UPDATE MALANG RAYA Kabar terbaru, agenda, layanan publik, dan informasi penting untuk warga Pantau Update
THE AUTHORITY OF MALANG RAYA
4 November 2026Malang Raya
Kirim Info Warga
4 November 2026Malang Raya

Skena: Tren Gaul Gen Z yang Jadi Perbincangan Hangat

Bagikan

258 kali dibaca

Setiap generasi memiliki bahasanya sendiri, dan Gen Z menghadirkan istilah baru yang kini ramai digunakan, salah satunya “skena.” Kata ini semakin populer di media sosial dan memicu diskusi luas, terutama di kalangan anak muda. Namun, apa sebenarnya arti dari “skena,” dan bagaimana istilah ini terbentuk?

Makna dan Asal-Usul Istilah Skena

Istilah “skena” belum tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tetapi penggunaannya telah meluas di masyarakat. Menurut Ganjar Harimansyah, Kepala Balai Bahasa Sulawesi Selatan, skena merupakan akronim dari tiga kata: sua (berjumpa), cengkerama (bersenang-senang), dan kelana (berjalan tanpa tujuan).
“Secara fenomena, skena merujuk pada kumpulan orang yang senang nongkrong, berbincang, dan jalan-jalan bersama,” jelas Ganjar. Kata ini juga memiliki kemungkinan sebagai serapan dari bahasa Inggris scene, yang berarti lingkup kegiatan atau kancah aktivitas.

Perkembangan Bahasa Gaul di Kalangan Anak Muda

Bahasa gaul atau slang seperti skena berkembang pesat karena kebutuhan komunikasi nonformal yang dinamis. Pada era 1980-an, bahasa ini dikenal sebagai prokem, terutama di wilayah perkotaan.
“Bahasa gaul sering terinspirasi dari bahasa asing atau daerah yang dimodifikasi sesuai tempat tinggal penuturnya,” tambah Ganjar. Kini, skena juga digunakan untuk mendeskripsikan komunitas seni atau tren budaya tertentu, seperti musik indie dan mode alternatif.

Baca Juga :

Tempat Makan Anak Skena di Malang yang Wajib Dikunjungi

Polisi Skena dan Subkultur Alternatif

Skena juga merujuk pada komunitas yang menganggap dirinya eksklusif dan berbeda dari arus utama. Tren ini sering diasosiasikan dengan seni dan musik non-mainstream.
“Polisi skena cenderung mengkritik budaya pop dan menganggap preferensi mereka lebih autentik,” ungkap Ganjar. Istilah ini akhirnya digunakan secara sarkastik untuk menggambarkan mereka yang terlalu kritis terhadap selera orang lain.

Baca Juga :

Rekomendasi Tempat Ngopi Anak Skena di Malang

Bagikan
Arek Malang wajib follow

The Authority of Malang Raya

Mau tahu info akurat, mendalam, dan komprehensif di sekitar Malang? Langsung pantau infomalang.

Tag teman tongkronganmu yang paling sering ketinggalan info.