Breaking

Mahasiswa Kimia UB Lolos Program Riset Taiwan

Mahasiswa Kimia UB Lolos Program Riset Taiwan
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) di kancah internasional.

infomalangcom – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) di kancah internasional.

Kali ini datang dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yang mahasiswanya berhasil lolos seleksi ketat program studi dan riset bergengsi di Taiwan.

Capaian ini sekaligus mempertegas posisi UB sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mendorong mahasiswanya untuk berkiprah di ranah akademik global.

Azka Variza Iskandar, mahasiswa Departemen Kimia FMIPA UB, dinyatakan lolos sebagai salah satu awardee dalam program 2025 New Southbound Policy Elite Study Program.

Program ini diselenggarakan oleh National Pingtung University of Science and Technology (NPUST), sebuah universitas negeri terkemuka di Taiwan yang dikenal dengan keunggulannya di bidang pertanian, sains lingkungan, teknik, hingga kedokteran hewan.

Azka merupakan satu dari enam belas mahasiswa UB yang berhasil meraih kesempatan tersebut, bergabung bersama perwakilan dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian UB.

Program Kerja Sama Internasional yang Kompetitif

Program yang diikuti Azka berlangsung selama satu semester penuh di kampus NPUST, Taiwan.

Selama masa studi, mahasiswa peserta program tidak hanya mengikuti perkuliahan reguler, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan akademik bersama mahasiswa jenjang sarjana, magister, hingga doktoral dari berbagai negara mitra.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah Taiwan yang dikenal dengan nama New Southbound Policy, sebuah kebijakan yang dirancang untuk mempererat kerja sama pendidikan, ekonomi, dan budaya antara Taiwan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Australasia.

Seleksi untuk dapat mengikuti program ini terbilang ketat, mengingat kuota yang disediakan terbatas dan pesertanya berasal dari berbagai perguruan tinggi mitra di kawasan tersebut.

Keberhasilan Azka lolos dalam seleksi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Kimia UB memiliki daya saing yang setara dengan mahasiswa dari negara lain di tingkat internasional.

Menanggapi capaian ini, Ketua Departemen Kimia FMIPA UB, Anna Safitri, Ph.D., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas prestasi yang diraih mahasiswanya.

Baca Juga: 3.200 Driver Ojol Terlindungi BPJS, Rendra Dorong Cakupan Diperluas

Ia menilai keikutsertaan Azka dalam program internasional tersebut merupakan bukti nyata kualitas mahasiswa Kimia UB yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kami berharap pengalaman ini akan menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Anna Safitri.

Ia juga menambahkan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program semacam ini sejalan dengan upaya Departemen Kimia FMIPA UB dalam meningkatkan internasionalisasi, sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi target capaian universitas dalam beberapa tahun terakhir.

Capaian yang diraih Azka turut memberikan dampak positif terhadap upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini dinilai relevan dengan SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas melalui perluasan akses pendidikan internasional, SDG 9 terkait industri, inovasi, dan infrastruktur melalui penguatan pengalaman riset dan kunjungan akademik, serta SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan melalui perluasan kolaborasi internasional antara UB dan universitas mitra di Taiwan.

Keikutsertaan mahasiswa UB dalam program lintas negara seperti ini turut mencerminkan tren mobilitas mahasiswa internasional yang terus berkembang di kawasan Asia.

Program kerja sama semacam New Southbound Policy menjadi salah satu jalur yang membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk memperluas wawasan akademik sekaligus jejaring profesional di luar negeri.

Bagi Departemen Kimia FMIPA UB, prestasi yang diraih Azka menjadi motivasi tersendiri untuk terus mendorong mahasiswa lainnya agar aktif mencari peluang serupa.

Ke depan, pihak departemen berharap semakin banyak mahasiswa yang dapat mengikuti program pertukaran maupun riset internasional, sehingga kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan semakin kompetitif di tingkat global.

Baca Juga: Kenapa Malang Dijuluki Kota Pendidikan? Ini Sejarahnya

Author Image

Author

Bima Yoga