Breaking

RSSA Malang Klarifikasi Dugaan Prostitusi Terselubung dan Premanisme di Area Rumah Sakit

MALANG – Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi dugaan praktik prostitusi terselubung, pemalakan, dan tindakan premanisme di lingkungan rumah sakit.

Kabar tersebut sebelumnya beredar di media sosial dan diungkap oleh keluarga pasien, yang menyebut pelaku berinisial MN kerap beroperasi di area yang tidak terpantau CCTV, seperti sekitar Apotek BPJS.

Pelaku diduga memalak makanan, minuman, atau uang minimal Rp5.000, membawa senjata tajam, mencuri barang milik keluarga pasien, hingga bersikap layaknya preman bersama kelompoknya.

Kejadian itu disebut berlangsung pada beberapa tanggal, termasuk 19 Juli hingga 2 Agustus 2025.

Baca Juga: Dugaan Premanisme dan Pelanggaran di Area RSSA Malang, Keluarga Pasien Keluhkan Keamanan

Kabaghumas RSSA, Donny Iryan Vebry Prasetyo, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan dan memintai keterangan MN pada 5 Agustus 2025.

Berdasarkan pengakuan MN, ia merupakan seorang tunawisma yang sudah dua minggu terakhir menginap di RSSA karena tidak memiliki rumah maupun keluarga.

“Benar, namanya itu (MN). Beliau mengaku seorang tunawisma dan sudah dua minggu menginap di RSSA,” ujar Donny, Senin (11/8/2025).

Terkait tuduhan pemalakan, Donny menyebut MN membantah memalak keluarga pasien. Namun, pihak RSSA membenarkan bahwa MN kerap meminta-minta kepada keluarga pasien yang menunggu di ruang tunggu rawat jalan maupun IGD.

Menanggapi dugaan area rumah sakit dimanfaatkan untuk aktivitas yang tidak semestinya, pihak RSSA akan melakukan evaluasi kebijakan keamanan.

“Kita akan evaluasi, kalau harus kita tutup ya kita tutup. Kami akan tugaskan satu security standby di sana,” tegasnya.

Baca Juga: Momen Bocil Gen Alpha Ikut Lomba Agustusan Karena Kesal Langsung Tantang Panitianya