Breaking

Ribuan Peserta Ramaikan Tes Beasiswa Penghafal Kitab Suci 2026

Muhamad Dzaki

11 February 2026

Tes Beasiswa Penghafal Kitabsuci
Ribuan Peserta Ramaikan Tes Beasiswa Penghafal Kitab Suci 2026

Infomalangcom – Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan memadati lokasi seleksi Beasiswa Penghafal Kitab Suci 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan.

Program ini dirancang untuk memberi apresiasi kepada siswa yang memiliki kemampuan hafalan kitab suci sekaligus mendorong pembentukan karakter religius sejak usia dini.

Antusiasme terlihat dari pendaftar yang datang dari enam agama resmi. Berdasarkan pengumuman resmi, sebanyak 5.012 peserta didik jenjang TK, SD, dan SMP atau sederajat dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tes hafalan tahap berikutnya

Skala Peserta dan Antusiasme

Jumlah peserta tersebut meningkat dibanding periode sebelumnya, menandakan bahwa program beasiswa ini semakin dikenal masyarakat.

Sekolah negeri maupun swasta turut mendorong siswanya untuk berpartisipasi karena manfaat finansial dan akademik yang ditawarkan.

Orang tua juga aktif mendampingi anak selama proses pendaftaran hingga verifikasi berkas. Antrean panjang terlihat sejak pagi hari di beberapa titik lokasi ujian.

Kondisi ini menunjukkan bahwa beasiswa berbasis hafalan kitab suci tidak lagi dipandang sebagai kegiatan terbatas, melainkan kesempatan prestasi yang setara dengan jalur akademik dan nonakademik lainnya

Baca Juga : Mengenal Pelajaran P5 sebagai Ciri Khas Kurikulum Merdeka

Jadwal dan Lokasi Seleksi

Tes hafalan dilaksanakan selama tiga hari, tepatnya 12 sampai 14 Februari 2026, sesuai jadwal resmi yang dirilis Dinas Pendidikan.

Pelaksanaan dibagi ke sejumlah tempat ibadah dan sekolah agar sesuai dengan konteks agama masing masing peserta.

Peserta Islam mengikuti tes di sekolah Islam dan masjid, sementara peserta Hindu, Buddha, Konghucu, Kristen, dan Katolik menjalani ujian di lokasi ibadah mereka.

Penempatan ini bertujuan menciptakan suasana nyaman sekaligus menjaga kekhusyukan proses seleksi

Mekanisme Penilaian Hafalan

Proses penilaian dilakukan oleh tim penguji yang terdiri dari guru agama, tokoh keagamaan, dan perwakilan dinas.

Aspek yang dinilai meliputi ketepatan pelafalan, kelancaran hafalan, penguasaan makna, serta sikap saat membacakan kitab suci.

Untuk peserta Muslim, tajwid menjadi unsur penting, sedangkan agama lain dinilai berdasarkan kaidah pembacaan kitab masing masing.

Sistem skor dirancang objektif agar semua peserta memperoleh kesempatan yang adil. Hasil akhir kemudian direkap untuk menentukan peringkat penerima beasiswa

Syarat Administrasi Peserta

Agar bisa mengikuti seleksi, siswa wajib memenuhi sejumlah ketentuan administratif. Peserta harus memiliki Kartu Keluarga Surabaya, terdaftar sebagai siswa aktif, serta melampirkan rekomendasi sekolah.

Persyaratan ini memastikan beasiswa tepat sasaran bagi warga kota setempat. Selain itu, peserta diwajibkan menunjukkan bukti kemampuan hafalan minimal sesuai standar tiap agama.

Verifikasi dilakukan secara daring dan luring untuk meminimalkan kesalahan data. Transparansi prosedur menjadi bagian dari upaya menjaga kredibilitas program pendidikan daerah

Manfaat Finansial dan Akademik

Beasiswa yang diberikan bukan sekadar simbol penghargaan. Penerima akan memperoleh bantuan pendidikan selama sepuluh bulan pada tahun anggaran berjalan.

Dana tersebut ditransfer langsung ke rekening siswa untuk membantu biaya sekolah, perlengkapan belajar, atau kebutuhan penunjang lainnya.

Selain itu, beberapa jenjang mendapatkan peluang tambahan melalui jalur prestasi saat mendaftar sekolah negeri.

Skema ini dinilai efektif meringankan beban keluarga sekaligus memotivasi siswa mempertahankan hafalan kitab suci secara konsisten

Dampak Sosial dan Pendidikan

Lebih dari sekadar bantuan finansial, program ini memberi dampak sosial positif. Kegiatan seleksi yang melibatkan beragam agama menciptakan ruang interaksi dan saling menghormati antar siswa.

Nilai toleransi tumbuh bersamaan dengan penguatan spiritualitas. Sekolah pun terdorong mengembangkan pembinaan keagamaan yang terstruktur.

Para guru menyatakan bahwa siswa peserta cenderung lebih disiplin, percaya diri, dan beretika. Kombinasi karakter tersebut menjadi modal penting dalam membangun generasi muda yang berprestasi dan berintegritas

Prospek dan Harapan

Melihat tingginya partisipasi, Beasiswa Penghafal Kitab Suci 2026 diperkirakan terus berlanjut pada tahun berikutnya dengan kuota yang lebih besar.

Pemerintah kota menargetkan program ini menjadi model pendidikan karakter berbasis keagamaan yang bisa direplikasi daerah lain.

Dukungan masyarakat, sekolah, dan tokoh agama menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan. Dengan manajemen transparan dan seleksi objektif, ribuan peserta yang mengikuti tes tahun ini membuktikan bahwa prestasi spiritual dapat berjalan seiring dengan pendidikan formal

Baca Juga : Ma’had MTsN 1 Kota Malang Tunjukkan Tata Kelola Profesional, Dilirik Madrasah Se-Indonesia

Author Image