Breaking

Kebakaran Instalasi Gizi RSSA Malang, 19 Pasien Anak Dievakuasi

Bima Yoga

10 September 2026

Kebakaran Instalasi Gizi RSSA Malang, 19 Pasien Anak Dievakuasi
Kebakaran terjadi di Instalasi Gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang pada Rabu, 9 September 2026. (Gambar Hanya Ilustrasi)

infomalangcom – Kebakaran terjadi di Instalasi Gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang pada Rabu, 9 September 2026.

Insiden tersebut membuat pihak rumah sakit mengambil langkah evakuasi terhadap 19 pasien, termasuk pasien anak, untuk menghindari dampak asap dari lokasi kebakaran.

Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di bagian selatan Instalasi Gizi. Area tersebut merupakan tempat pengelolaan makanan dan tidak menjadi bagian dari ruang pelayanan pasien secara langsung.

Kepulan asap yang muncul dari area dapur membuat pihak rumah sakit segera memindahkan pasien ke lokasi yang dinilai lebih aman. Sebanyak 19 pasien dievakuasi sementara menggunakan kursi roda menuju Grand Pavilion.

Humas RSSA Kota Malang, Syamsul Bakhri, mengatakan evakuasi dilakukan sebagai langkah pencegahan agar pasien tidak terdampak asap selama petugas menangani kebakaran.

“Sebagai antisipasi karena adanya asap, kami melakukan proses evakuasi pada pasien anak. Ada 19 pasien yang kami pindahkan sementara ke Grand Pavilion. Kondisi mereka stabil,” ujar Syamsul.

Kebakaran tidak menyebabkan layanan medis RSSA berhenti. Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap melayani pasien, termasuk ambulans rujukan yang datang ke rumah sakit ketika proses pemadaman berlangsung.

“Ambulans rujukan tetap dipersilakan masuk dan layanan pasien sama sekali tidak terdampak,” ungkapnya.

UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang mencatat laporan kebakaran diterima Mako Damkar pada pukul 14.57 WIB. Petugas kemudian mengirim lima unit armada dengan total 20 personel ke lokasi.

Baca Juga: Kapal Jurnalis Hilang Kontak, Pemandu Sempat Kirim Foto Anak Krakatau, 10 September 2026

Penanganan Cepat Cegah Api Meluas di RSSA Malang

Sebelum petugas pemadam tiba, tim internal RSSA sudah melakukan penanganan awal dengan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan hidran. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas.

Petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 16.30 WIB. Kebakaran diketahui melanda dua ruangan, yakni ruang gizi dan ruang laundry. Setelah api padam, petugas melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang dapat memicu kebakaran kembali.

Sejumlah barang di dalam area tersebut turut terdampak, antara lain peralatan dapur, bahan makanan, selimut, dan seprai. Meski demikian, api tidak merembet ke ruang pelayanan medis maupun peralatan kesehatan yang digunakan untuk merawat pasien.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa ataupun korban luka. Kondisi pasien yang sebelumnya dievakuasi juga dilaporkan stabil dan kemudian dapat kembali ke ruang perawatan masing-masing.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih diselidiki. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui sumber awal api serta memastikan rangkaian kejadian yang menyebabkan kebakaran di Instalasi Gizi RSSA Malang.

Insiden tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan sistem tanggap darurat di rumah sakit. Keberadaan APAR, hidran, jalur evakuasi, serta kesiapan petugas menjadi bagian penting dalam melindungi pasien ketika terjadi kondisi darurat.

Setelah api berhasil dipadamkan dan situasi kembali terkendali, pihak RSSA diharapkan dapat menyelesaikan proses investigasi sekaligus melakukan evaluasi terhadap sistem keselamatan kebakaran di lingkungan rumah sakit.

Author Image

Author

Bima Yoga