infomalangcom – Pemerintah Kota Malang resmi menjalankan layanan angkutan pelajar gratis pada 31 Agustus 2026.
Program ini menyediakan 15 rute yang dirancang untuk membantu perjalanan pelajar menuju dan pulang sekolah.
Bagi siswa yang ingin memanfaatkannya, mengetahui titik awal, sekolah tujuan, serta jalur yang dilalui menjadi penting agar tidak salah memilih layanan.
Program Angkot Pelajar Gratis di Kota Malang
Layanan ini menggunakan angkot sebagai moda transportasi pelajar.
Berdasarkan informasi Dinas Perhubungan Kota Malang dan laporan peluncuran program, terdapat 15 rute yang melayani perjalanan sekolah.
Baca Juga : RAJA Brawijaya 2026 Hadirkan Green Campus dan Guest Stars untuk Sambut Mahasiswa Baru
Rute tersebut menghubungkan sejumlah kawasan permukiman, sekolah, jalan utama, serta beberapa titik strategis di Kota Malang.
Program ini sebelumnya disiapkan sebagai pengembangan layanan transportasi pelajar yang menggantikan fungsi bus sekolah.
Pemerintah kota juga menyiapkan pemantauan operasional agar perjalanan dapat berlangsung sesuai ketentuan.
Karena layanan ditujukan untuk pelajar, siswa sebaiknya memperhatikan petunjuk petugas dan menggunakan angkutan sesuai rute yang telah ditetapkan.
Daftar 15 Rute Angkot Pelajar Gratis
Rute 1 menghubungkan Kantor Disdikbud di Jalan Veteran dengan SMP Negeri 25 Malang.
Jalurnya melewati Sumbersari, Merjosari, Watu Gong, Joyogrand, dan Villa Bukit Tidar.
Rute 2 bergerak dari kawasan Jalan Madyopuro menuju SMP Negeri 23 Malang.
Jalurnya melintasi Lesanpuro, Jalan KH Malik Dalam, kawasan belakang SMPN 10, Wonokoyo, hingga Tlogowaru.
Rute 3 melayani perjalanan SMP Negeri 15 Malang menuju SMP Negeri 30 Malang, kemudian rute pulangnya berlanjut melalui kawasan Tebo, Klayatan, Sukun, hingga SMK Negeri 1 Malang di Janti.
Rute 4 menghubungkan SDN Purwantoro 2 dengan SMP Negeri 11 Malang.
Jalurnya melewati Cipunegara, Citarum, Ciliwung, Letjen S. Parman, Cengger Ayam, Kendalsari, Kalpataru, Soekarno Hatta, Candi Panggung, Sudimoro, Borobudur, hingga kawasan Ikan Piranha.
Rute 5 juga menghubungkan SDN Purwantoro 2 dan SMP Negeri 11 Malang dengan jalur yang sama seperti rute pengantaran.
Titik layanan mencakup kawasan Cengger Ayam, Soekarno Hatta, Sudimoro, dan Borobudur.
Rute 6 memiliki pola perjalanan melingkar dari SMP Negeri 25 Malang.
Baca Juga : Sekolah Rakyat di Malang Dipantau, Kualitas Belajar Jadi Evaluasi
Jalurnya melewati Villa Bukit Tidar, Merjosari, Sardo, Sumbersari, Veteran, Bandung, Oro-Oro Dowo, Ijen, Surabaya, Jakarta, Sigura-Gura, lalu kembali ke SMPN 25.
Rute 7 menghubungkan SMP Negeri 22 dan SMP Negeri 24 Malang melalui Eltari, Palmerah, Perdana Kusuma, Madyopuro, Wisnuwardana, Terusan Sulfat, Pandanwangi, dan Simpang LA Sucipto.
Rute 8 merupakan arah sebaliknya, dari SMP Negeri 24 menuju SMP Negeri 22 Malang.
Jalurnya melewati kawasan yang sama, termasuk Pandanwangi, Terusan Sulfat, Wisnuwardana, Madyopuro, Perdana Kusuma, Eltari, dan Palmerah.
Rute 9 menghubungkan SMP Negeri 15 dengan SMP Negeri 30 Malang, kemudian perjalanan pulang melewati Tebo Selatan, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Ketapang, Klayatan, S. Supriyadi, dan Janti menuju SMK Negeri 1 Malang.
Rute 10 melayani kawasan Tlogomas menuju SMA Negeri 1 Malang.
Jalurnya melewati MT Haryono, Soekarno Hatta, Gajayana, Sumbersari, Veteran, Bandung, Ijen, Semeru, Kahuripan, dan Tugu.
Rute 11 menghubungkan SDN Model Tlogowaru dengan SMA Negeri 1 Malang.
Jalur ini melewati Terminal Hamid Rusdi, Gadang, Kacuk, Sukun, Kasin, Mergan, Dieng, Veteran, Ijen, dan kawasan Tugu.
Rute 12 menghubungkan PLA Tlogowaru dengan SMA Negeri 4 Malang.
Jalurnya melewati Mayjend Sungkono, Buring, Kedungkandang, Lesanpuro, Madyopuro, Ki Ageng Gribig, Danau Toba, Ranu Grati, Kesatrian, Hamid Rusdi, Kertanegara, dan Tugu.
Rute 13 menghubungkan kawasan Madyopuro dengan Museum Pendidikan melalui Ki Ageng Gribig, Lesanpuro, Kedungkandang, Buring, Mayjend Sungkono, dan Tlogowaru.
Rute 14 menghubungkan Museum Pendidikan dengan SMA Negeri 4 Malang.
Jalurnya melewati Tlogowaru, Gadang, Mergosono, Comboran, Sawahan, Kasin, Kawi, Arjuno, Semeru, dan Kahuripan.
Rute 15 juga menghubungkan Museum Pendidikan dengan SMA Negeri 4 Malang, tetapi melalui Arjowinangun, Wonorejo, Gadang, Kacuk, Janti, Niaga, Halmahera, Tanimbar, Sulawesi, Nusakambangan, Comboran, Kotalama, Pasar Besar, dan Mojopahit.
Cara Memilih Rute yang Tepat
Pelajar sebaiknya mencocokkan lokasi keberangkatan dengan jalur dan titik henti yang tersedia.
Jangan hanya berpatokan pada nama sekolah tujuan, karena beberapa rute memiliki arah perjalanan berbeda atau menggunakan jalur pulang yang berbeda.
Informasi titik henti juga dapat membantu siswa menentukan lokasi naik yang paling dekat.
Perlu diperhatikan pula bahwa informasi rute dapat mengalami penyesuaian seiring evaluasi operasional.
Karena itu, pelajar disarankan mengecek informasi terbaru dari Dinas Perhubungan Kota Malang atau pihak sekolah sebelum berangkat.
Dengan mengetahui 15 rute tersebut, pelajar memiliki pilihan transportasi yang lebih terarah untuk aktivitas sekolah.
Program angkot pelajar gratis diharapkan dapat membantu mobilitas siswa sekaligus membuat perjalanan menuju sekolah lebih mudah dan terjangkau.
Sumber data yang digunakan:











