Infomalangcom – Penguatan kelembagaan organisasi internal pemerintahan sering terlupakan dalam sorotan publik karena fokus media biasanya tertuju pada program besar pembangunan fisik.
Padahal organisasi internal seperti Dharma Wanita Persatuan (DWP) memiliki peran penting dalam memperkuat sinergi, kolaborasi, dan dukungan sosial di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Untuk itulah Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., turun langsung memberikan penguatan kelembagaan kepada DWP baik yang berada di Setda Kabupaten Malang maupun di perangkat daerah.
Langkah ini bukan sekadar simbol, tapi upaya nyata memperkuat peran DWP sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan keluarga ASN.
Konsolidasi DWP Setda dan Perangkat Daerah
Dalam kegiatan yang digelar Selasa (10/2/2026), Budiar melakukan roadshow pembinaan ke jajaran pengurus dan anggota DWP di berbagai unit organisasi perangkat daerah (OPD) seperti DWP Dinas Ketahanan Pangan dan DWP Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Kunjungan tatap muka ini menjadi bagian dari upaya mempererat koordinasi dan menyamakan visi antara DWP Setda serta DWP di seluruh perangkat daerah.
Tujuannya jelas: memastikan bahwa organisasi istri ASN tidak hanya eksis secara struktural, tetapi juga aktif dalam program kerja yang bermanfaat bagi anggotanya dan masyarakat.
Menurut Budiar, pembinaan kelembagaan ini harus dibarengi dengan bentuk kegiatan yang konkret dan memberdayakan.
Ia mendorong DWP untuk mengaktifkan kembali program kerja yang telah direncanakan, serta menyusun agenda baru yang bisa membuka ruang bagi anggota untuk belajar dan berkembang.
Salah satu contoh yang disebut dalam pertemuan tersebut adalah rencana kegiatan pelatihan membuat roti atau kue bekerja sama dengan industri lokal.
Kegiatan seperti ini tidak hanya memberi keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi kecil bagi anggota.
Peran DWP dalam Pemberdayaan Anggota
Budiar menekankan bahwa konsolidasi kelembagaan harus diikuti dengan penguatan kapasitas anggota. DWP bukan sekadar organisasi rutinitas, tapi platform bagi istri ASN untuk saling mendukung dan berbagi ilmu.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda memotivasi anggota agar kegiatan DWP lebih bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan nyata anggota maupun masyarakat sekitar.
Kegiatan pelatihan dan pemberdayaan ekonomi kreatif seperti pembuatan roti, anyaman, atau keterampilan lain dipandang sebagai contoh program kerja yang mampu memberikan dampak langsung.
Ketika anggota DWP memiliki keterampilan tambahan, hal itu diharapkan bisa membantu mereka mandiri secara ekonomi atau setidaknya menambah pengetahuan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, sinergi antara anggota DWP Setda dan DWP di perangkat daerah memberi ruang pertukaran ide. Kolaborasi ini diharapkan menimbulkan program kerja yang terkoordinasi dan tidak tumpang tindih.
Dengan demikian, setiap kegiatan bisa direncanakan dengan lebih matang dan tujuan organisasi bisa tercapai secara efektif.
Baca Juga: Menuju Kota Digital, DPRD Malang Dukung Peralihan Reklame Konvensional ke Digital
Sinergi untuk Mendukung Program Pemerintah Daerah
Penguatan kelembagaan DWP bukan hanya bermanfaat bagi anggota, tetapi juga selaras dengan upaya pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan sosial dan pemberdayaan keluarga.
Organisasi DWP memiliki akses langsung ke keluarga ASN, yang merupakan komunitas besar di lingkungan pemerintahan.
Melalui pendekatan keluarga, DWP bisa mengambil peran untuk memperkuat fungsi sosial, memperluas jangkauan program edukatif, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan karakter anggota keluarga ASN.
Sekda Budiar menggarisbawahi pentingnya DWP terlibat secara aktif dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya yang menyentuh isu-isu keluarga, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan keterampilan.
Peran aktif semacam ini menjadi nilai tambah tersendiri karena bergerak dari pusat organisasi ke basis anggota di lingkungan masing-masing perangkat daerah.
Seluruh kegiatan ini pada akhirnya akan memberi kontribusi positif terhadap pembangunan sosial di Kabupaten Malang.
Tantangan dan Harapan Penguatan Kelembagaan
Meski memiliki potensi besar, penguatan kelembagaan DWP juga menghadapi tantangan, terutama soal kesinambungan program dan keterlibatan anggota secara konsisten.
Agar tidak sekadar menjadi kegiatan sesaat, pembinaan kelembagaan perlu dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi periodik.
Hal ini memungkinkan program yang sudah berjalan dievaluasi efektivitasnya dan diperbaiki secara berkelanjutan.
Selain itu, DWP perlu berani membuka ruang inovasi dengan merangkul stakeholder lokal, seperti pelaku industri kecil, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan.
Kemitraan semacam ini akan memperluas dampak kegiatan DWP, terutama dalam pemberdayaan ekonomi kreatif dan edukasi anggota.
Tidak hanya berfokus pada acara internal organisasi, DWP diharapkan bisa menjadi agen perubahan sosial yang melekat pada komunitas luas.
Baca Juga: Pendapatan Rp8,18 Triliun, KPPN Malang Soroti Optimalisasi Transfer ke Daerah












