Infomalangcom – Info Malang hari ini menyoroti perkembangan terbaru proyek strategis penghubung Gondanglegi menuju kawasan wisata Balekambang.
Pembangunan jalan yang telah berjalan sejak 2024 itu sempat mengalami hambatan serius pada tahap pembebasan lahan.
Namun setelah melalui berbagai proses administratif dan koordinasi lintas instansi, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang memproyeksikan pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir 2026.
Proyek ini menjadi perhatian publik karena berperan penting dalam memperlancar akses ekonomi dan pariwisata di wilayah selatan Kabupaten Malang.
Proyek Infrastruktur Penghubung Selatan Malang
Ruas Gondanglegi–Balekambang merupakan salah satu jalur vital yang menghubungkan kawasan permukiman, sentra pertanian, hingga destinasi wisata pantai.
Jalan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kendaraan serta memperpendek waktu tempuh menuju kawasan pesisir selatan.
Dalam perencanaannya, proyek dibagi dalam beberapa segmen pekerjaan agar proses konstruksi dapat berjalan paralel.
Sejak dimulai pada Oktober 2024, pembangunan fisik meliputi pekerjaan pelebaran badan jalan, perbaikan struktur tanah, pembangunan drainase, serta pengaspalan bertahap.
Pemerintah daerah menilai jalur ini tidak hanya berdampak pada sektor wisata, tetapi juga distribusi hasil pertanian dan perikanan dari wilayah selatan ke pusat kota.
Kendala Pembebasan Lahan
Hambatan terbesar yang dihadapi proyek ini adalah proses pembebasan lahan milik warga. Beberapa bidang tanah yang masuk dalam trase pembangunan belum sepenuhnya tuntas dari sisi administrasi maupun kesepakatan nilai ganti rugi. Kondisi tersebut membuat sejumlah titik pekerjaan tidak dapat dilanjutkan sesuai jadwal awal.
Pembebasan lahan memang menjadi tahapan krusial dalam pembangunan infrastruktur. Prosesnya melibatkan verifikasi kepemilikan, penilaian harga oleh tim appraisal independen, hingga mekanisme pembayaran kompensasi.
Ketika salah satu tahapan belum selesai, kontraktor tidak dapat melakukan pengerjaan fisik di lokasi tersebut demi menghindari sengketa hukum.
Akibat keterlambatan itu, target awal penyelesaian yang semula diproyeksikan pertengahan 2026 mengalami penyesuaian.
Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa hambatan tersebut bersifat administratif dan bukan kendala teknis konstruksi.
Baca Juga : Tak Patuhi HET, 7 SPPG di Kota Malang Dapat Teguran
Strategi Percepatan Penyelesaian
Untuk mengatasi persoalan lahan, pemerintah bersama instansi terkait menerapkan langkah percepatan melalui mekanisme konsinyasi di pengadilan.
Skema ini memungkinkan dana ganti rugi dititipkan di pengadilan apabila terdapat perbedaan pendapat atau proses administrasi yang belum rampung, sehingga pembangunan tetap bisa berjalan.
Langkah tersebut dinilai efektif karena tidak menghentikan seluruh pekerjaan konstruksi. Di titik yang sudah bebas lahan, kontraktor tetap melanjutkan pengerjaan secara bertahap.
Sementara itu, koordinasi dengan warga terus dilakukan secara persuasif agar proses penyelesaian hak kepemilikan berjalan transparan dan adil.
DPUBM menyampaikan bahwa progres fisik saat ini terus menunjukkan peningkatan. Sejumlah segmen telah memasuki tahap pemadatan dan pengaspalan awal, sementara beberapa titik lain masih dalam tahap perbaikan struktur tanah dan saluran air.
Target Rampung Akhir 2026
Dengan berbagai langkah percepatan tersebut, DPUBM memproyeksikan proyek Jalan Gondanglegi–Balekambang dapat selesai pada akhir 2026.
Revisi jadwal ini mempertimbangkan sisa pekerjaan konstruksi serta penuntasan pembebasan lahan yang masih berjalan.
Optimisme tersebut didukung oleh komitmen anggaran yang tetap tersedia serta dukungan pemerintah pusat dalam pengawasan teknis.
Penyelesaian proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas jalan secara signifikan dibanding kondisi sebelumnya yang sempit dan rawan kerusakan saat musim hujan.
Selama masa pembangunan, masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat melintasi jalur tersebut. Beberapa titik masih berupa tanah padat dan berpotensi licin ketika curah hujan tinggi.
Petugas lapangan juga memasang rambu sementara guna mengatur arus kendaraan dan meminimalkan risiko kecelakaan.
Dampak bagi Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Keberadaan jalan yang lebih lebar dan kokoh nantinya diperkirakan akan mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Pantai Balekambang dan destinasi lain di sekitarnya.
Akses yang lebih baik memudahkan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah, untuk mencapai lokasi tanpa harus menghadapi jalur rusak atau berlubang.
Selain sektor wisata, dampak positif juga dirasakan pelaku usaha lokal. Distribusi hasil bumi seperti padi, tebu, serta produk perikanan menjadi lebih efisien.
Biaya logistik dapat ditekan karena waktu tempuh lebih singkat dan kendaraan dapat melintas dengan kapasitas optimal.
Proyek ini juga membuka peluang kerja sementara bagi warga sekitar melalui keterlibatan dalam kegiatan konstruksi maupun penyediaan kebutuhan logistik proyek.
Aktivitas ekonomi di sekitar jalur pembangunan ikut bergerak seiring meningkatnya mobilitas pekerja dan alat berat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah selatan akan terus menjadi prioritas, mengingat potensi ekonomi dan pariwisata yang besar.
Percepatan penyelesaian jalan Gondanglegi–Balekambang menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan agar akses antarwilayah semakin terintegrasi dan mendukung pertumbuhan daerah secara berkelanjutan.
Baca Juga : Viral Malang Hari Ini, Harga Ayam dan Beras Jadi Sorotan Jelang Ramadan










