Breaking

Prabowo Tiba di Riau, Pantau Langsung Penanganan Karhutla Sumatera

Bima Yoga

24 August 2026

Prabowo Tiba di Riau, Pantau Langsung Penanganan Karhutla Sumatera
Presiden Prabowo Subianto tiba di Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026), untuk meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera.

infomalangcom – Presiden Prabowo Subianto tiba di Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026), untuk meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pemadaman berjalan cepat, terkoordinasi, dan tidak berhenti sebelum titik kebakaran benar-benar tertangani.

Prabowo tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin sekitar pukul 10.50 WIB. Kedatangan Presiden disambut Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak.

Setelah tiba, Prabowo menaiki kendaraan taktis Maung MV3 menuju Posko Aju Provinsi Riau di kawasan Lanud Roesmin Nurjadin.

Di lokasi tersebut, Presiden mengikuti rapat penanganan karhutla dan menerima laporan mengenai perkembangan kondisi kebakaran di Riau.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan tersebut dilakukan agar Presiden dapat melihat dan mendengar langsung kondisi lapangan.

Menurut Teddy, perhatian Presiden tidak hanya diarahkan pada pemadaman, tetapi juga memastikan seluruh keputusan penanganan dijalankan secara cepat, terpadu, dan tepat.

“Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas,” kata Teddy dalam keterangan yang disampaikan pada Senin.

Penanganan Karhutla Riau Jadi Perhatian

Berdasarkan laporan BPBD Riau yang disampaikan dalam rapat, luas lahan terbakar di provinsi tersebut sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 16.277,50 hektare.

Pada periode yang sama tercatat 10.514 hotspot, dengan 521 titik di antaranya berkembang menjadi titik kebakaran. Hingga 14 Agustus 2026, masih terdapat tujuh titik api yang perlu ditangani.

Prabowo mengapresiasi kerja TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, kementerian dan lembaga, serta berbagai unsur yang terlibat dalam pengendalian karhutla.

Presiden menilai upaya penanganan di Riau telah menunjukkan hasil, tetapi meminta jajaran terkait tidak lengah terhadap potensi kebakaran berikutnya.

Baca Juga: Bareskrim Jerat 72 Tersangka Kasus Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

Presiden juga meminta kekuatan TNI dan Polri segera dikerahkan apabila diperlukan untuk memadamkan titik api yang tersisa.

Menurut Prabowo, langkah cepat perlu dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Jangan nunggu sampai titik api, tolong masuk ke titik hotspot, segera ambil tindakan dini,” ujar Prabowo.

Arahan tersebut menempatkan pencegahan sebagai bagian penting dalam pengendalian karhutla. Pemerintah tidak hanya dituntut memadamkan api, tetapi juga melakukan pemantauan dan tindakan awal ketika indikasi kebakaran mulai terdeteksi.

Kunjungan ke Riau merupakan rangkaian agenda Prabowo di Sumatera. Setelah Riau, Presiden dijadwalkan meninjau penanganan karhutla di Jambi dan Sumatera Selatan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran dilakukan dengan pendekatan lintas daerah, mengingat karhutla dapat menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan yang meluas.

Untuk informasi resmi mengenai perkembangan penanganan di Riau, masyarakat dapat merujuk pada Media Center Provinsi Riau, yang memuat laporan pemerintah daerah mengenai kondisi karhutla dan langkah pengendaliannya.

Pemerintah juga terus mendorong koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan lembaga terkait. Dengan pemantauan langsung, evaluasi lapangan, serta respons dini, penanganan diharapkan mampu menekan risiko kebakaran kembali meluas di wilayah Sumatera.

Dalam rapat tersebut, perhatian pemerintah juga diarahkan pada kebutuhan memperkuat kesiapsiagaan di daerah.

Respons terhadap karhutla membutuhkan kerja bersama karena kondisi lapangan dapat berubah mengikuti cuaca, arah angin, dan tingkat kekeringan. Karena itu, pemantauan titik panas menjadi dasar untuk menentukan tindakan lebih awal sebelum api meluas.

Kehadiran Presiden di Riau menjadi momentum untuk mengevaluasi efektivitas langkah yang dilakukan. Apresiasi kepada petugas disertai pesan agar koordinasi tetap dijaga. Pemda bersama aparat keamanan diminta memastikan sumber daya yang tersedia dapat digunakan cepat ketika muncul indikasi kebakaran.

Penanganan karhutla berkaitan dengan perlindungan masyarakat dari dampak asap. Selain mengancam kawasan hutan dan lahan, kebakaran dapat mengganggu aktivitas warga serta menurunkan kualitas udara.

Oleh sebab itu, pengendalian di lapangan perlu berjalan bersama pencegahan, pemantauan, dan penegakan aturan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Agenda Prabowo di Sumatera menjadi bagian dari perhatian pusat terhadap persoalan karhutla yang membutuhkan koordinasi lintas wilayah.

Rangkaian kunjungan di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan diharapkan menghasilkan evaluasi mengenai kondisi lapangan serta langkah yang diperlukan.

Baca Juga: Kebakaran Melanda Desa Adat Sade Lombok, Warga Terpaksa Mengungsi

Author Image

Author

Bima Yoga