

Penataan Soehat akan menjadi barometer keberhasilan kolaborasi pembangunan daerah di Jawa Timur dalam mengelola kawasan urban yang kompleks.

Pada akhirnya, penataan ini adalah tentang meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jalan yang lancar, trotoar yang bersih, dan pemandangan kota yang bebas dari banner ilegal akan memberikan pengalaman tinggal yang lebih baik bagi semua orang.

Mari kita kawal bersama proses penataan ini agar visi besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mewujudkan kawasan Soehat yang tertib dan indah dapat terealisasi sepenuhnya demi kemajuan Kota Malang di masa depan.

Baca Juga:

Wisata Terpadu Splendid Didorong DPRD Kota Malang

Author Image

Author

Ahnaf muafa