Seorang wanita bernama Sri Ani (55), warga Jalan Brigjen Slamet Riadi Gang 10, Kelurahan Oro Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, ditemukan tewas setelah tertabrak kereta api yang melintas. Kejadian tragis ini terjadi di perlintasan rel kereta Jalan Batanghari, Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Jumat (1/11/2024).
Keterangan Warga dan Evakuasi Korban
Koordinator Satkom RJT Kota Malang, Achmad Rokyatul, menyebutkan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, Sri Ani tertabrak kereta api Pertamina yang melaju dari arah selatan menuju utara.
“Tim ambulan Satkom RJT Kota Malang mendapatkan laporan sekitar pukul 08.30 WIB, bahwa ada seorang wanita tertabrak kereta api di utara Bakso Presiden,” ujar Yatul kepada media. Setelah menerima laporan, tim ambulans segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Baca juga:
1.020 Surat Suara Pilbup Malang 2024 Rusak, KPU Segera Ajukan Penggantian
Evakuasi Jenazah ke Rumah Sakit
Setelah tiba di lokasi kejadian, tim ambulans dari Satkom RJT Kota Malang membantu evakuasi tubuh Sri Ani yang sudah dalam kondisi tak bernyawa. Jenazah kemudian dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk dilakukan visum guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Yatul menegaskan bahwa pihaknya hanya bertugas membantu proses evakuasi dan penanganan awal korban. “Korban kita evakuasi sekitar pukul 08.45 WIB dan dibawa ke kamar jenazah RSSA Kota Malang untuk dimintakan visum,” ungkapnya.
Polisi Lakukan Penyelidikan Lebih Lanjut
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi dan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Menurut Yatul, kronologi lebih lanjut masih menjadi wewenang penuh dari kepolisian untuk diinvestigasi.
“Kami tidak berani menyimpulkan terkait kronologi karena itu wewenang dari pihak kepolisian,” tambah Yatul. Kepolisian setempat diharapkan segera memberikan keterangan resmi untuk mengungkap latar belakang peristiwa tragis ini.
Baca juga:
Pemkot Malang Prioritaskan Revitalisasi Pasar Besar pada 2025










