infomalangcom – Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, berubah menjadi ajang pameran teknologi anak bangsa pada Kamis (6/8/2026).
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung berbagai hasil riset dan inovasi karya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mulai dari genteng biomassa hingga teknologi pengolahan air siap minum, dengan mengajak sekitar 150 peneliti BRIN hadir langsung memaparkan karya mereka.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo berkeliling melihat satu per satu produk inovasi yang dipamerkan. Kepala negara mengawali peninjauan dengan melihat satelit dan pesawat tanpa awak buatan BRIN, sebelum berlanjut ke teknologi tanggul dan pemecah gelombang yang dikembangkan untuk mendukung proyek Giant Sea Wall.
Presiden juga mendapat penjelasan mengenai riset teknologi nuklir sebagai sumber energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), serta meninjau rumah tahan gempa hasil inovasi BRIN yang diklaim dapat dibangun dalam waktu 14 hari dengan biaya sekitar Rp190 juta.
Genteng Biomassa dan Teknologi Pengolahan Air Jadi Sorotan
Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian Prabowo adalah genteng biomassa yang terbuat dari serabut kelapa, sekam padi, anyaman bambu, dan ampas tebu. Untuk menguji ketahanannya, Presiden langsung membanting sekaligus menginjak genteng tersebut di hadapan para peneliti.
Rasa penasaran Prabowo juga tertuju pada aspek ekonomi dari inovasi tersebut. Ia pun bertanya langsung kepada peneliti mengenai daya tahan serta perkiraan biaya penggunaan genteng biomassa untuk rumah tipe 36.
“Enggak mudah pecah? Bagus ini, biaya berapa? Tipe 36 biayanya berapa?” tanya Prabowo.
Menjawab pertanyaan tersebut, peneliti BRIN menjelaskan bahwa kebutuhan genteng biomassa untuk rumah tipe 36 diperkirakan mencapai sekitar Rp11 juta hingga Rp12 juta.
Baca Juga: Tiket Upacara HUT RI Diserbu 128 Ribu Pendaftar dalam Sehari, Minat Masyarakat Sangat Tinggi
Selain genteng biomassa, perhatian Presiden juga tertuju pada mesin pengolahan air inovasi BRIN yang mampu mengubah air laut, air sungai, air tanah, hingga air banjir menjadi air siap minum. Presiden bersama sejumlah menteri yang mendampingi kemudian mencicipi langsung air hasil olahan mesin tersebut sebagai bentuk uji coba kepercayaan terhadap teknologi tersebut.
Momen ini turut diwarnai obrolan santai antara Prabowo dan peneliti BRIN. Salah seorang peneliti sempat menyinggung Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang disebut pernah mencoba teknologi pengolahan air serupa di masa mudanya.
“Ini zaman waktu muda Bu Mega juga sudah minum juga,” kata peneliti BRIN tersebut.
Mendengar hal itu, Prabowo pun merespons sambil tersenyum.
“Kalau Bu Mega minum, masa Prabowo enggak,” jawabnya, disambut suasana akrab di antara rombongan.
Kunjungan Presiden ke pameran inovasi BRIN ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap perkembangan riset dan teknologi dalam negeri, khususnya yang memiliki aplikasi langsung bagi kebutuhan masyarakat, mulai dari perumahan tahan bencana, ketersediaan air bersih, hingga energi terbarukan.
Berbagai inovasi berbasis biomassa seperti genteng ini juga sejalan dengan riset pemanfaatan biomassa yang selama ini terus dikembangkan BRIN sebagai alternatif material ramah lingkungan dan terjangkau bagi masyarakat.
Selain kedua inovasi utama tersebut, Presiden turut menerima paparan mengenai potensi uranium nasional yang diklaim mencapai 89 ribu ton, serta sempat memesan langsung produk sepatu lokal buatan BRIN yang dibanderol sekitar Rp75 ribu per pasang. Informasi lebih lanjut mengenai berbagai riset dan inovasi terbaru BRIN dapat diakses melalui laman resmi Penerbit BRIN.
Kunjungan yang melibatkan sekitar 150 peneliti ini juga menjadi ajang bagi Prabowo untuk berdialog langsung dengan generasi penerus riset nasional.
Presiden beberapa kali menyampaikan apresiasi atas dedikasi para peneliti muda BRIN yang terus berupaya menghasilkan inovasi aplikatif meski dengan keterbatasan sumber daya, sekaligus menekankan pentingnya regenerasi ilmuwan agar Indonesia tidak bergantung pada teknologi impor di masa mendatang.
Rangkaian kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi hasil riset anak bangsa agar dapat lebih dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas, sekaligus menjadi bentuk apresiasi nyata terhadap kerja keras para peneliti BRIN dalam menghasilkan inovasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan nasional saat ini.
Baca Juga: Kabupaten Malang Perluas Jaringan Dapur MBG untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis












