Breaking

Polresta Malang Kota Imbau Warga Bersatu Jaga Kondusivitas

Pasca kerusuhan yang sempat memanas di beberapa daerah, suasana Kota Malang masih terasa waspada. Namun, upaya menjaga kondusivitas tak berhenti. Polresta Malang Kota bergerak cepat dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat dalam apel kamtibmas. Tujuannya jelas: memastikan warga tidak mudah terprovokasi dan tetap solid dalam menjaga keamanan bersama.

Ajakan dari Kapolresta

Apel kamtibmas kali ini tidak sekadar seremoni. Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang, turun langsung menemui perwakilan organisasi keagamaan, kepemudaan, komunitas, hingga Linmas. Mereka berkumpul untuk satu tujuan: menguatkan sinergi agar Kota Malang tetap aman.

“Mari kita lebih peka, teliti, dan waspada terhadap segala bentuk provokasi yang masuk melalui organisasi, baik ormas maupun LSM,” tegas Kombes Nanang di hadapan perwakilan Banser, Kokam, hingga Pemuda Adat, Minggu (7/9).

Pesan itu sederhana, tapi mengena. Provokasi sering kali menjadi pemicu keributan. Jika tidak disaring, bukan hanya individu yang rugi, tapi juga lingkungan dan citra Kota Malang sebagai kota pendidikan.

Komitmen Bersama

Yang menarik, seluruh perwakilan organisasi menyatakan sikap yang sama. Mereka bersepakat menjaga kondusivitas bukan dengan emosi atau tindakan anarkis, melainkan lewat musyawarah. Cara ini dianggap lebih elegan, sesuai karakter masyarakat Malang yang menjunjung tinggi kebersamaan.

“Sinergitas dan kolaborasi warga Kota Malang adalah benteng penting dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas,” tambah Kombes Nanang.

Pernyataan ini menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama. Kolaborasi lintas elemen, dari ormas keagamaan hingga komunitas kecil, menjadi pondasi kuat untuk menghadapi situasi apapun.

Baca Juga: Rentetan Kasus yang Picu Kemarahan Rakyat Indonesia Sepanjang 2023-2025

Kota Malang, Kota Pendidikan yang Damai

Sebagai kota pendidikan, Malang dikenal dengan ribuan mahasiswa yang datang dari berbagai daerah. Suasana damai dan aman jelas menjadi kebutuhan utama. Dengan kolaborasi yang solid, Polresta yakin Kota Malang bisa mempertahankan citra tersebut.

“Sinergi ini harus dijaga, bukan hanya di pusat kota, tetapi sampai ke tingkat lingkungan terkecil. Jika semua solid, maka Malang akan selalu kondusif,” ujar Kombes Nanang menutup apel.

Pesan ini seakan jadi alarm agar masyarakat tidak hanya mengandalkan aparat. Dari tingkat RT, RW, hingga komunitas kecil, semua punya peran menjaga ketenangan lingkungan masing-masing.

Refleksi Warga

Bagi masyarakat, ajakan Polresta Malang Kota ini bukan hanya seruan, tapi juga bentuk kepedulian. Menghadapi era digital seperti sekarang, provokasi bisa datang lewat banyak pintu: media sosial, pesan berantai, bahkan obrolan ringan di warung kopi.

Kalau tidak hati-hati, informasi yang salah bisa memicu konflik. Karena itu, langkah Polresta menggandeng langsung elemen masyarakat dianggap tepat. Dengan komunikasi terbuka, potensi salah paham bisa ditekan sejak awal.

Lebih dari Sekadar Apel

Banyak warga menilai apel kamtibmas ini lebih dari sekadar formalitas. Kehadiran organisasi lintas agama, pemuda, hingga komunitas adat menunjukkan bahwa Kota Malang punya kekuatan sosial yang besar. Jika kekuatan ini diarahkan untuk hal positif, maka bukan hanya keamanan yang terjaga, tapi juga solidaritas antarwarga semakin erat.

Bayangkan, ketika ormas keagamaan, pemuda, dan aparat bersatu, potensi provokasi bisa langsung dipatahkan. Tidak ada ruang untuk pihak-pihak yang ingin mengganggu ketenangan Kota Malang.

Baca Juga: Gerak Cepat, Polres Malang Amankan Dua Pengedar Sabu

Kisah ini membuktikan bahwa menjaga keamanan bukan sekadar tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama. Dengan imbauan Polresta Malang Kota agar warga bersatu jaga kondusivitas, muncul harapan baru. Bahwa Kota Malang akan tetap menjadi kota pendidikan yang aman, damai, dan penuh semangat kebersamaan.

Sinergi yang dibangun hari ini bisa jadi tameng untuk hari esok. Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah kota bukan diukur dari jumlah aparatnya, tapi dari solidaritas warganya.