Untuk menyukseskan gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur pada 2025, Pemerintah Kota Malang tidak hanya memanfaatkan Stadion Gajayana sebagai venue utama, tetapi juga menyewa tujuh venue lainnya. Langkah ini diambil karena venue tersebut bukan merupakan aset milik Pemkot Malang.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menjelaskan bahwa ketujuh venue tersebut akan disewa dari perguruan tinggi maupun pihak swasta. “Iya, jadi sekitar tujuh venue kami akan sewa. Itu lapangan-lapangan olahraga yang ada di kampus-kampus,” ujar Baihaqi saat ditemui pada Jumat (24/1).
Beberapa lapangan olahraga kampus yang akan disewa antara lain milik Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Politeknik Negeri Malang (Polinema), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Negeri Malang (UM). Selain itu, venue milik swasta seperti GOR Bima Sakti juga menjadi bagian dari rencana sewa ini.
DPRD Kota Malang Siap Tertibkan Tempat Hiburan Malam yang Bermasalah
Sementara itu, aset milik Pemkot Malang yang akan digunakan sebagai venue meliputi Stadion Gajayana, GOR Ken Arok, dan beberapa lapangan lainnya. Secara keseluruhan, Kota Malang akan menyediakan 37 venue pertandingan untuk mendukung pelaksanaan Porprov IX. Baihaqi menambahkan, “Tidak apa-apa karena banyak venue ini yang sesuai standar untuk Porprov. Jadi kami kerjasamakan dengan sewa itu.”
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh venue yang digunakan memenuhi standar yang diperlukan demi kelancaran acara olahraga tingkat provinsi tersebut.
Menu Bakso Mas Roy Surabaya, Kenikmatan Bakso Terbaik Di Surabaya !
Daftar Menu Depot Tanjung Api Beserta Harganya. Simak Harganya !
Pilihan Menu dan Harga di Calf Coffee & Milkbar di Malang














